
Setelah selesai meeting karena tidak ada pekerjaan yang mengharuskan Rezvan untuk lembur, laki-laki itu langsung bersiap-siap untuk pergi ke rumah Kirana.
Seorang wanita cantik dengan rambut pendek sebahu terlihat berjalan di samping Rezvan, sambil membawa beberapa dokumen hasil meeting dengan klien tadi.
"Kau akan pergi kemana?" Tanya Aleta.
"Aku akan menemui seseorang." jawab Rezvan sambil melonggarkan dasi yang dari tadi mencekik lehernya.
"Apakah kau ada waktu nanti malam?"
"Sepertinya aku akan sibuk nanti, ada apa?"
"Tidak, hanya saja aku ingin mengajakmu makan malam."
"Lain kali saja."
"Baiklah." kata Aleta sambil memanyunkan sedikit bibirnya, padahal ia ingin sekali menghabiskan waktu berdua dengan sahabat masa kecilnya itu.
Rezvan memasuki mobil dan langsung pergi meninggalkan perusahaannya, tujuannya kali ini adalah rumah Mami Kala.
Beberapa menit setelah menempuh perjalanan yang tidak terlalu jauh, akhirnya Rezvan sampai.
Laki-laki itu memarkirkan mobilnya di halaman depan rumah Mami Kala, setelah itu keluar dari mobilnya dan langsung memasuki rumah Mami Kala setelah dirinya di sambut oleh pemilik rumah.
"Kamu duduk dulu saja di meja makan, Mami akan memanggilkan Kirana." kata Mami Kala sambil tersenyum.
__ADS_1
Rezvan menganggukan kepalanya, di meja makan sudah ada Papah Reja dan juga Reygan, Rezvan pun langsung menyalami Papah Reja.
"Bagaimana kabarmu, Rezvan?" tanya Papah Reja sambil tersenyum ramah.
"Baik saja, Paman."
"Syukurlah kalau begitu, Kirana sudah menceritakan semuanya kepadaku, aku harap kau benar-benar menyayangi putriku."
"Tentu saja paman, aku benar-benar menyayangi Kirana, sejak aku kuliah aku selalu kepikiran tentangnya."
Papah Reja terkekeh, dia bisa melihat keseriusan laki-laki yang ada di sampingnya itu, tidak lama Kirana, Mami Kala dan juga Chalandra datang dan langsung duduk di kursinya masing-masing.
Rezvan dan Kirana saling mencuri pandang sambil tersenyum.
Kirana hanya bisa tersenyum mendengar pertanyaan adiknya itu. "Wih aku akan menjadi adik ipar." katanya begitu heboh.
"Sudah-sudah, itu dibicarakan nanti saja, sekarang makanlah." kata Mami Kala langsung di iyakan oleh mereka semua.
Mereka pun mulai melahap makanan yang sudah ada di depan mata.
***
Sorenya Rezvan dan Kirana berpamitan untuk pergi, Kirana akan kembali bekerja besok pagi maka dari itu ia harus kembali menginap di Apartemennya.
Di perjalan Kirana merasa senang karena kedua orang tuanya menyambut dengan baik kedatangan Rezvan.
__ADS_1
"Oh iya, kau akan berangkat kerja kapan?" tanya Rezvan sambil fokus menyetir.
"Pagi, sekitar jam tujuh."
"Baiklah, aku akan menjemputmu."
"Menjemputku? untuk apa?" tanya Kirana kebingungan.
"Aku akan mengantarkanmu kerja." jawab Rezvan tangannya bergerak mengelus-elus rambut Kirana.
"Baiklah. " kata Kirana tidak bisa berkata-kata lagi setelah Rezvan mengelus rambutnya.
Sesampainya di depan gedung yang sangat besar dan juga tinggi, Kirana keluar dari mobil, gadis itu melambaikan tangan sambil tersenyum sumringah.
"Maafkan aku tidak bisa mengantarkanmu, aku harus menyelesaikan beberapa laporan."
Kirana menganggukan kepala merasa tidak keberatan akan hal itu, seorang laki-laki yang hendak masuk ke dalam lobby Apartemen membulatkan kepalanya saat melihat pemandangan yang luar biasa itu, akhirnya ia oun menghampiri Kirana.
"Kak Kirana? kau sedang bersama siapa?" tanya Gala sambil mrmbungkukan badan ingin melihat siapa yang telah mengantarkan Kirana.
"Gala, astaga kau tidak usah kepo, ayo masuk kedalam." Kata Kirana langsung memeluk kepala Gala menggunakan ketiaknya.
"Tunggu kak, aku ingin melihat siapa laki-laki itu."
Kirana langsung memasuki Lobby Apartemennya sambil menyeret Gala yang dari tadi sudah penasaran itu.
__ADS_1