
Hari-hari telah berlalu, hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh Kirana untuk bertemu dengan orang tua Rezvan.
Saat ini Kirana sedang memakai make up di ruang yang di sediakan secara khusus untuknya, Rezvan juga ada disana menunggu wanita itu, laki-laki itu menyenderkan bokongnya di meja yang ada disana.
Penampilan Rezvan sudah dikatakan sempurna, laki laki itu memakai kemeja putih dan juga rompi beckham bewarna hitam, ditambah bagian lengan kemeja yang dilipat sampai atas siku membuat Rezvan semakin tampan.
Rezvan melihat Kirana yang kesusahan menaikan sleting di gaunnya, laki-laki itu tersenyum lalu membantu Kirana untuk menaikan sletingnya.
Rezvan menatap wajah Kirana dari arah cermin, wanita itu benar-benar cantik malam ini.
"Malam ini kau sangat cantik sekali." ucap Rezvan begitu tulus.
"Benarkah? terima kasih atas pujiannya."
"Kamu tidak ada niatan untuk memuji balik diriku?" tanya Rezvan.
"Oh iya, malam ini kau terlihat tampan dan juga sexy." jawab Kirana membuat Rezvan terkekeh dengan jawaban yang di lontarkan oleh wanita itu.
"Eh maksudku bukan seperti itu..."
"Kenapa kau panik?" tanya Rezvan sambil memainkan rambut Kirana yang panjang dan juga sedikit bergelombang karena tadi gadis itu menyatoknya.
"Aku asal berbicara dan lupa dengan konsekuensinya."
"Lucu sekali, bagaimana kita izin untuk tidak menghadiri pesta malam ini?" tanya Rezvan.
Hal itu membuat Kirana menutup wajah menggunakan kedua tangannya, Rezvan menggendong tubuh Kirana dan langsung mendudukannya di atas meja.
Wajah mereka berjarak beberapa senti saja, Rezvan tersenyum saat melihat Kirana yang sudah menutup matanya.
Tanpa menunggu lagi Rezvan langsung ******* bibir Kirana dengan lembut dan juga hati-hati, dia tidak bisa mengontrol diri sendiri saat sudah bersama Kirana.
Xian tiba-tiba saja muncul dan melihat pemandangan yang sangat luar biasa itu, laki-laki itu berdehem agar menetralkan dirinya sendiri.
"Maaf tuan, kau sudah di tunggu." katanya sambil menundukan kepala.
Rezvan melepaskan ciumannya dan langsung menatap tajam kearah Asistennya itu.
"Baiklah, aku akan langsung kesana."
Xian menganggukan kepalanya dan langsung keluar dari ruangan tersebut, Kirana turun dari meja dan langsung merapihkan kembali gaun yang sempat kusut tadi.
__ADS_1
Rezvan tersenyum sambil merapihkan rambut Kirana yang sedikit berantakan, tangannya bergerak menggenggam tangan Kirana.
***
Malam itu para tamu sudah datang, terlihat Ayah Rian dan juga istrinya yang bernama Chelsea sedang menyambut para tamu yang datang ke acara pesta ulang tahun tersebut.
Suasana dekorasi terlihat sangat mewah, bahkan Ayah Rian sengaja mengundang beberapa artis yang terkenal untuk memeriahkan acara tersebut.
Rezvan menarik kursi agar Kirana bisa duduk, laki-laki itu memperhatikan sekitar mencari seseorang.
"Aku akan pergi kesana, aku akan menyapa beberapa rekan kerjaku." kata Rezvan lalu diangguki oleh wanita itu.
Kirana hanya terdiam melihat orang-orang yang berlalu lalang, wanita itu mencari keberadaan keluarganya tetapi sepertinya mereka belum datang.
Seorang wanita tiba-tiba saja datang dan duduk begitu saja di depan Kirana, membuatnya kebingungan.
"Anak haram dengan beraninya datang ke acara sepenting ini." ucap wanita tersebut.
Kirana memandangi wanita itu dan bertanya-tanya dalam hati apakah dirinya mengenali wanita itu.
