
Tracy dan Tim Naka kembali ke hotel, untuk makan siang bersama para investor dan tamu-tamu VIP. Violetta langsung disalami semua tamu, dan mereka mulai membicarakan sesuatu dalam Bahasa Jepang. Tracy mengikuti Candice untuk mengambil buffetnya, makan siang terlihat lezat, dan hotelnya cukup terkenal dengan kualitas makannya yang enak. Tapi jantungnya terlalu heboh untuknya bisa menikmati makan siang.
Candice berkali-kali mencoba untuk menenangkan Tracy, tapi gadis itu hanya akan berpura-pura baik-baik saja, sebelum kembali menoleh ke arah Violetta.
“Tracy Manson, bukan?”
Tracy kaget dan hampir melompat saat suara berat seorang laki-laki memanggilnya dari belakang. Tracy belum sempat menoleh, laki-laki itu duduk di kursi kosong sebelah Tracy dan menyodorkan tangannya.
“Perkenalkan, William Johnsson dari majalah Poise.” Tracy menyalami laki-laki itu.
“Maafkan saya, menggangu waktu istirahat Anda. Saya akan langsung ke inti pertanyaan saya, supaya saya tidak membuang waktu Anda. Dari informasi yang kami punya, Anda sudah beberapa kali menolak mewakili majalah kami untuk sekadar foto editorial, apa yang membuat Anda berubah pikiran dan mempersembahkan gaun dari Naka Fashion Magazine di acara kali ini? Apa karena Anda hanya menerima tawaran besar, atau?”
Tracy hampir mengernyit, kenapa wartawan ini bertanya dengan kalimat yang membuat Tracy tidak nyaman seperti itu?
“Tidak… saya—“
“Maaf, tidak ada sesi tanya jawab dengan model kami, Tracy Manson datang dengan tim Naka sebagai jurnalis, dan dengan rendah hati tampil di panggung karena satu dan lain hal. Pertanyaan Anda bisa disimpan untuk sesi konferensi pers nanti, terimakasih, Mr. Johnsson, nikmati makan siang Anda.” Kata Reth yang sigap sudah berada di sisi Tracy.
William Johnsson menatap Reth dengan kesal, lalu berdiri dan pergi. Reth menepuk pundak Tracy.
“Jangan dipikirkan. Banyak dari mereka yang tidak punya sopan santun, apalagi tamu-tamu VIP.”
Tracy mengangguk. Tracy tahu, tapi ia tak urung kata-kata Johnsson sedikit menyentil Tracy.
Makan siangnya semakin tidak terasa nyaman, dan tanpa terasa, tim sudah mulai bubar dan bergegas untuk menyiapkan konferensi pers. Tracy kembali di tarik ke balik panggung, dan ia kembali dipakaikan gaun yang sama. Lima gaun terbaik akan di presentasikan di awal pers, sebelum pers dimulai.
Kali ini Tracy tidak merasa segugup tadi. Ketika gilirannya tiba fotografer langsung menghujaninya dengan kilatan blitz. MC mengarahkan Tracy untuk menghadap ke sisi tertentu agar semua wartawan dapat mengambil foto Tracy dengan jelas. Ia memberikan mereka tiga pose, satu pose menghadap depan, pose menghadap samping, dan pose menghadap belakang untuk ia dapat memamerkan gaun Violetta dengan sempurna. Tracy lalu kembali ke belakang panggung dan kembali menjadi Tracy Manson si jurnalis, dan bergabung dengan tamu di kursi paling depan. Setidaknya ia tidak perlu khawatir dengan bisikan-bisikan tidak enak dari wartawan, karena kalaupun mereka membicarakannya, mereka akan membicarakan Tracy dengan Bahasa Jepang, ia tidak akan mengerti apa yang mereka bicarakan.
