First Love Rubi Salman

First Love Rubi Salman
Bab. 25


__ADS_3

"Ini tidak mungkin!! Pasti aku tidak hamil! Aku tidak pernah sekalipun berhubungan dengan pria jadi pasti aku tidak hamil, mungkin aku hanya kelelahan atau pun ada masalah dalam rahimku," ucapnya yang langsung didengar oleh Bu Humairah yang kebetulan membuka pintu kamarnya Rubi.


"Ya Allah… apa aku tidak salah dengar! Putriku saja meragukan kondisi kesehatannya dan katanya belum haid sudah dua bulan lebih! Kalau seperti ini aku harus segera memeriksakan kondisinya anakku aku tidak mau terjadi sesuatu di dalam rahimnya," lirih Bu Humairah.


Rubi berteriak histeris di dalam kamarnya sambil melempar berbagai macam barang-barang yang ada di dalam kamarnya itu. Bu Humairah yang mendapati anaknya seperti itu segera bertindak.


"Rubi! Stop apa yang kamu lakukan Nak? Tolong hentikan, ini Bunda sayang," Bujuknya Bu Humairah sambil memegang kedua tangannya Rubi agar tidak melempar apapun lagi.


Rubi meneteskan air matanya lalu melihat ke arah Bundanya," Bunda! Aku tidak hamil kan bunda? Katanya di dalam hp itu kalau seorang wanita terlambat datang bulan pasti hamil, aku kan belum punya suami aku juga belum pernah berhubungan badan dengan pria jadi pasti aku tidak hamil kan Bunda?" Rengeknya Rubi di hadapan Bundanya.


Bu Humairah yang mendengar perkataan dari anak bungsunya cukup terkejut dengan penuturannya itu," iya sayang kamu tidak hamil kok, tidak selamanya hanya karena gara-gara orang terlambat menstruasi pasti hamil, itu hanya khusus untuk orang yang sudah menikah dan punya pasangan, jadi kamu berhenti untuk menyiksa diri kamu sendiri untuk membuang dan melempar barang-barang milik kamu, mereka tidak tahu apapun dan tidak punya salah sedikit pun juga," ujarnya Bu Humairah dengan lemah lembut agar perasaan Rubi bisa tenang dan nyaman.


Bu Humairah menarik tubuh putrinya kedalam dekapan hangatnya yang penuh dengan kasih sayang. Bu Humairah memberikan pelukan agar anaknya berhenti untuk histeris dan bisa bersikap tenang. Karena pelukan dari seorang ibu mampu menentramkan dan membuat hati bisa tenang, lega dan plong disaat mengahadapi masalah.


Bu Humairah mengelus lembut punggung dan rambut panjangnya Rubi. Setelah beberapa saat berlangsung, apa yang dilakukan oleh Bu Humairah cukup ampuh dan berhasil. Rubi sudah bisa tenang dan nyaman sehingga hanya suara sesegukan tersedu-sedu dalam tangisnya serta tersisa suara isakan yang didengar oleh Bu Humairah.


"Ya Allah… semoga apa yang dipikirkan oleh anakku hanya pikiran semata saja dan tidak pernah jadi kenyataan," guman Bu Humairah yang ikut sedih melihat kondisi putrinya itu.


Sedangkan di tempat lain, tapi masih dalam lokasi yang sama tepatnya di dalam kamar anak sulungnya. Fariz yang baru saja pulang dari bertugas baru ingin memutar kenop pintu kamar mandinya, tangannya terpaksa menggantung begitu saja yang harus ia batalkan gara-gara mendengar hpnya bergetar sekaligus berdering beberapa kali.

__ADS_1


"Siapa sih pagi-pagi gini menelpon, perasaan aku sudah sampaikan sama anak-anak kalau mulai hari ini aku sudah dipindah tugaskan ke daerah lain," keselnya Fariz.


Fariz segera membuka aplikasi hpnya yang baru saja ia letakkan di dalam nakas mejanya. Ternyata yang menelponnya adalah nomor baru tapi,baru saja ia ingin menekan tombol hijau panggilan tersebut sudah mati.


"Kurang kerjaan sekali orang ini, apa hanya sekedar pamer pulsa saja, hehe," cicitnya Fariz sambil tersenyum cengengesan yang awalnya sedikit jengkel sudah berubah menjadi tersenyum tipis.


Tangannya sigap membuka aplikasi chatnya yang berwarna hijau itu, tapi matanya langsung melotot dan membelalakkan saking terkejutnya melihat rekaman video itu. Fariz menutup mulutnya saking tidak percayanya melihat gambar yang diambil dalam rekaman tersebut.


Ada dua buah video yang berhasil dikirim ke dalam hpnya, yaitu video rekaman saat Rubi berhasil disekap dan diminumkan obat perangsang wanita hingga memperlihatkan wajahnya Afrizal kakak seniornya Rubi di kampus sebagai ketua BEM Fakultas Ekonomi saat ini hingga ketika Rubi masuk kedalam hotel bersama pria yang sangat ia kenal dengan baik.


Pria yang menjadi sahabat terbaiknya selama ini, pria yang dia cari keberadaannya hingga pria itu yang sangat ingin ia jumpai selama pencariannya mencari keberadaan Annisa perempuan pujaan hatinya. Fariz menutup mulutnya saking tidak percayanya saat tubuh adiknya dimasuki oleh Salman yang jelas-jelas pria beristri.


Tubuhnya terduduk di atas ranjang, menahan amarahnya yang sudah bergemuruh dan membuncah di dalam dadanya hingga keubun-ubun itu. Tangannya mengepal kuat hingga mencengkeram erat sprei katun yang didudukinya itu.


"Ya Allah… salah apa dan dosa apa yang telah aku perbuat sehingga adikku yang harus menderita seperti ini," Lirihnya Fariz seraya menarik rambutnya.


Air matanya menetes untuk kedua kalinya yang pertama saat ayahnya harus meninggal dunia saat dalam bertugas di daerah dan yang kedua saat ini.


Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap First Love Rubi Salman dengan caranya:

__ADS_1


Like Setiap babnya, Rate bintang lima, Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi, Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...


Mampir juga dinovel aku yang lain:



Merebut Hati Mantan Istri.


Duren, i love you


Bukan Yang Pertama


Cinta Pertama



Makasih banyak all readers… I love you all..


by Fania Mikaila Azzahrah

__ADS_1


Takalar, Senin, 21 November 2022


__ADS_2