First Love Rubi Salman

First Love Rubi Salman
Bab. 32


__ADS_3

"Tidak!!! Rubi jangan Nak!!" Teriaknya Bu Humairah yang mempercepat langkahnya menuju lantai tersebut.


Fariz pun segera mengikuti bundanya hingga Bu Humairah mampu terkejar. Mereka menaiki lift untuk menuju lantai tersebut. Sesampainya di sana, ia melihat Rubi yang sudah berdiri di atas pagar pembatas lantai.


"Rubi!!!" Teriaknya Bu Humairah yang suaranya mampu mengalihkan perhatian semua orang yang berada di sana termasuk Rubi sendiri.


Semua orang dibuat terkejut dan gempar setelah mengetahui ada perempuan muda yang ingin bunuh diri di atap lantai 12. Semua orang yang kepo segera menaiki tangga dan sebagian ada yang naik lift untuk segera melihat apa sebenarnya yang terjadi.


Bu Humairah menangis tersedu-sedu melihat anaknya yang tinggal selangkah lagi sudah terjun bebas kea atas tanah.


"Rubi! Dengarkan Bunda Nak! Kamu tidak boleh seperti ini terus, ingat kamu masih punya Allah, Bunda dan Abang Fariz yang akan selalu menjagamu apapun yang terjadi," ratapnya Bu Humairah yang berusaha untuk membujuk putri semata wayangnya itu.


Fariz segera menghubungi kantor tempat ia bekerja. Fariz meminta bantuan kepada teman kerjanya untuk segera datang ke lokasi kejadian.


Fariz memberikan kode kepada semua orang yang berada di sana agar segera terdiam dan jangan menggangu proses evakuasi yang berusaha ia lakukan, "Rubi, apa kamu ingin melihat Abang sama Bunda harus hidup dalam kesedihan dan penyesalan! Lihatlah Bunda Rubi, hanya kita anaknya yang sekarang Bunda temani di dunia ini," bujuknya Fariz yang berjalan mengendap-endap menuju tempat dimana Rubi berada.


Rubi menoleh ke arah Abangnya lalu berteriak kencang," Stop!! Jangan maju jika Abang maju selangkah saja, saya akan melompat dari sini, hidupku sudah hancur Abang! Aku tidak pantas untuk hidup lagi, aku sudah membuat Abang dengan bunda kecewa," ratapnya Rubi dengan air matanya yang berlinang.

__ADS_1


Bu Humairah yang mendengar perkataan anaknya langsung terkejut mendengar penuturan itu Bu Humairah menutup mulutnya saking tidak percayanya jika putrinya sudah menyadari apa yang sebenarnya terjadi padanya.


"Ya Allah… siapa yang sampai hati tega mengatakan kepada anakku apa yang terjadi padanya, ya Allah… sadarkanlah putriku untuk segera menyadari apa yang sedang dilakukannya adalah hal yang paling Engkau benci," batinnya Bu Humairah yang sudah terduduk di atas lantai tanpa perduli dengan tatapan banyaknya tanda pasang mata memperhatikannya.


"Kenapa bantuan lama sekali datang? Aku harus bagaimana ya Allah agar adikku segera menyadari apa yang sudah sedang ia lakukan adalah hal yang tidak baik," Fariz membatin.


Fariz berhenti karena Rubi sedari tadi menatap tajam padanya. Rubi sedikit sempoyongan karena sudah lama terkena paparan sinar matahari langsung dan kondisi fisiknya yang sudah melemah membuat dirinya oleng.


"Kenapa kepalaku sangat sakit, tubuhku tiba-tiba gemetar dan penglihatanku juga semakin kabur, aahh!" Cicitnya Rubi sebelum terjatuh.


Bruk!!!!


"Tidak!!!" Teriak semua orang yang dibuat shock setengah mati karena tanpa diduga Rubi sudah terjatuh ke arah bawah.


"Rubi!!" Jeritnya Fariz.


"Putriku!!" Pekiknya Bu Humairah yang segera berlari ke arah tempat semula Rubi berdiri.

__ADS_1


Like Setiap babnya, Rate bintang lima, Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi, Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...


Mampir juga dinovel aku yang lain:



Merebut Hati Mantan Istri.


Duren, i love you


Bukan Yang Pertama


Cinta Pertama



Makasih banyak all readers… I love you all..

__ADS_1


by Fania Mikaila Azzahrah


Takalar, Minggu, 27 November 2022


__ADS_2