First Love Rubi Salman

First Love Rubi Salman
Bab. 13


__ADS_3

"Kamu terlalu munafik jadi seorang perempuan, apa kamu tidak tahu betapa sakitnya hatiku saat kamu tolak mentah-mentah cintaku di hadapan teman-teman haa!!" hardiknya Afrizal dengan kedua bola matanya memerah menahan amarahnya.


Hijabnya hanya melilit asal karena brosnya sudah hilang entah kemana. Sedang Afrizal yang masih mengerang kesakitan hanya terbaring meringkuk di atas ranjang tanpa bisa berbuat lebih untuk mencegah langkah kakinya Ruby.


"Hey!! Jangan lari wanita si akan!!" Jeritnya Afrizal yang kesal karena Rubi sudah berhasil kabur dari kandang buaya darat.


Afrizal meringkuk di atas ranjang dengan raut wajahnya yang meringis menahan perihnya dan sakitnya bagian sensitifnya itu, "Kenapa tendangan wanita murahan itu sangat kuat hingga bagian punyaku harus sakit ngilu seperti ini!!" geramnya Afrizal.


"Aku harus segera kabur dari tempat terkutuk ini," gumamnya sambil celingak-celinguk mencari jalan keluar yang aman.


Berselang beberapa menit kemudian, Afrizal sudah bisa mengontrol dirinya lalu bangkit dari baringnya tersebut. Ia mempercepat langkahnya walaupun sedikit berjalan terpincang-pincang padahal hanya sekali mendapatkan tendangan maut saja.


Afrizal membuka pintu lalu berteriak mencari keberadaan anak buahnya," Sion!! Doni!! Kalian ada di mana?" Teriaknya Afrizal yang memanggil ketiga anak buahnya itu.


Suaranya yang cukup besar itu mampu membuat anak buahnya segera tersadar dari istirahat mereka setelah berpesta minuman.


"Hey!! Kalian bangun cepat sepertinya bos memanggil kita," kesalnya Sion yang membangunkan rekan-rekannya dengan menggunakan kakinya.


"Apa yang terjadi!!' pekiknya Doni yang sudah membuka matanya yang baru saja terlalap dalam tidurnya.


Mereka sudah terbangun dan segera bangkit dari tempatnya. Mereka berlarian kencang ke arahnya Afrizal.


"Ada apa bos?" Tanyanya Sion.


"Apa Bos sudah menikmati setiap inci tubuhnya garis itu?" Timpalnya Doni yang tersenyum penuh kemenangan.


"Apa yang terjadi? seharusnya aku yang bertanya pada kalian berdua, di mana gadis itu haaa!!!" Umpatnya dengan wajah dan matanya sudah memerah.


Mereka saling bertatapan terlebih dahulu lalu refleks berdiri dari lantai lalu berlari ke dalam kamar tersebut.


"Apa!!!" teriak keduanya.

__ADS_1


"Kalian sangat bodoh dan tidak becus, cepat cari gadis itu, tidak perlu berteriak seperti itu, cepat cari gadis itu sampai dapat!!" Maki si Afrizal.


Mereka tanpa menimpali perkataan dari rekannya segera mencari Rubi.


"Kalian tidak perlu berteriak seperti itu, cepat cari gadis itu sampai dapat!! Jika tidak nyawa kalian yang jadi taruhannya," umpatnya si botak.


Sedangkan di dalam sebuah ruangan yang cukup besar dan mewah dengan fasilitas lengkap. Seorang gadis memutar gelasnya yang berisi minuman yang berwarna merah. Dengan senyuman liciknya dan kadang tertawa terbahak-bahak jika mengingat rencananya telah sukses dan berhasil.


Rubi yang mendapatkan akses dan jalan untuk meloloskan diri segera memanfaatkan sebaik-baiknya. Ia terus berlari sejauh mungkin yang bisa dia lakukan.


