
"Oke kalau gitu, kita nikmati malam ini dengan berpesta sampai pagi," jeritnya Sheila yang berteriak kencang yang sangat bahagia karena akan merencanakan rencana bersama dengan Ando.
Dia ingin mencharge hpnya, tapi ternyata dia lupa membawa alat charger hpnya.
"Aku lupa bawa, pasti gara-gara terlalu terburu-buru jadinya kelupaan." Ia menggelengkan kepalanya yang baru kali ini teledor.
Rubi sekali lagi memeriksa tasnya tetapi, lagi-lagi gagal ia baru teringat dengan charger hpnya, " Ya Allah aku baru Ingat, semalam Abang minjem punyaku soalnya katanya punyanya ia lupa di tempat kerjanya, nanti saja aku pinjam charge Sheila saja setelah acara, gak enak mereka sudah lama menunggu," cicitnya Rubi lalu memasukkan hpnya ke dalam tasnya.
"Bismillahirrahmanirrahim," gumamnya ketika membuka kenop pintu kamarnya.
Rubi perlahan berjalan sekitar beberapa meter dari villa tempat ia menginap dengan temannya. Sekitar kurang lebih 100 meter perjalanan kaki yang harus ditempuhnya untuk sampai ke tempat acara.
"Lumayan jauh juga kalau jalan kaki,andai saja naik motor pasti sampainya lebih cepat pula," keluhnya Rubi yang nafasnya sudah ngos-ngosan dengan peluh keringat bercucuran membasahi pipinya.
Kondisi di sekitar jalan yang dilaluinya itu cukup terbilang sepi, hanya sesekali mobil yang melewati tempat itu.
"Kok tempatnya sepi seperti ini yah, apa acaranya batal jadi tempatnya sepi," batinnya Rubi yang memperhatikan kondisi kafe yang didatanginya disaat ia sudah berdiri di depan pintu kafe.
Cafe yang didatangi oleh Rubi sebenarnya adalah bukanlah kafe biasa tapi, tempat beberapa anak muda kalangan jetset menyewanya untuk mengadakan berbagai macam-macam pesta.
"Aku harus menelpon Sheila atau Jenar mungkin acaranya dipindahkan tapi mereka belum sempat mengatakan padaku," cicit Rubi seraya merogoh tasnya untuk mencari keberadaan hpnya tersebut.
Malam ini rencananya senior mereka akan mengadakan pesta topeng sehingga mereka yang akan gabung di pesta tersebut harus diwajibkan memakai topeng dalang berbagai model apapun. Rubi memilih topeng kupu-kupu yang berwarna ungu gelap dengan gaun pesta yang senada dengan topeng dan hijabnya itu. Penampilannya malam itu sungguh cantik.
__ADS_1
"Ya Allah ternyata hpku sudah lowbet, pantesan tak sekalipun hpku berdering," Lirihnya yang melihat keadaan hpnya sudah mati total kehabisan daya.
"Aku coba masuk saja dulu kalaupun mereka pindah aku akan kembali ke villa lalu berusaha untuk menghubungi nomor hpnya Jenar atau kak Afrizal saja," lirih Rubi.
Sedangkan di tempat lain seseorang telah berdiskusi dengan beberapa temannya.
"Apa kamu sudah mengatur semuanya dengan bai" tanyanya seorang pria yang memakai topeng.
"Sudah beres bos, kami sudah mengubah tempat acara perayaan pesta kelulusan mereka ke tempat yang cukup jauh dari sini tanpa sepengetahuan Rubi," Jawabnya dengan seringai liciknya.
"Kamu memang selalu pantas aku andalkan, baiklah kalau gitu ini gaji kalian berdua tapi apa kamar tidur yang aku pesan juga sudah diperiksa dengan baik dan diatur?" Tanyanya lagi sembari meraih bungkusan kecil dari tangan temannya.
"Kami jamin semuanya sesuai rencana yang bos katakan dan kami jamin tidak akan ada yang menolong Rubi jika bos sudah bersamanya intinya semuanya sudah aman," tuturnya yang memakai topeng berwarna hijau.
"Kami jamin dengan nyawa kami bos jika ada kekurangan dari rencana yang sudah kami atur sedemikian rupa," jelasnya yang tersenyum penuh arti.
"Oke, kalian bisa bubar dan bersenang-senanglah malam ini," timpalnya.
"Baik, Bos juga nikmati tubuhnya malam ini," imbuhnya dengan tertawa penuh kemenangan sambil berlalu dari hadapan pria yang memakai topeng merah itu.
Hahaha suara tawanya menggema di dalam ruangan itu. Tapi tak satupun yang mendengarnya karena semua temannya sudah meninggalkan tempat tersebut menuju kafe tempat pesta.
"Akhirnya malam ini kamu akan menjadi milikku, beginilah rasanya jika kamu terlalu sombong dan angkuh menolak cintaku yang selalu tulus mencintaimu! tapi malam ini aku akan buktikan kepada kamu siapa aku sebenarnya setelah aku merenggut ke su cian mu!" geramnya.
__ADS_1
Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap First Love Rubi Salman dengan caranya:
Like Setiap babnya, Rate bintang lima, Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi, Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...
Mampir juga dinovel aku yang lain:
Merebut Hati Mantan Istri.
Duren, i love you
Bukan Yang Pertama
Cinta Pertama
Makasih banyak all readers… I love you all..
by Fania Mikaila Azzahrah
Takalar, November 2022
__ADS_1