First Love Rubi Salman

First Love Rubi Salman
Bab. 35


__ADS_3

Brukk!!!!


"Aaahhhhh!!!" Teriaknya Ayesha yang sudah tengkurap di atas lantai dengan kondisi yang sangat mengenaskan dengan darah segar mengalir di sekujur kakinya membasahi seluruh dress selutut berwarna peach blossom itu hingga berubah warna.


"Tolong!!!!" Jeritnya.


Satu bulan kemudian, kondisi Rubi sudah membaik. Mereka juga sudah meninggalkan ibu kota Jakarta menuju provinsi Sulawesi Selatan.


Fauzan lebih memilih untuk memboyong kedua perempuan penting dalam kehidupannya ikut bersamanya ke daerah Makassar. Karena ia mendapatkan surat pindah kerja sebagai anggota kepolisian republik Indonesia.


Sedangkan seorang perempuan setelah divonis calon bayinya meninggal dunia, ia sudah tidak bisa hamil lagi karena rahimnya harus diangkat.


"Ayesha! Dengarkan Mas dong sayang kalau kamu seperti ini terus bagaimana caranya kamu sembuh, jadi Mas minta sabarlah karena aku tidak akan pernah berubah padamu walaupun kamu dalam keadaan seperti ini untuk selamanya," bujuknya Salman yang sudah sedih melihat istrinya menyiksa dirinya sendiri.


Sudah satu bulan juga Ayesha dalam keadaan trauma, stres dan juga cukup dibuat prustasi dengan keadaannya itu.


"Salman kamu harus sabar menghadapi istrimu, wajarlah dia seperti itu karena siapa pun yang berada di posisinya pasti akan menderita dan bagus jika istrimu tidak bunuh diri," Ujarnya Bu Arina mamanya Salman yang sedih melihat anak menantu kesayangannya.

__ADS_1


Pernikahan Salman dan Ayesha sebenarnya terjadi karena perjodohan yang direncanakan oleh Bu Arina sendiri. Pernikahan mereka sudah masuk usia ke enam tahun, tahun ini barulah mereka dikaruniai seorang calon bayi z tapi naas gara-gara kecerobohannya sendiri Ayesha sehingga ia harus kehilangan sosok calon bayinya sekaligus rahimnya yang mengalami gangguan.


Ayesha melempari Salman dengan bantal kepala yang ada di sekitar Ayesha dalam jangkauan,"Salman!! Ini gara-gara kamu sehingga aku seperti ini, gara-gara kiriman bungamu aku harus kehilangan calon bayiku dan juga rahim aku harus diangkat!!" Teriaknya Ayesha.


Nyonya Arina dan Salman dibuat terperangah dengan reaksi dan ucapannya Ayesha. Mereka terkejut dan shock karena selama ini mereka tahu kalau Ayesha itu perempuan yang lemah lembut dalam bertutur kata dan sama sekali mereka tidak pernah dengar jika Ayesha bersikap kasar kepada mereka langsung.


Bu Arina saling bertatapan dengan satu sama lainnya dengan putra tunggalnya itu," ya Allah… aku kira Ayesha anak menantuku itu selama mereka menikah sedikit pun tidak pernah berteriak tapi, hari ini aku menjadi saksi dari sikapnya Ayesha yang sungguh diluar dugaanku sama sekali," batinnya Bu Arina seraya menutup mulutnya saking terkejutnya.


"Salman!! Aku sangat menyesal memilih kamu menjadi suamiku, andai saja aku tahu kejadiannya seperti ini aku tidak akan mau menerima tawaran perjodohan kita berdua!!" Pekiknya Ayesha yang matanya memancarkan kilatan amarah yang menggebu-gebu.


Tatapan matanya tajam menelisik dan penuh kebencian," kamu sudah miskin pria yang tidak becus jadi seorang suami, satu hal yang paling aku sesali dalam hidupku adalah menjadi istrimu, aku sungguh bodoh menerima permintaan papa waktu itu, aaahhhh!!!" Jeritnya Ayesha yang membuat Salman terpukul dan sedih sekaligus kecewa dengan kejadian ini.


"Mama!! Tolong usir mereka dari sini, aku tidak ingin melihat mereka lagi, papa!! Aku mohon urus perceraian aku secepatnya aku tidak mau terus hidup dengan pria miskin dan pria tidak tahu diuntung ini!!" Geramnya Ayesha yang berteriak-teriak ingin segera mengakhiri hubungan mereka berdua.


"Bu Arina! Nak Salman tolong dengarkan Ayesha dan penuhi permintaan namun demi kebaikan putri kami ini," ujarnya Pak Samuel papanya Ayesha.


Dengan berat hati Salman dan Bu Arina meninggalkan kediaman keluarga Samuel Fatir Fathanah dengan keadaan hati dan perasaannya yang berbeda-beda.

__ADS_1


Like Setiap babnya, Rate bintang lima, Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi, Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...


Mampir juga dinovel aku yang lain:



Kau Bahagiaku


Duren, i love you


Bukan Yang Pertama


Cinta Pertama


Meraih Cintanya


__ADS_1


Makasih banyak all readers… I love you all..


__ADS_2