
Arthur dan Kirana berjalan di sekitaran taman rumah sakit untuk mencari udara.
Tidak ada percakapan di antara mereka, rasanya benar-benar canggung.
Kirana tersenyum saat melihat Sandra yang tidak lain adalah ibu Jian, Kirana membungkukan badan memberi hormat begitupun dengan Arthur.
"Bagaimana keadaan Jian? aku belum melihat kondisinya lagi karena kemarin ada urusan."
"Dia baik-baik saja, berkat dokter. oh iya Jian menanyakan keberadaanmu sesekali berkunjunglah ke kamar Jian" ucap Sandra sambil tersenyum ramah.
"Baiklah, aku akan berkunjung." kata Kirana.
"Apakah dia kekasihmu?" tanya Sandra sambil melirik Arthur.
Kirana melirik laki-laki itu sebentar lalu terkekeh. "Bukan, dia hanya rekan kerjaku saja." jawabnya
"Ah begitukah, baiklah jika begitu aku pamit."
Kirana menganggukan kepalanya lalu kembali membungkukan badannya. "Sepertinya kau sangat dekat dengan keluarga pasien itu." kata Arthur memulai percakapan.
"Begitulah, lain kali aku akan mengajakmu untuk bertemu dengan Jian, dia sangat manis sekali."
Arthur terkekeh mendengar perkataan Kirana lalu kembali berjalan bersama dengan wanita itu untuk mengelilingi taman rumah sakit.
Disisi lain Rezvan sedang berada di sebuah restoran bersama dengan Aleta dan juga Danial.
"Bagaimana acaranya? apakah berjalan dengan lancar?" tanya Danial sambil menyeruput kopinya.
"Lancar tetapi ada kendala sedikit."
__ADS_1
"Apa itu?"
"Rindu membuat keributan disana, dia menyalahkan Kirana karena aku memutuskan hubungan dengannya."
Danial menggelengkan kepalanya saat membayangkan betapa keras kepalanya Rindu. "Sudah ku katakan, dia bukan wanita baik dan dia tidak cocok untukmu."
"Hm, aku mengetahuinya."
"Tapi soal Kirana, ternyata kau sangat cepat sekali. bagaimana bisa kau mendapatkannya?" tanya Danial sambil terkekeh.
"Kau tidak perlu tahu, Danial."
"Tentu saja aku harus tahu, apakah kau melakukan semua yang aku perintahkan?" tanya Danial sambil menyipitkan matanya.
"Hah Ti-tidak!" bantah Rezvan.
"Rezvan ini coklat panas yang kau pesan." potong Aleta secara tiba-tiba.
"Oh iya kalian sedang membicarakan apa?" tanya Aleta sambil duduk disamping Rezvan.
"Tidak, hanya saja kita sedang membicarakan seseorang."
"Eish kalian tidak pernah berubah sama sekali."
"Kau juga bukankah menyukai pria tampan seperti Rezvan?" tanya Danial yang berhasil membuat Aleta gugup.
Wanita itu melotot kearah Danial dan menendang kaki laki-laki itu. "Kau ini selalu berbicara sesuka hatimu saja!"
Rezvan hanya bisa menggelengkan kepalanya saja melihat keributan antara Danial dan juga Aleta, laki-laki itu mengambil ponsel lalu mengirim pesan kepada Kirana.
__ADS_1
Sedangkan di tempat lain Kirana masuk kedalam lift saat pintunya sudah terbuka, wanita itu mengecek ponselnya saat terdengar suara notifikasi masuk, saat pintu lift akan tertutup tiba-tiba saja ada seseorang yang mengulurkan tangannya agar pintu lift tidak tertutup.
Kirana tersenyum kepada laki-laki itu lalu kembali fokus kearah ponselnya, laki-laki itu langsung memasuki lift dan memencet tombol angka yang ada disana.
Kirana terkekeh saat melihat isi pesan yang dikirimkan oleh Rezvan.
"Kau Kirana? anak pertama Kala?" tanya laki-laki yang ada di belakang Kirana secara tiba-tiba.
Kirana terdiam, ia bertanya-tanya dalam hati apakah ia mengenali laki-laki itu atau tidak.
Kirana memutar tubuhnya untuk menatap laki-laki itu, anehnya dia menggunakan topi dan juga masker untuk menutupi wajahnya.
"Benar, apakah kau mengenalku?" tanya Kirana.
"Senang bertemu denganmu, aku harap kita selalu bisa bertemu, lain kali aku ingin mengobrol denganmu." kata laki-laki itu.
"Apa maksudmu?" tanya Kirana merasa kebingungan.
Pintu lift terbuka dan laki-laki itu langsung keluar dari lift setelah berpamitan dengan Kirana.
Wanita itu hanya bisa menatap kepergiannya sambil berpikir dengan ucapan yang keluar dari mulut laki-laki itu.
"Siapa dia? aku tidak mengenalnya." gumam Kirana.
"Kirana!"
Kirana melihat kearah asal suara, Meishana sudah menunggunya dari tadi, wanita itu melambaikan tangannya.
Tanpa berpikir panjang Kirana langsung menghampiri Meishana dan berniat untuk pergi ke kamar Jian.
__ADS_1