First Love Rubi Salman

First Love Rubi Salman
Bab. 12


__ADS_3

"Aahh!! To-long le-pas-kan aku jangan sakiti aku," wajahnya Rubi semakin memelas.


Afrizal segera menarik hijabnya Rubi secara perlahan, sedang Rubi yang diperlakukan seperti itu tidak bisa menolak dan hanya melawan sebisanya saja. Afrizal membuka semua tali pengikat yang ada di tubuhnya Rubi yang sesekali mengelus bagian tubuhnya Rubi.


"Ya Allah bantulah aku untuk melawan rasa ini agar aku bisa lolos dari tempat terkutuk ini, aku tidak boleh kalah dari rasa ini," lirih nya Rubi.


Setelah tubuhnya sudah terbebas dari segala ikatan tali yang mengikat sebagian anggota tubuhnya itu. Ia mencari dan merencanakan rencana agar bisa lolos dari dalam tempat terkutuk ini.


Afrizal mulai Ingin menyentuh tubuhnya Rubi, tapi Rubi berusaha untuk menghalau tangannya Afrizal yang hanya berhasil menarik hijabnya Rubi. Terekspos lah leher jenjangnya dan rambut panjangnya yang bewarna hitam kecokelatan itu.


"Ternyata kamu semakin cantik jika tidak memakai hijab kamu," ungkapnya Afrizal yang sudah tidak tahan ingin menyalurkan sesuatu yang ditambah diperparah dengan melihat sebagian tubuhnya Rubi yang sangat seksi di matanya.


Afrizal menarik kakinya Rubi hingga tubuhnya sudah berada di hadapannya langsung Afrizal. Ia segera mengungkung tubuhnya Ruby dengan mulai menciumi seluruh wajahnya Rubi yang terus berontak dan menolak sentuhan Afrizal dari atas kulitnya dan juga melawan rasa aneh yang semakin menyiksanya.


"Kamu terlalu munafik jadi seorang perempuan, apa kamu tidak tahu betapa sakitnya hatiku saat kamu tolak mentah-mentah cintaku di hadapan teman-teman haa!!" hardiknya Afrizal dengan kedua bola matanya memerah menahan amarahnya.


Rubi yang mendengar perkataan dari mulutnya Afrizal langsung dibuat sangat terkejut dan sekaligus kecewa.


Rubi menutup mulutnya saking tidak percayanya dengan kenyataan yang ada," Ya Allah... apa karena itu kakak sehingga menaruh dendam dan kebencian terhadap aku," Lirihnya Rubi.


"ha-ha-ha!! itu lah aku Rubi, sayangnya kamu terlambat sadari semuanya, karena kamu tidak akan mampu melawan aku yang sudah memasukkan obat pe rang sang dalam jus buah yang kamu minum itu!" umpatnya Afrizal Prayoga Yudistira.

__ADS_1


Rubi Aliya Sayed terkejut dengan perkataan yang baru saja meluncur dari mulutnya Afrizal.


"Aku akan menunjukkan padamu siapa aku sebenarnya haha!!" hardiknya Afrizal yang sambil menarik tangannya Rubi hingga tubuhnya Rubi sudah berada di bawah kungkungannya.


"Ini tidak boleh terjadi, karena aku memelas meminta tolong pun tidak ada gunanya, aku harus mencari cara yang paling tepat untuk melawannya," gumamnya Rubi yang terus menggelengkan kepalanya agar wajahnya terhindar dari sentuhan bibir nya Afrizal.


Ketika sudut ekor matanya melihat ke arah celah kedua kakinya Afrizal dengan sekuat tenaga ia menendang bagian dari daerah sensitifnya Afrizal sekuat tenaganya.


"Aaahhhh!!! Sakit!!" Teriaknya Afrizal yang berteriak kencang dan menggema di dalam kamar itu.


"Hey!! Apa kalian tidak mendengar ada suara teriakan dari dalam kamar di Bos?" Tanyanya Adi.


"Haa!! Kamu salah dengar kali, lagian kalau ada suara teriakan mungkin saja Si Bos sudah menancapkan pakunya kali, iya gak sih," tampiknya Sion.


Mereka kembali menikmati minuman beralkoholnya. Mereka tidak menghiraukan suara apapun itu dari kamarnya Afrizal berada.


"Aku harus segera kabur dari sini secepatnya," cicitnya Rubi seraya menarik hijabnya yang teronggok di atas lantai lalu tergesa-gesa memakainya dengan asal saja.


Rubi terus berusaha menenangkan dirinya yang sudah semakin merasakan keanehan dan memutar otaknya untuk segera lolos dari kandang buaya darat.


Ia segera memutar kenop pintu dan untungnya pintu itu tidak terkunci rapat," syukur Alhamdulillah pintunya bisa terbuka," Lirihnya sambil berjalan mengendap-endap dengan langkah kaki yang sangat pelan sambil berjalan berjinjit.

__ADS_1


Hijabnya hanya melilit asal karena brosnya sudah hilang entah kemana. Sedang Afrizal yang masih mengerang kesakitan hanya terbaring meringkuk di atas ranjang tanpa bisa berbuat lebih untuk mencegah langkah kakinya Ruby.


"Hey!! Jangan lari wanita sia lan!!" Jeritnya Afrizal yang sudah terbakar emosinya kesal karena Rubi sudah berhasil kabur dari kandang buaya darat.


Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap First Love Rubi Salman dengan caranya:


Like Setiap babnya, Rate bintang lima, Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi, Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...


Mampir juga dinovel aku yang lain:



Merebut Hati Mantan Istri.


Duren, i love you


Bukan Yang Pertama


Cinta Pertama


__ADS_1


Makasih banyak all readers… I love you all..


by Fania Mikaila Azzahrah


__ADS_2