First Love Rubi Salman

First Love Rubi Salman
Bab. 20


__ADS_3

Sheila memperbaiki letak hijabnya Rubi seraya berucap, "Rubi, apapun yang terjadi padamu, ingat lah jika kami ini sahabat kamu yang selalu ada disaat sedihmu, disaat dukamu, disaat bahagiamu jadi kelak ada yang kamu butuhkan dalam kesulitan apapun bicara lah pada kami maka kami akan membantu kamu semampu kami karena kami akan sedih jika kamu sedih dan kami akan bahagia jika kamu pun juga bahagia, " jelasnya Sheila lagi.


"Entah kenapa, hati kecilku mengatakan bahwa ada sesuatu hal besar yang telah terjadi pada Rubi, tapi aku tidak tahu apa itu ya Allah… karena hati ini selalu merasakan ada keanehan pada diriku jika aku mengingat sahabatku itu, tapi aku berharap semoga saja ini hanya feelingku saja yang tidak akan jadi kenyataan," Jenar membatin.


Dua hari kemudian, Rubi dan rombongan mahasiswa lainnya sudah bersiap untuk pulang setelah empat hari mengadakan acara perpisahan untuk para senior yang bergabung dalam komunitas BEM Fakultas Ekonomi.


Sejak kejadian itu, Afrizal Prayoga seolah selalu menghindar jika ia melihat lebih duluan Rubi. Apa yang dilakukan oleh Afrizal tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan oleh Rubi. Ia juga selalu mencari alasan untuk menolak, jika ada sesuatu kerajaan yang berhubungan dengan Afrizal langsung.


Mereka sudah berangkat ke Jakarta menggunakan pesawat yang masih seperti sebelumnya yang mereka pakai. Fariz adalah bekerja sebagai anggota polisi republik Indonesia. Ia meneruskan cita-cita ayahnya yang memang sebelum meninggal dunia juga bekerja sebagai anggota kepolisian hingga akhir hayatnya.


Fariz yang baru saja pulang dari kantornya karena ia harus jaga malam hingga pagi hari. Langkahnya akan menaiki undakan tangga tapi, ia mencium wangi aroma masakan yang sangat harum hingga mampu membuat perutnya berbunyi keroncongan.


"Pasti itu Bunda yang masak, aku tengokin bunda kalau gini semoga masakannya sudah matang," Gumamnya Fariz yang terus melangkahkan kakinya menuju dapur yang ada di bagian belakang rumahnya.

__ADS_1


Fariz melihat Bundanya memakai afron yang terpasang begitu pas dan cocok ditubuhnya Bu Humairah. Sesekali Bu Humaira menyeka keringat bercucuran membasahi pipinya itu.


Bunyi panci yang beradu dengan spatula di atas kompor membuat suasana di dapur itu menjadi ramai. Fariz langsung menyambar tempe mendoan yang sudah bundanya goreng. Bu Humairah yang menyadari kedatangan putra tunggalnya itu hanya tersenyum sambil menggeleng kepalanya melihat kelakuan anaknya yang belum berubah masih seperti dahulu.


Bu Humairah tersenyum tipis,"Bersihkan dulu badanmu Nak baru makan, nanti setelah bersih baru ke sini lagi untuk cicipi masakan Bunda," ujarnya Bu Humairah.


Fariz tersenyum cengengesan," masalahnya ini semua gara-gara masakan Bunda sih yang terlalu lezat dan enak hingga membuat aku wajib untuk mencicipi makanan yang dimasak Bunda terlebih dahulu," imbuhnya Fariz seraya mengunyah makanannya.


Hari ini Bu Humairah memasak beberapa masakan kesukaan kedua anaknya yaitu udang goreng tepung, tempe mendoan,sayur capcay, sambal terasi dengan ikan goreng mujair.


Fariz masih mengunyah makanannya sembari menjawab pertanyaan dari bundanya, "Setahu aku sih, insya Allah hari ini Bunda mereka akan pulang dari Jimbaran Bali," jelasnya Fariz dengan mulutnya penuh dengan makanan.


Fariz mencicipi semua makanan yang sudah matang dan tersaji di dalam piring. Mereka akan makan siang kali ini bersama. Makan bersama sejak kematian suaminya Pak Aziz Pradopo mereka sudah jarang mereka lakukan mengingat Fariz selama kenaikan pangkat dan jabatan,ia semakin dibuat sibuk saja sehingga waktu untuk berkumpul dengan anggota keluarganya seperti bunda dan adik kesayangannya semakin susah saja.

__ADS_1


"Sana mandi baru kita makan bersama kalau kau sudah mandi, Bunda minta tolong kamu hubungi nomor hpnya adikmu tanyakan kabarnya dan kapan pulang ke rumah," pintanya Bu Humairah.


Fariz berdiri dari duduknya lalu berdiri tegap di hadapan bundanya," siap! Perintah akan saya jalankan," jawabnya Fariz yang bercanda bersama bundanya seolah-olah bundanya adalah seorang kapten saja atasannya di kantor.


Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap First Love Rubi Salman dengan caranya:


Like Setiap babnya, Rate bintang lima, Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi, Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...


Makasih banyak all readers… I love you all..


by Fania Mikaila Azzahrah


Takalar, 19 November 2022

__ADS_1


__ADS_2