Dokter Cantik Milik Tuan Muda

Dokter Cantik Milik Tuan Muda
33


__ADS_3

"Maafkan aku karena telah meninggalkanmu tadi."


Rezvan mengambil handuk yang tersimpan di atas laci lalu mengeringkan rambut Kirana yang basah.


Laki-laki itu tidak akan mengampuni Rindu yang mempermalukan kekasihnya di depan semua orang.


"Tidak apa-apa, aku hanya sedikit tekejut saja." ucap Kirana berusaha untuk tetap tersenyum walaupun dia sangat kesal sekali.


Papah Reja dan juga yang lainnya datang menghampiri Kirana, Mami Kala langsung memeluk Kirana dengan erat.


"Kau tidak terluka kan, sayang?" tanya Mami Kala begitu khawatir.


"Tidak Mami, Kirana baik-baik saja."


Mami Kala menghela nafas merasa lega, ia tidak tahu kenapa wanita tadi tiba-tiba saja menyiram anaknya menggunakan air.


"Maafkan Rezvan akan kejadian ini bi, wanita itu adalah Rindu mantan tunangan Rezvan." kata laki-laki itu sambil menundukan kepalanya.


"Tidak apa-apa, ini bukan salahmu." ucap Papah Reja menepuk pundak Rezvan.


Mama Chelsea datang sambil membawa gaun untuk Kirana, wanita paruh baya itu langsung memberikannya kepada Kirana.


"Pakailah gaun baru ini." ucap Mama Chelsea.

__ADS_1


Kirana menganggukan kepalanya dan membawa gaun yang diberikan oleh Mama Chelsea lalu masuk kedalam fitting room.


"Dimana Ayah, mah?" tanya Rezvan saat menyadari Ayah Rian tidak ada disana.


"Dia sedang mengurusi wanita itu." jawab Mama Chelsea sambil memijat keningnya yang sedikit pusing.


Beberapa menit kemudian Kirana kembali dengan gaun yang baru, wanita itu semakin cantik saat menggunakan gaun yang diberikan oleh Mama Chelsea.


"Aku sudah mengganti bajunya." kata Kirana.


Semua mata tertuju kearah Kirana, tidak ada yang mengecewakan dari diri wanita itu, mereka semua pun kembali untuk melanjutkan acaranya.


***


Kirana mengerjapkan kedua matanya saat sinar matahari berhasil menembus gorden.


"Aku bisa gila jika seperti ini." gumam Kirana dalam hati.


Saat hendak beranjak dari kasurnya, Rezvan malah mengeratkan pelukannya, kepalanya mendusel di leher Kirana.


"Kau mau pergi kemana?" tanya Rezvan dengan suara seraknya.


"Aku akan bersiap-siap untuk pergi bekerja." jawab Kirana

__ADS_1


Rezvan menghembuskan nafasnya, tangannya mulai mengelus-elus rambut Kirana dengan lembut.


"Pasti ada yang salah dengan hatiku."


"Jika jarak kita jauh, aku selalu merindukanmu, aku mudah sekali tergoda."


"Benarkah?" tanya Kirana mendongakan kepalanya mencoba untuk menatap wajah Rezvan.


"Hmm... jadi jangan tiba-tiba menggodaku seperti semalam." kata Rezvan.


Kirana terkekeh mendengar perkataan yang dilontarkan oleh laki-laki yang dicintainya itu, dia merasa paling beruntung karena telah mendapatkan cinta Rezvan.


"Baiklah aku tidak akan menggodamu, sekarang kau mandilah dan antarkan aku ke rumah sakit." kata Kirana melepaskan pelukannya.


Jam sudah menunjukan pukul 10.00, Kirana dan juga Meishana sedang berada di kantin untuk makan.


"Benarkah?" tanya Meishana menutup mulutnya menggunakan telapak tangan.


Kirana menganggukan kepalanya dengan malas, "Jika saja aku ada disana, aku sudah mencabik-cabik wanita itu, berani-beraninya sekali dia memperlakukan sahabatku seperti itu. mantan sok keras." kata Meishana merasa kesal dengan kejadian semalam yang dialami oleh Kirana.


Terlihat Arthur dan Vano datang lalu duduk di meja yang ditempati oleh kedua wanita itu, Arthur memperhatikan wajah Kirana yang saat itu sedang ditekuk masam.


"Kau baik-baik saja?" tanya Vano.

__ADS_1


Kirana menggelengkan kepalanya, wajahnya memelas saat menatap Vano. "Kenapa hidupku seperti ini, banyak sekali masalah yang datang kehidupku." kata Kirana


Vano menyernyitkan keningnya lalu menatap Meishana, tetapi Meishana hanya mengangkat kedua pundaknya sambil melanjutkan makannya.


__ADS_2