
Ibu Humaira sama sekali tidak ingin menggubris sebenarnya perkataannya dari adik iparnya itu tapi, ia sedikit tertolong dengan bantuan dari anak sulungnya yang secepatnya membalas rasa kepo yang berujung bisa menimbulkan fitnah dan gosip yang menyebar.
Berselang beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di tempat parkiran khusus mobil di salah satu rumah sakit swasta. Tapi baru beberapa langkah kakinya mereka melangkah, Rubi langsung tumbang pingsan di samping bundanya disaat mereka baru beberapa meter dari tempat area parkiran mobil.
"Rubi!! Putriku!!" Teriaknya Bu Humairah.
"Rubi!! Apa yang terjadi padamu Nak? Sadarlah ini Bunda?" Ratapnya Bu Humairah yang melihat kondisi putrinya yang sudah pucat pasi.
"Pak security! Suster!!" Teriaknya Fariz yang juga sangat khawatir melihat adiknya yang sudah tidak sadarkan diri lagi.
Perawat yang mendengar teriakannya Fariz segera berlarian ke arahnya mereka sambil mendorong sebuah bangkar rumah sakit.
"Ayo cepat angkat dan bawa ke dalam ruangan ICU," perintah salah satu perawat itu.
Bu Humairah dengan Fariz mengikuti langkah mereka hingga ke dalam ICU.
"Sampai di sini saja Bu, harap menunggu di luar karena kami akan segera bertindak untuk menangani kondisi pasien!" Cegahnya perawat perempuan itu.
Bu Humairah dan Fariz menuruti perintah dan larangan tanpa banyak tanya dan protes. Bu Humairah berdiri di depan pintu masuk icu sambil sesekali melihat ke arah dalam. Fariz pun demikian,ia bahkan mondar-mandir di depan pintu masuk.
__ADS_1
Seharusnya Fariz besok pagi seharusnya berangkat ke kota Makassar karena sudah mendapatkan surat pindah tugasnya. Tapi, kalau seperti ini dengan berat hati dan terpaksa dia tunda keberangkatannya.
"Ya Allah… lindungilah selalu anakku dari segala marabahaya dan penyakit yang mematikan, dan lindungilah kami dari segala macam fitnah," batinnya Bu Humairah.
Keduanya tidak bisa menyembunyikan dari raut wajahnya yang menggambarkan betapa sedih, khawatir cemas dan ketakutan. Siapa saja yang melihatnya pasti akan cepat mengetahui jika mereka tidak dalam keadaan yang baik-baik saja.
Berselang beberapa menit kemudian, pintu icu terbuka dan keluarlah beberapa orang dari dalam ruangan ICU yang berpakaian dan berseragam putih-putih. Bu Humairah yang baru saja mendudukkan dirinya segera bangkit dari duduknya lalu berjalan ke arah dokter.
"Bu Dokter! Apa yang terjadi pada putriku, bagaimana kabarnya?" Tanyanya Bu Humairah yang tidak sabar menunggu hasil dari tes pemeriksaan fisik anaknya.
Dokter segera menatap ke arah perawat yang ada di samping kirinya itu, perawat yang ditatap seperti itu mengerti dengan Maksud dari arti tatapannya Dokter Alisha. Karena menurut dokter banyak pasien yang baru saja ia periksa jadi ia kurang mengerti dengan maksud dari pertanyaan dari Bu Humairah.
Bu dokter menatap ke arah Bu Humairah," kalau pasien itu sebaiknya kita berbicara di ruanganku, kurang baik kalau kita ngomongnya sambil berdiri," imbuhnya Bu dokter Alisha.
"Kenapa meski dokter harus ngomongnya di dalam ruangan segala apa, kondisinya putriku tercinta, ya Allah... aku sangat takut," lirihnya Bu Humairah.
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap First Love Rubi Salman dengan caranya:
Like Setiap babnya, Rate bintang lima, Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi, Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...
__ADS_1
Mampir juga dinovel aku yang lain:
Merebut Hati Mantan Istri.
Duren, i love you
Bukan Yang Pertama
Cinta Pertama
Makasih banyak all readers… I love you all..
by Fania Mikaila Azzahrah
Takalar, Jumat, 25 November 2022
__ADS_1