
Kirana mengerutkan keningnya saat Rezvan malah membawanya pergi ke rumah Mami Kala.
"Bukankah kita akan pergi berkencan? kenapa kau malah membawaku kesini?" tanya Kirana.
Rezvan hanya terdiam tidak menjawab pertanyaan Kirana, laki-laki itu tersenyum dan membawa Kirana ke halaman belakang rumah Mami Kala.
Kirana semakin kebingungan saat melihat halaman belakang rumah sudah di dekorasi secantik mungkin.
Kirana membulatkan matanya saat adik dan juga kedua orang tuanya tiba-tiba saja muncul sambil bertepuk tangan.
Rezvan semakin mengembangkan senyumannya, laki-laki itu mengambil bunga dan juga sebuah kotak kecil yang dari tadi dipegang oleh Reygan.
"Satu bulan lagi aku harus pergi ke luar kota dan maka dari itu aku berniat menikahimu di bulan ini sebelum aku berangkat ke luar kota."
"Aku cinta kamu, semua tentang kamu, kelemahan dan kekuatanmu. cincin ini menggambarkan seumur hidupku hanya mencintaimu. Kirana aku mencintaimu hanya bukan sekadar kata-kata tapi dalam hatiku kamu adalah tujuan utamaku, ini yang paling tulus dalam hatiku, apa kamu bersedia menikah denganku?" Rezvan membuka kotak kecil yang ternyata berisi cincin.
Mata Kirana terlihat berkaca-kaca, wanita itu tersenyum haru kearah Rezvan. tidak lama Kirana menganggukan kepalanya dan langsung mengulurkan tangan kirinya.
Rezvan langsung memasangkan cincin itu di jari manisnya lalu memeluk tubuh kekasihnya itu.
Kirana tidak menyangka jika Rezvan akan melamarnya secepat itu, bahkan ia juga tidak tahu dari kapan laki-laki itu mempersiapkan semuanya.
"Calon menantu mama cantik sekali menggunakan cincin itu." ucap Mama Chelsea sambil memeluk Kirana.
__ADS_1
"Mami juga senang sayang, akhirnya ada laki-laki yang mencintaimu dengan tulus seperti Rezvan." ucap Mami Kala ikut memeluk tubuh anaknya itu.
"Papah harap kau tidak memainkan perasaan anakku, Kirana adalah anak kesayanganku dan aku tidak ingin kau menyakitinya." kata Papah Reja sambil menepuk pundak Rezvan.
"Benar, dan untuk masalah pernikahan biar Ayah dan juga Reja yang mengurusnya."
"Terima kasih Ayah, Papah."
Malam itu dilanjutkan dengan makan malam bersama.
***
Kirana memasuki kamarnya saat keluarga Rezvan sudah berpamitan pulang.
Kirana memperhatikan cincin yang terpasang di jari manisnya, wanita itu tersenyum memandanginya.
"Dulu kau memberikanku cincin yang terbuat dari ranting dan juga rumput, sekarang kau memberikanku cincin asli." gumam Kirana
Pintu terbuka dan memperlihatkan Chalandra yang memasuki kamarnya dengan wajah yang di tekuk masam, disusul oleh Reygan yang saat itu sedang membawa kunci mobilnya.
"Kakak lihatlah kak Reygan, dia memaksaku untuk ikut dengannya, aku tahu pasti dia akan menemui sahabat-sahabatnya itu." kata Chalandra mengadu kepada Kirana.
Kirana tersenyum melihat keributan kedua adiknya itu. "Hanya sebentar saja, nanti aku akan menuruti semua kemauanmu."
__ADS_1
"Tidak, aku sibuk."
"Sibuk apanya? kau bahkan tidak mempunyai pacar." kata Reygan
Chalandra malah melotot kearah kakak laki-lakinya itu. "Kak Kirana lihatlah kak Reygan, aku sangat pusing sekali dengannya."
"Kau akan mengajak Chalandra kemana?" tanya Kirana yang madih terkekeh dengan sikap kekanak-kanakan kedua adiknya itu.
"Aku akan mengajaknya membeli keperluan wanita."
"Keperluan wanita? untuk siapa? apakah kau sudah mempunyai pacar?" tanya Chalandra.
Kirana menatap adik laki-lakinya itu dengan lekat, hal itu membuat Reygan menjadi gugup, ia menatap kedua wanita yang saat ini sedang menatapnya dengan tatapan yang mengintimidasi.
"Sudahlah, aku berangkat sendiri saja" ucap Reygan lalu pergi meninggalkan kamar kakak perempuannya itu.
"Benarkah dia sudah mempunyai pacar?" tanya Chalandra menatap kepergian kakak laki-lakinya itu.
"Oh iya kak, aku ingin tidur bersamamu." kata Chalandra sambil memeluk tubuh Kirana dari samping.
"Astaga kau ini, baiklah."
Chalandra senang saat mendapatkan izin dari kakak perempuannya itu, ia pun langsung buru-buru naik keatas kasur dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
__ADS_1