First Love Rubi Salman

First Love Rubi Salman
Bab. 42


__ADS_3

Faris segera berlari ke arah Rindi Arsita yang pingsan setelah melihatnya. Rubi sudah memangku tubuhnya Rindi yang membuatnya kebingungan apa yang terjadi sebenarnya. Kenapa hanya melihat Abang Fariz sehingga ia pingsan.


"Rubi putramu saja kamu jagain, Abang saja yang antarin Rindi ke rumah sakit," perintahnya Pria yang memakai seragam polisi itu yang sudah menggendong tubuhnya Rindi.


Rubi segera mendorong stroller babynya menuju rumahnya, sedangkan Fariz sudah mengemudikan mobilnya menuju salah satu rumah sakit terdekat.


Bu Nurhaliza yang sedang membeli sayuran dengan beberapa ibu-ibu di tukang sayur, melihat putrinya dalam gendongan seorang polisi menjatuhkan kantongan kresek plastik berwarna bening dalam tentengan tangannya.


"Rindi! Apa yang terjadi pada putriku!" Teriaknya Bu Nur yang berusaha mengejar mobilnya Fariz.


Fariz yang menyadari hal tersebut segera menghentikan laju kendaraannya itu," cepatlah Bu,kita ke rumah sakit secepatnya!" Pintanya Fariz sambil membuka pintu samping bagian depan mobilnya.


Tukang sayur dan beberapa ibu-ibu terkejut melihat apa yang dilakukan oleh Bu Nur di depan mata mereka. Bundanya Rubi yang kebetulan berada di dalam kerumunan ibu-ibu itu turut bertanya-tanya tentang apa sebenarnya yang terjadi.


"Bu itukan mobilnya putranya ibu yang kerja sebagai polisi kan?" Tanyanya ibu-ibu itu.


"Terus apa hubungannya ibu Nur dengan anaknya ibu yang bernama Fariz itu? Karena aku perhatikan wajah mereka seperti ketakutan," tebaknya asal ibu Anna.


"Saya juga tidak mengetahui dan paham dengan apa yang terjadi karena, ini sungguh terlalu cepat terjadi nanti mereka balik baru bisa aku tanyakan kepada putraku, saya hanya bisa berharap dan berdoa agar mereka dalam kondisi yang baik-baik saja," imbuhnya Bu Humairah yang ikut khawatir melihat putranya yang bertindak cepat.

__ADS_1


Rubi segera masuk ke dalam rumahnya untuk menidurkan bayinya," astagfirullah aladzim," Rubi terus beristighfar untuk menenangkan dirinya sendiri.


Bu Humairah segera menyelesaikan belanjaannya itu dan tidak lupa mengambil belanjaannya juga Bu Nur yang terjatuh ke atas aspal.


"Rubi, kamu dimana nak?" Teriak Bu Humairah Razak yang mulai ketakutan karena Rubi terlalu lama membalas perkataannya itu.


"Saya ada di dalam kamar Bunda, saya tidurkan Nizam kasihan Nizam ngantuk banget," balasnya pula Rubi dengan sedikit berteriak meninggikan volume suaranya agar terdengar jelas sampai ke telinga bundanya itu.


Sedangkan di dalam rumah sakit, tepatnya di ruang UGD. Fariz menjadi pusat perhatian sejak kedatangannya di area rumah sakit. Ketampanan dan pakaian seragamnya mampu menghipnotis beberapa perempuan muda yang kebetulan berpapasan dan melihat mereka.


"Ya Allah apa yang terjadi pada putriku, baru beberapa bulan keluar dari rumah sakit, sekarang kembali harus di rawat kembali di rumah sakit," keluhnya Bu Nur yang sangat sedih melihat kondisi dan nasibnya putri tunggalnya itu.


"Maksudnya Rindi pernah dirawat di rumah sakit? Kenapa dan sakit apa?" Tanya Fariz yang penasaran dengan apa yang terjadi padanya.


Ibu Nur bimbang dan ragu untuk mengatakan sejujurnya apa yang terjadi pada Rindi sebelumnya. Karena mengingat ia tidak mengenal Fariz selama ini, tapi ia juga tidak mungkin berbohong mengingat Fariz adalah seorang polisi.


"Sebenarnya putriku hampir tiga tahun di rawat di rumah sakit jiwa akibat defresi berat yang dideritanya itu, karena ada pria yang menolak keinginannya sehingga ia tidak sanggup menahan beban itu sehingga mau tidak mau kami membawanya berobat ke rumah sakit jiwa RSJ," jelasnya Bu Nur yang sebenarnya dia ingin merahasiakan masalah anaknya itu dari khalayak umum.


Fariz terkejut mendengar penuturan Ibu Nur mamanya perempuan yang dulu disayanginya. Ia mengusap wajahnya dengan gusar. Dia tidak menduga jika penolakannya dulu akibatnya seperti ini. Padahal dulu hanya berniat untuk sementara tidak ingin pacaran karena fokus dengan pendidikannya, tapi belum sempat mengatakan pada Rindi apa alasannya kenapa dia menolak pernyataannya Rindi kala itu.

__ADS_1


Fariz segera berlari ke arah dalam ugd dan melihat langsung kondisi Rindi yang belum siuman dengan selang infus terpasang di pergelangan tangan kanannya itu.


Fariz menggenggam erat tangannya Rindi," maafkan Abang, ini semua gara-gara Abang sehingga kamu seperti ini, maafkan Abang yah ini salahku yang terlalu egois dan tidak memikirkan kondisimu waktu itu, aku kira kamu hidup bahagia setelah kita tamat sekolah dulu," ratapnya Fariz Algazhali yang penuh penyesalan.


Bu Nur menutup mulutnya saking terkejutnya mendengar perkataan dari Fariz yang jujur jika ada kaitannya dengan putrinya itu. Hingga seseorang datang ke dalam ruangan itu tanpa terduga dan langsung menarik tangannya Fariz dan memukul wajahnya Fariz beberapa kali.


"Salman!! Tolong jangan seperti nak, hentikan!" Pekiknya Bu Nur yang menghalangi putranya untuk terus memukuli wajahnya Fariz hingga memar di ke dua pipinya itu.


Salman kalap sehingga lupa akan kesalahannya selama ini pada adiknya Fariz yang telah menghamili Rubi sampai Rubi hamil di luar nikah. Fariz menyeka sudut bibirnya tanpa berniat untuk membalas perlakuan kasarnya Salaman sahabatnya sendiri.


"Kamu sudah lihat kan apa yang terjadi pada adikku, semua ini salahmu sehingga bertahun-tahun harus menderita di rumah sakit jiwa," geramnya Salman.


Fariz akhirnya tidak mau kalah dan tinggal diam saja, baginya Salman harus mengetahui apa yang terjadi pada adiknya Rubi.


"Salman aku kira kita sudah lama impas,apa kamu lupa jika kamu balas dendam pada adikku yang merenggut mahkotanya adikku ha!! Apa kamu tahu apa yang terjadi pada adikku kala itu,ia hampir saja bunuh diri ketika mengetahui dia hamil di luar nikah dan tidak tahu siapa pria itu!" Sarkasnya Fariz.


Salman dan Bu Nurhaliza terkejut dan juga kaget melihat apa yang terjadi. Keduanya sama-sama terperangah mendengar kenyataan itu. Suara teriakannya Fariz tanpa sengaja di dengar oleh Rubi dan Bu Humairah yang baru saja sampai di dalam ruangan UGD.


"Itu tidak mungkin!! Abang pasti bohong kan?" Jeritnya Rubi.

__ADS_1


__ADS_2