First Love Rubi Salman

First Love Rubi Salman
Bab. 15


__ADS_3

Rubi menarik tangannya pria itu lalu memeluknya hingga Rubi merasakan sedikit rasa lega.


"Aku tidak sanggup lagi, aahhhhh!!" Pekiknya Rubi sambil menarik tubuhnya pria itu ke dalam pelukannya hingga keduanya terjatuh ke atas ranjang.


Pria itu tak lupa segera mengaktifkan alat perekam video di hpnya, dengan tangannya yang cukup panjang lalu menyimpan ke atas meja nakas sebelum ia menuntaskan keinginannya Rubi kala itu.


Rubi yang melupakan indentitas dan statusnya karena dalam kondisi pengaruh obat yang sangat berbahaya itu. Terbuai dalam kasih sayang palsu dan sentuhan lembut dari pria yang sudah jelas-jelas memiliki hubungan dengan wanita lain.


Pria normal dan dewasa yang sudah terbiasa melakukannya dengan pasangan resminya harus melakukan hubungan terlarang dengan gadis belia yang baru berusia 19 tahun lebih.


"Aku akan perlihatkan padamu siapa Salman Alfarisi Sayed," gerutunya Salman yang sidhy mulai melakukan aksinya di atas tubuhnya Rubi yang sudah polos tanpa sehelai benang pun yang melilit di sekujur tubuhnya.


Salman mulai mengekspansi setiap inci tubuhnya Rubi yang belum pernah sama sekali terekspos keluar karena setiap hari dan sejak ia berusia sepuluh tahun sudah memakai hijab dalam keseharian saat beraktifitas di dalam maupun di luar rumahnya.


Salman memberikan kee puu asan tersendiri di dalam bagian sensitifnya Rubi sebelum memulai bagian terpenting dalam aktifitasnya malam hari itu.


"Aku akui tubuhmu lebih indah dan molek dari istriku dirumah, aku tidak boleh bermain dengan hati hari ini karena aku akan melakukan pembalasan dendamku pada saudaramu Fariz," umpatnya Salman.


Rubi yang mendapatkan perlakuan seperti itu hanya tersenyum puas dengan menikmati setiap sentuhan lembut dari jari jemarinya Salman yang sangat lihai memainkan aset terpentingnya hingga suara lenguhan dan teriakan kecil mampu terlepas dari bibirnya Rubi yang membuat Salman tersenyum licik penuh kemenangan.

__ADS_1


Berbagai macam gaya dan penetrasi dari lakukan oleh Salman hingga beberapa menit berlalu hingga Rubi berteriak kencang.


"Aaaahhhhhh!!! Sakit!!" Teriaknya Rubi saat miliknya Salman sudah mampu meloloskan diri dari hadangan penghalang yang cukup kuat dan tebal itu.


Deru nafas mereka saling memburu hingga suara-suara erangan memenuhi seluruh sudut ruangan tersebut.


"Aku akan membuat kamu hidup dalam penyesalan hingga menyebut namaku pun kamu akan sangat membenciku," umpatnya Salman yang kembali menghujani tubuhnya Rubi dengan kegiatan yang masih seperti sebelumnya tapi, dengan gaya yang berbeda.


Salman sama sekali tidak peduli dengan suara rintihan dari mulutnya Rubi. Ia terus melanjutkan kegiatannya tanpa henti dan sama sekali tidak perduli dengan tatapan matanya dan raut wajahnya Rubi yang sudah kesakitan dan mengeluh sakit. Hingga semburan lava panas menyembur hingga ke dalam rongga terdalam Rubi.


Tubuhnya Rubi yang baru pertama kali merasakan hal seperti itu membuatnya jatuh pingsan dan tidak sadarkan diri lagi.


Salman tersenyum penuh kemenangan dan tertawa terbahak-bahak melihat kondisinya Rubi.


Salman segera menutup seluruh tubuhnya Rubi dengan bed cover hingga ke ujung lehernya Rubi. Ia lalu mengambil hpnya dan tersenyum licik.


"Aku harus mengirimkan rekaman video ini segera ke nomor hpnya Fariz, aku yakin dengan sangat dan sudah membayangkan apa yang terjadi padanya ketika melihat isi dari videonya, aku yakin ia akan hancur sehancur-hancurnya karena melihat adiknya sudah tidak suci lagi," ketusnya Salman sambil berjalan ke arah pintu keluar.


Salman hanya menolehkan kepalanya sesaat kearahnya Rubi yang sudah terlelap dalam tidurnya.

__ADS_1


"Aku berharap semoga kita tidak berjumpa lagi di kemudian hari," ujarnya Salman sebelum memutar kenop pintunya.


Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap First Love Rubi Salman dengan caranya:


Like Setiap babnya, Rate bintang lima, Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi, Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...


Mampir juga dinovel aku yang lain:



Merebut Hati Mantan Istri.


Duren, i love you


Bukan Yang Pertama


Cinta Pertama


__ADS_1


Makasih banyak all readers… I love you all..


by Fania Mikaila Azzahrah


__ADS_2