"Rezvan lebih memilih wanita sepertimu daripada Rindu yang jelas-jelas penampilannya lebih bagus dibandingkan dirimu."
"Aku yang menjalaninya, kenapa kau yang tidak terima?" tanya Kirana.
"Orang sepertimu bisa saja melakukan semuanya dengan sesuka hatimu, seharusnya sekarang publik membicarakan statusmu sebagai anak haram, anak yang tidak diinginkan dan juga-"
"Jaga ucapanmu ya!"
Kirana menatap tajam wanita yang ada dihadapannya itu, karena tidak ingin membuat masalah dia langsung beranjak pergi meninggalkan wanita tersebut.
Rezvan yang memperhatikan Kirana dari kejauhan pun kebingungan, apa yang terjadi dengan kekasihnya itu. akhirnya Rezvan berpamitan kepada rekan kerjanya itu untuk kembali menemui Kirana.
Kirana berjalan dengan wajah yang kesal, tentu saja ia kesal karena ucapan wanita tadi benar-benar pedas sekali.
Saat sedang berjalan tiba-tiba saja Kirana di siram dengan air oleh seorang wanita yang tidak lain adalah Rindu.
Rezvan yang melihatnya langsung mempercepat langkahnya. Reygan dan juga Chalandra pun sama, ternyata mereka sudah sampai dari tadi di acara itu.
"Kau anak haram! berani-beraninya sekali kau menginjak-injakku." teriak Rindu sehingga membuat semua orang buru-buru menghampirinya untuk melihat keributan apa yang telah terjadi. kandungan
Reygan mendekap tubuh kakaknya itu, sedangkan Rezvan melepaskan jasnya dan langsung memakaikannya kepada Kirana.
__ADS_1
"Kau rela putus denganku hanya untuk wanita yang tidak tahu diri ini, Rezvan?" tanya Rindu.
"Kenapa kau malah memilih dia? dia itu anak haram, anak yang tidak diinginkan bahkan tidak mempunyai harga diri."
"Rindu!" teriak Rezvan.
Suara tamparan yang nyaring terdengar oleh semua orang, Chalandra yang mendengarnya merasa muak dan langsung menampar wanita yang tidak dikenalnya itu.
"Chalandra!" imbuh Reygan menarik tangan adiknya.
"Jaga ucapan kotormu itu, kakakku tidak seperti apa yang kau bicarakan."
Ayah Rian marah melihat kejadian itu, bisa-bisanya Rindu malah mengacaukan acara sepenting ini.
"Keluarkan wanita ini!" perintah Ayah Rian dan langsung dilaksanakanan oleh anak buahnya.
Rindu diseret oleh kedua anak buah Ayah Rian, wanita itu berteriak memanggil-manggil nama Kirana.
Rezvan langsung mendekap tubuh Kirana dengan erat, ia memejamkan kedua matanya merasa bersalah atas apa yang menimpa kekasihnya itu.
"Rezvan, bawa Kirana keruangan ganti." ucap Mama Chelsea lalu diangguki oleh Rezvan.
Laki-laki itu menggendong tubuh Kirana dan langsung menbawanya pergi dari sana.
"Maafkan saya atas kejadian malam ini, saya tidak tahu kenapa dia bisa masuk kedalam sini, maafkan saya." ucap Ayah Rian.
Papah Reja menepuk pundak Ayah Rian mencoba untuk menenangkannya.
"Tidak apa-apa, lebih baik lanjutkan saja acaranya, aku akan pergi melihat kondisi anakku sebentar."
Ayah Rian menganggukan kepalanya, Papah Reja besarta istri dan juga anak-anaknya langsung berjalan meninggalkan tempat itu.
"Ayah, Mama merasa bersalah atas kejadian ini."
"Tidak apa-apa sayang, aku yang akan mengurus Rindu, lebih baik kau sekarang siapkan gaun baru untuk Kirana."
Mama Chelsea menganggukan kepalanya lalu pergi meninggalkan Ayah Rian di sana.
*Contoh gaun Kirana yang dipakai malam ini
__ADS_1