Dokter Cantik Milik Tuan Muda

Dokter Cantik Milik Tuan Muda
22


__ADS_3

Rezvan membukakan matanya begitu mendengar suara ponsel yang berbunyi, laki-laki itu turun dari kasur dan langsung pergi kearah balkon untuk mengangkat panggilan masuk.


Kirana yang terganggu dengan suara ponsel itupun akhirnya terbangun, ia melihat punggung Rezvan dari luar balkon.


Gadis itu kembali mengingat kejadian semalam saat Rezvan tiba-tiba saja mencium bibirnya, untung saja hal itu tidak berlangsung ke adegan ranjang karena saat itu Rezvan kembali tertidur.


Kirana membuyarkan lamunannya saat mendengar suara Rezvan yang memanggil namanya.


"Apakah Danial yang mengantarkanku kesini?"


"Kau tidak ingat?" tanya kirana sambil menyingkirkan selimut yang menutupi tubuhnya.


Rezvan dengan perlahan menggelengkan kepalanya, yang ia ingat malam itu sedang minum berdua bersama sahabatnya Danial.


"Ouh." Kirana turun dari kasurnya dan pergi menuju kamar mandi.


"Tadi nenekku menelpon, ternyata dia memintaku untuk pergi ke Bali hari ini." kata Rezvan membuat langkah Kirana berhenti.


Gadis itu membalikan badan seraya menatap wajah Rezvan dengan kebingungan.


"Lalu untuk tiket pesawat?"


"Maka dari itu aku akan meminta Asistenku untuk membelinya sekarang."


"Ah begitu, baiklah aku akan bersiap-siap sekarang." kata Kirana


***


Rezvan dan Kirana sudah sampai di Bali pukul 11.50, dari jakarta pesawat mereka terbang jam 10.00 WIB.

__ADS_1


Rezvan dijemput dari bandara oleh sopir papahnya yang ada di Bali, kebetulan sopir juga mengetahui jalan menuju tempat nenek Sumi.


Tidak ada percakapan selama di perjalan, Kirana yang fokus melihat jalan di balik jendela mobil sedangkan Rezvan yang fokus memainkan ponselnya.


Cuaca hari itu entah kenapa mendung, menandakan hujan deras akan turun.


"Masih lama pak?" tanya Rezvan.


"Iya tuan, jarak dari bandara menuju tempat nyonya membutuhkan waktu satu jam."


Rezvan melihat kearah luar jendela lalu bergantian kearah Kirana yang saat itu sedang menyenderkan kepalanya di samping jendela.


"Kalau ada hotel berhenti saja."


Sontak perkataan Rezvan membuat Kirana terkejut, gadis itu langsung menatap tajam Rezvan.


"Cuacanya tidak bagus dan kau sepertinya kelelahan, lebih baik baik kita beristirahat dulu saja di hotel." lanjutnya menjelaskan.


Kirana dan Rezvan keluar dari mobil dan langsung berlari kecil memasuki lobby hotel.


Turun hujan deras membuat baju mereka basah sebagian.


Kirana dan Rezvan menghampiri resepsionis untuk membooking kamar.


"Selamat datang tuan, nona." ucap seorang wanita dan juga laki-laki yang sedang bertugas disana.


"Saya ingin membooking dua kamar." kata Kirana.


Seorang laki-laki yang sedang bertugas disana melihat kearah Rezvan yang sedang menggerakan bibirnya dengan sangat jelas walaupun tidak terdengar.

__ADS_1


"Satu."


"Maaf nona, malam ini hanya tersisa satu kamar saja." ucap laki-laki itu saat mengerti dengan kode yang diberikan oleh Rezvan.


"Satu?" Kirana menatap Rezvan yang saat itu langsung memasang wajah dingin seperti biasanya.


"Jika begitu, kamar standar."


Laki-laki itu kembali menatap Rezvan yang kali ini sedang menggeleng-gelengkan kepala kearahnya.


Karena mengerti penjaga resepsionis itu terkekeh lalu kembali menatap Kirana, berusaha untuk terlihat santai.


"Maaf nona, tidak ada kamar standar tapi hanya ada kamar king."


Rezvan tersenyum tipis mendengarnya, lagi-lagi Kirana menatap Rezvan membuat laki-laki itu langsung memasang kembali wajah dinginnya.


"Jika tidak mau kita ganti hotel saja, sopir juga masih menunggu kita di parkiran." kata Rezvan


"Tidak perlu, diluar juga cuacanya sedang tidak bagus. Kita menginap disini saja untuk satu malam." ucap Kirana yang saat itu sudah benar-benar lelah.


"Baiklah."


Penjaga resepsionis itu tersenyum lalu mulai menyiapkan kamar untuk mereka berdua.


Beberapa menit setelah selesai, penjaga resepsionis itu langsung memberikan kunci kamar ke Rezvan.


"Kamar kalian ada di lantai tiga, nomor 311."


"Terima kasih."

__ADS_1


Setelah selesai membayar akhirnya Kirana dan juga Rezvan berjalan menuju lift untuk pergi ke kamarnya yang ada di lantai tiga.


__ADS_2