"Syukur Alhamdulillah aku sudah terbebas dari mereka, ya Allah makasih banyak, aku tidak menyangka kakak Afrizal melakukan hal ini padaku," cicitnya Rubi yang nafasnya memburu dan ngos-ngosan.


Dia tidak ingin menoleh atau memikirkan hal lain. Di dalam pikirannya hanya terus berlari dan mencari tempat yang aman untuk bersembunyi.


Tapi, kondisi tubuhnya semakin tidak terkendali saja, tubuhnya sangat panas, ia terus berlari tak tentu arah. Dari ujung tanjakan di depan dia melihat ada kilatan lampu sorot dari sebuah mobil yang membuat matanya silau. Dia mendekati mobil itu hingga sang sopir pengendara mobil tersebut ngerem mendadak mobilnya.


Ciiiiiiiiiii Tttttttt.......


"Aaaahhhhhhhh!!!" Jeritnya Rubi.


Jalan yang mereka lalui di jam seperti itu sudah terbilang sepi. Apa lagi daerah itu pinggiran laut yang semakin menambah sepi saja. Tubuhnya Rubi terlempar beberapa meter dari mobil itu hingga ke tepi jalan yang kebetulan ditumbuhi rumput yang cukup tebal.


Untungnya orang itu tepat waktu menginjak remnya sehingga dia hanya menyentuh sedikit saja tubuhnya. Tidak terlalu tertabrak hanya keserempet saja sehingga tubuhnya masih beruntung.


Rubi terbaring di atas aspal, dia tidak kuasa lagi menahan gejolak dari dalam tubuhnya yang sama sekali dia tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Bahkan sudah melupakan sakitnya akibat tabrakan mobil tersebut.


"Tolong... Tolong…!!!" suaranya sudah serak menahan gairah dan panas di tubuhnya yang secara bersamaan muncul.


Tubuhnya menggelinjang seperti seekor cacing kepanasan di atas aspal. Perlahan ia ingin melepas pakaiannya, tapi di sisi lainnya dia pun berjuang untuk melawan rasa itu. Rubi tidak ingin kalah dengan kondisinya saat itu.


Pria yang berada di dalam mobil tersebut keluar dari mobilnya dan berniat ingin memeriksa kondisi orang yang ditabraknya. Pria itu langsung memeriksa kondisi Rubi yang aneh itu.

__ADS_1


"Maaf, kamu tidak apa-apa kan?" Tanyanya yang memeriksa seluruh tubuhnya Rubi.


Pria itu melihat ada yang tidak beres dengan Rubi. Pria itu memeriksa seluruh tubuhnya dengan seksama dan matanya membulat sempurna saat Rubi memegang leher pria itu dan menariknya hingga bibir mereka saling menempel. Rubi mendekatkan wajahnya ke telinga orang itu.


"Bukannya dia adalah adik satu-satunya yang dimiliki oleh Fariz yah, kenapa bisa dalam kondisi seperti ini?" Gumam Pria itu yang ternyata sangat mengenali Rubi.


"Tolong a-ku Pak, aku tidak kuat lagi menahannya," Air matanya menetes membasahi pipinya saking tidak kuatnya menahan gejolak yang semakin lama semakin kuat saja.


Rubi pingsan setelah berbicara seperti itu. Tangan sang pria reflek menahan kepalanya. Air matanya terus menetes membasahi pipinya walaupun Rubi sudah tidak sadarkan diri.


"Hey!!! apa yang terjadi padamu, ayo bangun," ucapnya yang berusaha membangunkan Rubi dengan menepuk-nepuk pipinya.


Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap First Love Rubi Salman dengan caranya:


Like Setiap babnya, Rate bintang lima, Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi, Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...


Mampir juga dinovel aku yang lain:



Merebut Hati Mantan Istri.


Duren, i love you


Bukan Yang Pertama


Cinta Pertama



Makasih banyak all readers… I love you all..

__ADS_1


Fania Mikaila Azzahrah


Makassar...


__ADS_2