Dokter Cantik Milik Tuan Muda

Dokter Cantik Milik Tuan Muda
37


__ADS_3

Beberapa minggu telah berlalu kini pernikahan Kirana dan juga Rezvan tersisa dua hari lagi, undangan pernikahan pun sudah disebarkan oleh Mami Kala dan juga Mama Chelsea.


Kirana berjalan melewati lorong rumah sakit untuk menjenguk Rezvan yang saat itu sedang dirawat inap di rumah sakit tempatnya bekerja.


Kemarin setelah selesai fitting baju pernikahannya Rezvan tiba-tiba saja jatuh sakit mungkin hal ini karena dia terlalu bekerja keras dengan pekerjaannya.


Kirana menghentikan langkahnya saat melihat pemandangan yang tidak diinginkannya, Rezvan sedang dipeluk oleh seorang wanita yang tidak lain adalah adik kelas Rezvan dulu.


"Bahkan dia masih memakai selang infus." gumam Kirana sambil terkekeh.


Rezvan mengetahui kehadiran kekasihnya itu, laki-laki itu berusaha untuk melepaskan pelukannya tetapi kekuatan wanita itu sangatlah kuat.


"Kirana! ini kesalahpahaman, kau taukan?" kata Rezvan begitu panik melihat wajah Kirana saat itu.


Kirana menghembuskan nafasnya sambil memejamkan mata. "Kesalahpahaman?" tanya Kirana mengulangi perkataan calon suaminya itu.


"Kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi dan kami akan berusaha keras, mohon jangan menyimpan dendam dan lepaskan pelukanmu." kata Kirana berusaha untuk terlihat santai.


Wanita itu terlihat kebingungan, ia pun melepaskan pelukannya dan langsung menatap Kirana dengan kedua tangan yang dilipatkan.


"Apakah kau Kirana putri dari artis bernama Kala dan juga Direktur dari perusahaan Nudeflix Investment?" tanya Wanita itu.


"Benar." jawab Kirana sambil tersenyum.


"Aaa apakah kau Liora, adik kelas calon suamiku dulu?" tanya Kirana balik.


Wanita itu menganggukan kepalanya. "Senang bertemu denganmu." kata Kirana menghampiri Rezvan dan langsung merangkulnya.

__ADS_1


"Sepertinya calon suamiku masih harus beristirahat, terima kasih sudah mengunjunginya." kata Kirana langsung menuntun Rezvan memasuki kamarnya.


Wanita itu hanya bisa tertawa remeh, dengan kesal ia pun pergi dari kamar inap Rezvan.


Kirana menutup pintunya dengan rapat lalu berjalan kearah laci mini untuk mengambil minum, tanpa memperdulikan Rezvan.


Rezvan perlahan mendekati Kirana dan langsung memeluk tubuh Kirana dari belakang, aroma tubuh yang selalu membuat Rezvan tidak ingin jauh-jauh dari wanita yang sekarang menjadi calon istrinya itu.


"Apakah kau marah?" tanya Rezvan mengubah posisinya menjadi duduk di samping ranjang.


Kirana menggelengkan kepalanya sambil membenarkan infus yang dikenakan oleh Rezvan. "Kau tadi mau pergi kemana? sudah ku katakan jangan banyak bergerak."


"Tadi aku ingin menemuimu, tetapi untungnya kau datang."


"Kau pasti senang sudah berpelukan dengan adik kelasmu itu." kata Kirana.


Rezvan terkekeh melihat Kirana yang saat itu sedang cemburu, ya Kirana tahu jika wanita tadi adalah adik kelas Rezvan dulu karena laki-laki itu pernah bercerita kepadanya.


Rezvan seketika berhenti tentawa dan mengubah ekpresinya, Kirana menghembuskan nafasnya dan langsung membantu Rezvan untuk kembali berbaring diatas ranjang.


"Apakah sudah ada dokter yang memeriksamu?" tanya Kirana.


Rezvan menganggukan kepalanya sambil terus-terusan memandangi kecantikan calon istrinya itu.


"Baguslah."


Disisi lain Reygan, Savian, Januartha, Gavin, Gala, Chalandra dan juga Eliaria berjalan bersama di lorong rumah sakit.

__ADS_1


Semua mata tertuju kearah mereka bertujuh, Reygan yang berjalan paling depan terlihat seperti ketua yang sedang mendampingi beberapa anak buahnya.


Chalandra mengibaskan rambutnya, penampilan gadis itu terbilang sangat keren, dengan tangtop crop dan juga jaket bewarna putih yang dipakainya menambah kesan yang memukau dari gadis itu.


Eliarian, gadis itu tak kalah cantik dengan balutan dress bewarna pink seatas lutus dan juga rambut yang dikepang dua membuat gadis itu terlihat lucu.


Sedangkan kelima laki-laki itu memakai kaos biasa tetapi masih terlihat keren, buktinya semua orang menatap kagum kearah mereka.


Gala tersenyum sambil merangkul pundak Januartha tetapi laki-laki itu melepaskan rangkulan Gala.


Januartha dan Savian berjalan dengan wajah yang terlihat cuek bahkan tidak ada ekspresi sama sekali.


Reygan laki-laki itu terlihat santai, kadang-kadang ia memperlihatkan senyumannya sehingga membuat para dokter wanita yang ada disana meleyot.


"Astaga mereka sangat keren sekali."


"Mereka siapa? terlihat keren sekali."


Suara bisikan-bisikan bisa terdengar oleh Meishana yang saat itu baru saja keluar dari kamar rawat inap pasien, wanita itu membulatkan matanya melihat Reygan dan juga beberapa temannya datang.


"Astaga mereka sampai membuat orang-orang menjerit, untung saja aku mengenali Kirana." gumam Meishana menggengkan kepalanya.


Reygan memasuki kamar rawat inap yang sudah diberitahu oleh Kirana waktu itu, laki-laki itu tersenyum sambil memberikan buket bunga kepada kakak perempuannya itu.


"Apakah kakak baik-baik saja?" tanya Chalandra.


"Sudah membaik, mungkin dokter akan mengijinkanku pulang malam ini." jawab Rezvan

__ADS_1


"Astaga kalian ini sedang fashion show atau bagaimana? orang-orang memperhatikan kalian semua." kata Meishana yang baru saja datang.


Kirana hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, ia bisa melihat saat Meishana membukakan pintu tadi, disana sudah ada banyak sekali orang yang ingin melihat adik-adiknya itu.


__ADS_2