Dokter Cantik Milik Tuan Muda

Dokter Cantik Milik Tuan Muda
28


__ADS_3

Keesokannya Kirana dan juga Rezvan sudah ada di jakarta, mereka berdua tidak bisa berlama-lama di Bali karena harus bekerja.


"Bagaimana?" tanya Kirana saat Rezvan mematikan teleponnya.


"Aku harus meeting dengan klien penting." kata Rezvan


"Jadi kau akan langsung pergi ke kantor?"


Rezvan menggelengkan kepalanya. "Aku akan mengantarkanmu pulang terlebih dahulu." kata Rezvan sambil tersenyum dan mengelus-elus kepala kekasihnya itu.


"Kau ingin pulang kemana?" tanya Rezvan.


"Aku ingin pulang ke rumah Mami saja." jawab Kirana


"Baiklah."


Rezvan pun mulai mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang.


***


Sesampainya di depan rumah Mami Kala, Kirana langsung turun dari mobil, Rezvan ikutan turun karena ingin memeluk Kirana sebentar.


"Kenapa?"


"Aku ingin memeluknya sebentar." kata Rezvan langsung memeluk tubuh wanita itu dengan erat.


"Astaga, kau ini." Kirana terkekeh lalu membalas pelukan Rezvan.


"Aku akan kembali kesini, tolong titipkan salamku kepada Paman Reja" kata Rezvan sambil melepaskan pelukannya.


Kirana menganggukan kepalanya, sedangkan Rezvan mengelus-elus kepala Kirana lalu kembali masuk kedalam mobil.


Kirana menunggu di luar rumah, setelah beberapa saat mobil Rezvan tidak terlihat barulah Kirana masuk kedalam rumah.


"Mami" teriak Kirana mencari keberadaan Maminya itu.

__ADS_1


"Mami ada di ruang keluarga, kemarilah!" sahutan Mami Kala membuat Kirana berlari kecil kearah ruang keluarga, sesampainya disana Kirana langsung memeluk Maminya itu.


"Kau dari mana? kenapa membawa koper?" tanya Mami Kala.


"Aku baru saja pulang dari Bali." kata Kirana sambil duduk di samping Mami Kala.


"Bali? bersama siapa?" tanya Papah Reja yang saat itu sedang fokus kepada layar laptopnya.


"Bersama Rezvan." jawab Kirana sambil tersenyum lebar.


"Rezvan?"


"Rezvan yang pernah menolongmu dulu?" tanya Papah Reja mengalihkan perhatiannya kearah Kirana.


"Iya pah, Kirana pergi ke Bali untuk berkunjung ke rumah Nenek Sumi."


"Begitukah? bagaimana kabarnya?" tanya Papah Reja.


"Beliau baik-baik saja, dan juga aku sama Rezvan sudah berpacaran."  kata Kirana sambil menutup wajahnya karena malu.


"Sejak tiga hari yang lalu."


"Astaga, Mami tidak tahu. kenapa kau tidak memberi tahu Mami saat itu? Mami juga tidak tahu laki-laki yang sekarang menjadi kekasihmu itu."


"Tenang saja Mami, setelah Meeting nanti dia akan mampir kesini."


"Benarkah? Mami harus menyiapkan makanan enak."


Kirana tersenyum lalu menganggukan kepalanya. "Jika begitu Kirana pergi ke kamar dulu untuk beristirahat." kata Kirana lalu beranjak dari tempat duduknya.


Di lobby perusahaannya Rezvan menghentikan langkah begutu mendengar teriakan dari seorang laki-laki.


"Maaf tuan muda, tuan Rian sedang menunggu di ruangan kerja tuan muda." kata laki-laki yang bekerja sebagai custumor service.


"Baiklah, terima kasih sudah memberitahuku." kata Rezvan lalu melanjutkan langkahnya.

__ADS_1


Beberapa menit begitu lift naik ke lantai 15, Rezvan pun keluar dari lift dan melangkahkan kaki panjangnya kearah ruangan kerja miliknya.


Saat membuka pintu sudah ada Ayahnya yang sedang duduk di sofa bersama dengan sekretarisnya.


"Kau sudah pulang?" tanya Ayah Rian.


"Sudah, yah."


"Duduklah, aku ingin berbicara denganmu."


Rezvan menganggukan kepalanya lalu duduk di sofa samping ayahnya itu. "Kau akan menghadiri meeting bukan?" tanya Ayah Rian.


"Iya."


"Ayah harap kau melakukannya dengan baik, karena klien ini sangat penting sekali dan juga meeting kali ini Ayah tidak bisa hadir, kau yang akan menjadi pemimpinnya." kata Ayah Rian.


"Baik, ayah."


"Dan juga Aleta akan mengikuti rapat ini, dia yang akan membantumu."


"Aleta? kenapa dia ada disini?" tanya Rezvan.


"Ayah mengangkatnya sebagai sekretarismu." jawan Ayah Rian


Rezvan menghelakan nafasnya, Aleta adalah teman semasa kecilnya dulu di Bali, mereka sangat akrab sekali waktu itu tetapi karena Rezvan pindah ke Jakarta mereka pun terpisah.


"Soal pernikahanmu dengan Rindu, Ayah sudah mendengarkannya dari Nenekmu. jika memang keinginan Ayah membuatmu tertekan maka carilah pasangan hidupmu sendiri, Ayah tidak akan menuntutmu untuk dijodohkan lagi."


"Kirana bukan? anak dari direktur perusahaan Nudeflix Investment?" tanya Ayah Rian dengan raut wajah yang santai.


"Iya pah, aku sangat mencintai Kirana."


"Baiklah, bawalah Kirana kerumah aku ingin berbicara dengannya."


Rezvan tersenyum lalu menganggukan kepalanya dengan begitu semangat.

__ADS_1


__ADS_2