First Love Rubi Salman

First Love Rubi Salman
Bab. 6


__ADS_3

Tidak lama kemudian, mobil mereka sudah memasuki area villa. Suasana villa itu cukup ramai karena sudah banyak yang datang.


"Alhamdulillah sampai juga," gumamnya Rubi dengan senyum penuh kebahagiaan.


Rubi merentangkan kedua tangannya dan perlahan menghirup udara segar yang berasal dari pinggir pantai. Malam itu suasana di langit begitu cerah dengan bertaburan bintang-bintang. Sinar rembulan tidak kalah dengan pamor dari bintang. Sang Dewi Malam menyinari dunia dengan sinarnya yang sangat cantik.


Jenar sebagai penunjuk jalan karena ia tidak diserahi tugas oleh Afrizal sebagai panitia acara, "Rubi ini kamarmu, yang di ujung sana kamar nya Sheila dan yang itu kamarku," jelasnya Jenar yang menunjukkan satu persatu kamar kepada sahabatnya untuk mereka tempati sambil menyerahkan kunci ke dalam genggaman tangan sahabatnya satu persatu.


"Makasih bebs," tuturnya Rubi sambil membuka pintu kamar mereka masing-masing.


"You're welcome, no problem, just relax, consider your own Villa," dengan senyuman yang selalu menghiasi wajahnya.


Mereka sudah berada di dalam kamar masing-masing. Rubi membuka jendela kamarnya dan matanya terbelalak, mulutnya menganga terkesima melihat suasana malam itu di pinggir pantai.


"Subhanallah, masya allah cantiknya." Dia mengagumi pemandangan di luar sana yang begitu indahnya di malam ini.


Pemandangan malam itu sungguh sangat indah dan elok dipandang mata. Siapapun yang berada di bawah sinar rembulan malam hari itu pasti akan takjub dan mengagumi keindahan anugerah terindah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.


"Andai aku bisa, aku juga mau punya tempat yang seperti ini walaupun kecil dan sederhana yang paling penting pemandangannya yang berdekatan dengan pantai, pasti asyik." Cicitnya Rubi.


Jam dinding sudah menunjukkan pukul 08.00 malam. Dia segera masuk ke dalam kamar mandi karena ingin mengganti pakaiannya dan bersiap untuk mengikuti party temannya.


Beberapa menit kemudian, dia sudah selesai dengan kostum dan gaun malam yang sebatas lututnya. Dengan topeng butterfly Valve yang menghiasi wajahnya sehingga menambah aura kecantikannya.

__ADS_1


Gaun malam sebatas lutut dan topeng yang dipakainya senada warnanya. Kecantikannya malam itu sungguh membuatnya bak putri dari negeri dongeng saja.


"Aku harus menelepon kakak, untuk mengabarkan bahwa aku sudah sampai."


Tangannya merogoh tas selempangnya. Dia mencari hpnya diantara barang-barang yang dibawanya yang cukup banyak itu.


Rubi kecewa melihat kondisi hpnya, "Ya casnya sisa dikit, apa aku cas saja terlebih dahulu atau?" Tanyanya dengan nada sendu.


Ketukan pintu membuatnya terkejut dan terlonjak kaget dari duduknya.


"Rubi, yuk kita ke party," teriak Sheila sambil sesekali mengetuk pintu.


Rubi berdiri dari duduknya lalu berjalan ke arah pintu, "Kamu duluan, aku akan nyusul sebentar lagi," ia hanya membuka daun pintu itu sebagian saja sehingga kepala temannya hanya kelihatan sebagian.


"Aku harus charge sebentar sebelum ke sana." Lirihnya Rubi.


"Jen! Apa ia tahu lokasi pesta? Kan acaranya di pindahkan ke lokasi lain, aku khawatir dengan Rubi jangan sampai ia kesasar lagi," ujarnya Sheila.


Jenar mengangkat hpnya cukup tinggi, "Kan ada ini, pasti Rubi akan menelpon ataupun mengirim pesan chat kepada kita kalau salah jalan atau gak tahu alamatnya," tampiknya Jenar.


"Oke kalau gitu, kita nikmati malam ini dengan berpesta sampai pagi," jeritnya Sheila yang berteriak kencang yang sangat bahagia karena akan merencanakan rencana bersama dengan Ando.


Dia ingin mencharge hpnya, tapi ternyata dia lupa membawa alat charger hpnya.

__ADS_1


"Aku lupa bawa, pasti gara-gara terlalu terburu-buru jadinya kelupaan." Ia menggelengkan kepalanya yang baru kali ini teledor.


Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap First Love Rubi Salman dengan caranya:


Like Setiap babnya, Rate bintang lima, Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi, Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...


Mampir juga dinovel aku yang lain:



Merebut Hati Mantan Istri.


Duren, i love you


Bukan Yang Pertama


Cinta Pertama



Makasih banyak all readers… I love you all..


by Fania Mikaila Azzahrah

__ADS_1


Makassar


__ADS_2