First Love Rubi Salman

First Love Rubi Salman
Bab. 31


__ADS_3

"Maaf putriku belum menikah sekalipun dan dia adalah kakaknya Rubi anak sulung ku dokter," ungkapnya Bu Humairah yang keheranan kenapa dan apa alasannya Dokter berbicara seperti itu.


Dokter pun ikut keheranan melihat reaksi dari Bu Humairah yang shock dan terkejut dengan perkataannya. Bu Dokter pun sudah mengerti dengan apa yang terjadi.


"Selamat Bu, Anda akan segera memiliki seorang cucu," ujarnya Bu Dokter tersebut.


"Cucu, Rubi putriku hamil!" Beo Bu Humairah.


Fariz dan Bu Humairah saling berpandangan satu sama lainnya. Raut wajahnya Bu Humairah langsung pucat pasi mendengar kenyataan jika anaknya hamil.


"Iya, puteri Ibu sedang mengandung dan usia kandungannya sudah jalan dua bulan, selamat yah Bu," tuturnya Bu Dokter.


Bagaikan petir di siang hari bolong, berita yang dia dengar langsung dari mulut Bu dokter yang menjelaskan tentang kenyataan jika Rubi hamil muda di luar nikah tanpa suami.


By Humairah berdiri lalu berjalan ke arah Bu dokter, "Ini tidak mungkin!! Pasti Dokter salah mendiagnosa dan memeriksa kondisi kesehatan anakku!" Tanyanya dengan menggoyangkan tubuhnya Bu dokter.


Fariz yang melihat Bundanya seperti itu segera menenangkan diri bundanya, "Ibu hentikan semua ini, kita harus sabar dan ikhlas menerima kenyataan ini, Bunda istighfar…," bujuknya Fariz memeluk tubuh bundanya agar segera menghentikan apa yang dilakukan terhadap Bu dokter.


"Fariz! Katakan pada Bunda kalau semua ini hanya pura-pura dan kalian prank bunda! kan Nak?" Ratapnya Bu Humairah.


"Maafkan Ibuku, Dokter! Makasih banyak atas informasinya dan bantuannya, kami permisi dulu," imbuhnya Fariz seraya berpamitan dari dalam ruangan Dokter.


Fariz memapah bundanya keluar ruangan, di depan ruangan praktek Dokter ada kursi besi khusus untuk pasien dan pengantar pasien.


"Kita duduk di sana dulu yah Bunda!" Ajaknya Fariz seraya berjalan ke arah kursi tersebut berada.


Air matanya Bu Humairah sedari tadi menetes membasahi pipinya. Ia semakin mengeraskan suara tangisannya itu.

__ADS_1


"Ya Allah… apa yang terjadi pada anakku, kenapa bisa dia hamil sedangkan dia masih gadis, apa yang aku katakan pada orang-orang jika semua keluarga dan tetangga mengetahui semua ini," batinnya Bu Humairah.


Fariz ikut sedih melihat keterpurukan Bundanya itu. Ia bingung juga harus bagaimana untuk menghadapi cobaan yang cukup berat ini.


Fariz kemudian berlutut di hadapan bundanya," Bunda ini semua kesalahannya Fariz yang tidak mampu menjaga keamanan adikku sendiri, aku sudah gagal menjadi Abang yang baik," ratap Fariz Elrumi Aziz.


Keduanya saling berbagi kesedihan dan duka. Mereka tidak menyangka jika cobaan yang begitu berat menghampiri keluarganya tersebut.


"Fariz! Tolong katakan sama Bunda sejujurnya jika semua ini salah dan tidak benar adanya, pasti dokter melakukan kesalahan saat memeriksa adikmu kan?" Rengeknya Bu Humairah dengan menautkan wajah memelasnya.


Fariz menyeka air matanya sebelum menjawab pertanyaan dari bundanya itu," maafkan kami, seperti itu lah kenyataan yang terjadi Bunda, Rubi hamil karena ada seseorang yang telah berniat sedari dulu untuk menghancurkan kehidupan adikku itu," jelasnya Fariz.


Bu Humairah menatap tajam ke arah Fariz," maksudnya apa Nak, apa sebenarnya yang terjadi pada adikmu?" Tanyanya Bu Humairah yang menghapus jejak air matanya yang mewakili perasaannya yang hancur berkeping-keping dengan nasib malang anak perempuannya.


"Aku mengetahui semua ini dari rekaman video seseorang yang sengaja mereka rekam untuk menghancurkan kehidupan keluarga kita Bunda, aku takutkan jika Rubi mengetahui semua ini sudah tidak suci lagi dan hamil di luar nikah," jelasnya Fariz.


Tapi, belum sempat mereka sampai di ruangan tersebut, mata mereka melihat beberapa orang berlarian ke arah lantai tiga.


Fariz yang melihat orang-orang berlarian segera bertanya pada salah satunya," Pak! Apa yang terjadi, kenapa kalian berlarian?" Tanyanya Fariz yang mulai dibuat semakin cemas.


"Ada seorang gadis yang mencoba bunuh diri di atas lantai empat rumah sakit," jawabnya bapak itu.


Fariz melototkan matanya," maksudnya seorang gadis?" Beonya Fariz.


"Gadis itu memakai hijab pink soft dan memakai gamis yang senada dengan hijabnya juga," tuturnya bapak itu.


Bu Humairah yang mendengar perkataan dari mulut bapak tersebut segera berlari menuju tempat yang mereka maksudkan.

__ADS_1


"Tidak!!! Rubi jangan Nak!!" Teriaknya Bu Humairah yang mempercepat langkahnya menuju lantai tersebut.


Fariz pun segera mengikuti bundanya hingga Bu Humairah mampu terkejar. Mereka menaiki lift untuk menuju lantai tersebut. Sesampainya di sana, ia melihat Rubi yang sudah berdiri di atas pagar pembatas lantai.


"Rubi!!!" Teriaknya Bu Humairah yang suaranya mampu mengalihkan perhatian semua orang yang berada di sana termasuk Rubi sendiri.


Like Setiap babnya, Rate bintang lima, Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi, Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...


Mampir juga dinovel aku yang lain:



Merebut Hati Mantan Istri.


Duren, i love you


Bukan Yang Pertama


Cinta Pertama



Makasih banyak all readers… I love you all..


by Fania Mikaila Azzahrah


Takalar, Minggu, 27 November 2022

__ADS_1


__ADS_2