
Tubuhnya terduduk di atas ranjang, menahan amarahnya yang sudah bergemuruh dan membuncah di dalam dadanya hingga keubun-ubun itu. Tangannya mengepal kuat hingga mencengkeram erat sprei katun yang didudukinya itu.
"Ya Allah… salah apa dan dosa apa yang telah aku perbuat sehingga adikku yang harus menderita seperti ini," Lirihnya Fariz seraya menarik rambutnya.
Air matanya menetes untuk kedua kalinya yang pertama saat ayahnya harus meninggal dunia saat dalam bertugas di daerah dan yang kedua saat ini.
Fariz mengerang kesal setelah melihat video rekaman yang dikirim seseorang kedalam hpnya.
"Aku harus cari tahu siapa orang yang telah mengirim video ini," Gumamnya sambil berjalan ke arah meja kerjanya dan membuka segera laptopnya.
Ia memanfaatkan kemampuannya di bidang IT. Karena kemampuan yang dimilikinya itu sehingga ia disegani oleh para rekan kerjanya di kepolisian.
"Aku harus tahu apa benar yang kirim adalah Salman sendiri atau ada orang lain lagi dibalik kehancuran masa depan adikku," cicitnya Fariz.
Fariz sesekali mengusap wajahnya dengan gusar,air matanya berusaha ia tahan. Walaupun hatinya hancur tapi,ia berusaha untuk menahannya. Rasa Kecewa, sedih,hancur,marah, benci sudah bercampur menjadi satu bagian di dalam benak dan pikirannya itu.
"Ya Allah… apa salah dan dosaku sehingga adikku yang menjadi korban kekejaman seorang di luar sana, apa aku harus bertanya pada Rubi langsung saja tentang apa yang terjadi padanya ini," Lirihnya Fariz Elrumi Aziz.
Fariz segera mencari data-data siapa orang yang mengirim video tersebut, tapi sudah hampir sejam tidak membuahkan hasil. Fariz mengerang kesal saking marahnya dan jengkelnya.
"Aaahhh!!! Aku akan membalas perlakuanmu Salman, Afrizal Prayoga pada adikku!!" Geramnya Fariz seraya melempar laptopnya hingga terlempar ke arah lantai dan hancur.
__ADS_1
Bruk!!! Prang!!!
Fariz segera bangkit dari duduknya lalu berjalan tergesa-gesa ke arah kamar mandi dan ingin menemui adiknya untuk meminta informasi tentang video tersebut.
Sedangkan di dalam kamarnya Rubi, kondisinya semakin mengkhawatirkan keadaannya karena tidak henti-hentinya muntah-muntah jika melihat dan mencium bau aroma makanan yang sudah dimasak oleh Bu Humairah karena Rubi belum makan apapun sejak tadi pagi.
"Sayang! Bagaimana kalau kita pergi periksa di dokter saja nak, agar ketahuan apa sebenarnya yang terjadi padamu," Bujuknya Bu Humairah.
Bu Humairah mengelus lembut punggung putrinya dan juga mengoleskan minyak kayu putih di tengkuk lehernya Rubi Almeera Aliya Aziz.
"Bunda, kenapa aku selalu pengen muntah kalau mencium bau bumbu masakan?" Tanyanya Rubi yang keheranan dengan kondisinya kenapa ia muntah-muntah terus padahal sudah minum air hangat, teh pekat juga serta balsem dan minyak kayu putih juga.
"Ya Allah… semoga putriku tidak memiliki penyakit berbahaya yang diidapnya," batinnya Bu Humairah.
"Aku harus bertanya kepada Rubi langsung supaya aku mendapatkan informasi yang lebih detail dan terperinci dan aku yakin aku akan mengetahui siapa dan apa motif semua ini," gumam Fariz yang melangkah kakinya dengan cukup lebar.
Fariz menaiki undakan tangga dengan langkahnya yang panjang. Ia mencengkeram kuat genggaman tangannya saking marahnya. Tapi ia tidak tahu harus melampiaskan pada siapa.
Rubi sudah bersiap untuk pergi memeriksakan kondisi kesehatannya di rumah sakit. Begitupun halnya dengan Bu Humairah. Pintu kamarnya terbuka lebar dan mereka melihat raut wajahnya Fariz yang tidak seperti biasanya.
Rubi yang melihat abangnya tidak seperti biasanya merasakan ketakutan karena jika mimik wajahnya seperti itu berarti ada hal yang genting dan urgen yang terjadi yang membuat kakaknya seperti itu.
__ADS_1
"Abang Fariz!" Beo Rubi.
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap First Love Rubi Salman dengan caranya:
Like Setiap babnya, Rate bintang lima, Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi, Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...
Mampir juga dinovel aku yang lain:
Merebut Hati Mantan Istri.
Duren, i love you
Bukan Yang Pertama
Cinta Pertama
Makasih banyak all readers… I love you all..
__ADS_1
by Fania Mikaila Azzahrah
Takalar, Selasa, 22 November 2022