
"Mama!! Tolong usir mereka dari sini, aku tidak ingin melihat mereka lagi, papa!! Aku mohon urus perceraian aku secepatnya aku tidak mau terus hidup dengan pria miskin dan pria tidak tahu diuntung ini!!" Geramnya Ayesha yang berteriak-teriak ingin segera mengakhiri hubungan mereka berdua.
"Bu Arina! Nak Salman tolong dengarkan Ayesha dan penuhi permintaan namun demi kebaikan putri kami ini," ujarnya Pak Samuel papanya Ayesha.
Dengan berat hati Salman dan Bu Arina meninggalkan kediaman keluarga Samuel Fatir Fathanah dengan keadaan hati dan perasaannya yang berbeda-beda.
Salman dan Bu Arina meninggalkan kediaman keluarga besannya sekaligus menantunya itu.
"Salman kamu harus sabar Nak,kalau memang Ayesha meminta bercerai denganmu keputusannya semua ada sama kamu, cukup sekali Mama memaksa kamu dulu untuk mengikuti perintah dan kemauan Mama dan papamu, karena Mama yakin kamu bisa memutuskan yang terbaik untuk kehidupanmu sendiri," ujarnya Bu Arina.
Salman hanya tersenyum tipis menanggapi perkataan dari mamanya itu, ia segera masuk ke dalam mobilnya karena sudah cukup ia mendengar teriakannya dan hinaannya Ayesha istri yang sudah dua tahun belakangan ini mulai ia sayangi.
Sesekali mengelus wajahnya dengan tampak gusar dan juga ia menghembuskan nafasnya dengan sangat kasar. Tatapannya tajam menatap ke arah depan jalan sambil tangannya setia dikemudi mobilnya. Entah angin apa yang menyebabkan Salman teringat dengan apa yang dilakukannya beberapa bulan lalu.
"Ya Allah… apa ini karma untukku karena aku sudah menyakiti gadis yang sama sekali tidak punya salah padaku," batinnya Salman.
Arina diam-diam memperhatikan kondisi mental putranya. Dengan wajahnya yang sendu itu menyiratkan jika hatinya sedih, kecewa dan terluka akibat perbuatan dari istrinya sendiri.
__ADS_1
Bu Arina memegang punggung tangan kiri anak sulungnya itu," Nak! Bersabarlah karena setiap manusia itu punya ujian dan cobaan dalam hidupnya, semakin kamu kuat dan bersabar insya Allah kamu akan menemukan kebahagiaan yang hakiki dan sesungguhnya," nasehat Bu Arina yang bersikap bijaksana memaknai hidup yang terjadi pada nasib percintaan dan rumah tangga anaknya itu.
"Apa yang terjadi padanya, apa ia menderita sepeninggal aku yang sudah merenggut mahkotanya itu, aku hanya berharap semoga hidupnya lebih baik dari hari ini, jika aku punya waktu luang aku pasti akan segera mencarinya dan meminta maaf padanya," Salman membatin.
Sejak kejadian itu, hubungan Ayesha dengan Salman sudah semakin renggang. Tidak ada lagi kehangatan dan komunikasi yang terjalin dari kedua pasangan suami istri itu. Seolah Ayesha menjaga jarak bahkan sudah memutus komunikasi dan silaturahmi dengan Salman.
Sudah tiga bulan hal itu terjadi, Salman baru saja ingin berangkat ke kantornya. Tiba-tiba langkahnya terhenti ketika melihat seorang pria yang berjalan masuk ke dalam halaman rumahnya itu. Tatapannya tajam menelisik pria itu yang memakai pakaian yang cukup rapi dan membawa sebuah tas kerja yang berwarna hitam.
"Selamat pagi Pak Salman!" Sapanya pria itu.
"Selamat pagi juga Pak, silahkan duduk! Maaf ada yang bisa saya bantu Pak?" Tanyanya Salman yang duduk terlebih dahulu lalu bapak itu pun ikut duduk di sofa ruang tamu rumah pribadinya Salman hasil dari keringatnya sendiri selama ia menikahi Ayesha.
Salman tanpa banyak pikir dan tanpa sepatah katapun langsung mengambil berkas itu dan menandatangani surat perceraiannya tanpa berniat untuk banyak bertanya ataupun ingin protes sedikit pun.
"Pak Salman tidak perlu khawatir dengan masalah harta gono-gini karena klien kami Nona Muda Ayesha sama sekali tidak berniat untuk meminta sedikit pun dan ia serahkan sepenuhnya untuk pak Salman saja," ungkap Pak Lie.
Salman hanya mengucapkan bismillahirrahmanirrahim sebelum menandatangani surat perceraiannya. Ia sedih,tapi mau diapa nasi sudah menjadi bubur karena semua itu sudah menjadi takdir dari Allah SWT yang sudah menjadi kehendak yang Maha Kuasa.
__ADS_1
Like Setiap babnya, Rate bintang lima, Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi, Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...
Mampir juga dinovel aku yang lain:
Kau Bahagiaku
Duren, i love you
Bukan Yang Pertama
Cinta Pertama
Meraih Cintanya
__ADS_1
Makasih banyak all readers… I love you all..