
Tubuhnya Rubi terhuyung hingga membuat semua orang berteriak histeris.
"Tidak!!!" Teriak semua orang yang dibuat shock setengah mati karena tanpa diduga Rubi sudah terjatuh ke arah bawah.
"Rubi!!" Jeritnya Fariz.
"Putriku!!" Pekiknya Bu Humairah yang segera berlari ke arah tempat semula Rubi berdiri.
Semua orang menutup mata dan mulut mereka saat melihat Rubi terjatuh kebawah. Fariz segera berlari kencang ke arah Rubi. Untung saja Fariz bergerak cepat sehingga masih mampu menarik tangannya Rubi hingga Rubi tidak terjatuh ke bawah tapi, berayun dengan tangan kanannya dipegang oleh Fariz.
"Tolong!! Bantuannya!!" Teriaknya Fariz ke arah beberapa orang yang hanya menatap mereka yang ketakutan karena hampir semua orang yang hadir di sana hanya kebanyakan perempuan.
Hanya berselang beberapa menit kemudian, rombongan bala bantuan dari kepolisian telah datang. Peluh keringatnya Fariz sudah bercucuran membasahi pipinya.
"Rubi! Abang mohon bertahanlah, bantuan sudah datang," Lirihnya yang tangannya sudah mulai berkeringat hingga genggaman tangannya basah dan licin.
Pihak polisi segera membantu Fariz untuk menarik tubuhnya Rubi yang sudah tidak sadarkan diri lagi. Dengan susah payah, sekuat tenaga mereka yang hadir di sana memberikan bantuannya untuk menarik Rubi agar segera diselamatkan. Tim dari pihak rumah sakit sudah membawa bangkar untuk nantinya dipakai menaikkan tubuhnya Rubi ke atasnya.
Air matanya Bu Humairah tak hentinya menetes membasahi wajahnya yang masih pucat pasi.
__ADS_1
"Semoga saja gadis itu tertolong," ujarnya beberapa orang yang ada di sana.
"Amin, kasihan sama ibunya dan kakaknya sudah berjuang untuk menyelematkan nyawa anggota keluarganya itu," timpalnya yang lain.
Semua orang bekerja sama saling membantu agar Rubi segera selamat dari percobaan bunuh dirinya itu. Setelah berselang beberapa menit kemudian, Rubi sudah berhasil diselamatkan walaupun dengan susah payah.
Tanpa terkecuali mengucap syukur Alhamdulillah karena Rubi walaupun dalam keadaan pingsan dan tidak baik-baik saja yang paling penting masih hidup dan bisa terselamatkan dari bunuh dirinya.
"Cepat bawa ke dalam ruangan UGD, pasien harus segera mendapatkan perawatan intensif!" Teriaknya salah satu perawat yang datang ke sana.
"Aku harus bertanya kepada beberapa perawat dan suster yang kebetulan ada di tempat kejadian sebelum kejadian ini terjadi? Karena aku yakin ada orang yang sengaja memberitahukan kepada adikku kebenaran ini," Batinnya Fariz.
"Tolong minggir dari jalan, pasien harus segera dibawa kedalam ruangan pemeriksaan sebelum terlambat?" teriaknya beberapa perawat yang kebetulan mendorong bangkar tersebut.
"Ya Allah... sembuhkanlah anakku, berikan lah kesabaran dan ketabahan pada kami, aku sudah Ikhlas menerima kondisi putriku yang harus hamil tanpa suami, aku hanya berharap dan meminta padaMu ya Allah... jaga dan lindungilah anakku dan calon bayinya, apa pun yang terjadi saya tidak akan mengijinkan siapa pun untuk membunuh calon bayi yang ada di dalam kandungannya Rubi," bathin nya Ibu Humairah.
Kehidupan in bukan untuk menemukan cinta, tapi untuk membangun cinta. Cinta yang indah tidak mungkin hanya ditemukan. Cinta yang indah menuntut pengorbanan yang tidak sederhana.
Hanya dibutuhkan beberapa detik untuk jatuh cinta, tapi seumur hidup untuk membuktikannya.
__ADS_1
"Menunggumu dalam kesabaran lebih indah bagiku dari pada mengungkapkannya. Menantimu dalam doa lebih bermakna dari pada menjelaskannya."
Like Setiap babnya, Rate bintang lima, Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi, Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...
Mampir juga dinovel aku yang lain:
Merebut Hati Mantan Istri.
Duren, i love you
Bukan Yang Pertama
Cinta Pertama
Makasih banyak all readers… I love you all..
__ADS_1
by Fania Mikaila Azzahrah
Takalar, Kamis, tgl 1 Desember 2022