__ADS_1
“Halo, selamat sore untuk semua wartawan terhormat yang telah hadir. Dimohon ketertibannya, setelah ini Miss Nakajima akan naik ke panggung, mohon pertanyaannya disiapkan dan tolong angkat tangan sebelum bertanya. Miss Nakajima akan memilih dan menunjuk kalian, jadi tolong jangan berebut, Miss Nakajima dan tim panitia akan mengusahakan setiap tim dari setiap stasiun TV maupun media lain akan dapat giliran untuk menyampaikan pertanyaan, terimakasih.” MC mengumumkan dan penerjemah mengulang hal yang sama. Setelah pengumuman tersebut, Violetta naik ke atas panggung dan duduk di meja yang telah tersedia. Suasana hening dan tertib, tapi keheningan itu membuat Tracy semakin merasa tidak nyaman.
“Selamat siang wartawan yang terhormat. Nama saja Violetta Nakajima, desainer Naka, dan direktor dari majalah fashion, Naka Fashion Magazine. Semoga dengan adanya konferensi ini, karya kami dapat sampai ke seluruh penjuru dunia dan menginspirasi banyak orang. Mari kita mulai konferensi hari ini. Pertanyaan pertama?”
Sigap semua wartawan mengangkat tangannya dan Violetta menunjuk salah satu.
“Kami telah mendengar cerita tentang inspirasi koleksi ini didapat dari desain gaun Karin Sasaki, apakah tema
‘kimono’ ini yang menyebabkan Naka untuk melakukan fashion show hanya di Jepang saja? Karena untuk dua koleksi sebelumnya, Naka melakukan dua presentasi, di Jepang dan di Perancis kalau kami tidak salah.”
Violetta mengangguk-angguk dan ia mendekati pengeras suara.
“Betul. Saya telah mengeluarkan dua koleksi sebelumnya, koleksi musim dingin Shade of Grey, lalu koleksi gaun mini Disco Balls. Untuk koleksi Modern Kimono ini saya akan melakukan presentasi ke dua di Paris Fashion Week awal tahun depan. Jadi akan berbeda dari tahun sebelumnya dimana saya melakukan presentasi tertutup dan konferensi pers seperti hari ini, tidak akan ada konferensi pers yang akan dilakukan tapi saya akan melakukan beberapa wawancara individu dengan majalah-majalah lokal Paris. Majalahnya apa? Informasi tersebut masih kami simpan secara rahasia jadi mohon tidak perlu ditanyakan. Terimakasih. Pertanyaan selanjutnya?”
Jemari Tracy mengetik dengan cepat. Ia tidak punya waktu untuk bahkan gugup dengan pertanyaan-pertanyaan wartawan yang mungkin akan ditujukan ke dirinya beberapa saat nanti.
Violetta tertawa kecil.
“Seperti yang kita tahu, Ibu saya orang Eropa dan Ayah saya orang Jepang. Saya sendiri lahir di Jepang sebelum
melakukan studi ke luar negeri. Jepang untuk saya adalah negeri yang luar biasa, dan ya, bisa dibilang setelah saya berjalan sejauh ini, saya mulai merasa, inilah waktu saya untuk memperkenalkan tradisi yang menemani saya tumbuh besar. Saya lahir di Kyoto dan itu juga adalah alasan saya memilih untuk melakukan presentasi di Kyoto, sembari menyegarkan ingatan masa kecil saya yang tertinggal di kota ini. Saya cinta negeri saya, tentu saja saya ingin ikut andil mengharumkan nama negeri ini kalau saya punya kesempatan, dan saya harap karya ini cukup merealisasikan hal itu.”
Tracy mengetik dengan cepat, matanya tidak lepas dari Violetta, dan sesekali melirik layar komputer untuk memastikan hal yang ia tulis sesuai dengan apa yang dibicarkan Violetta.
“Apa alasan Anda untuk memilih Tracy Manson yang adalah model Amerika untuk mempresentasikan gaun terakhir Anda? Sedangkan koleksi lain sepenuhnya dibawakan oleh model lokal. Kami dengar soal inspirasi Anda yang melahirkan gaun Ocean Tears terlahir dari membayangkan figur Tracy Manson, tapi apakah hal tersebut Anda jadikan alasan untuk membawa Tracy Manson ke dalam presentsi koleksi ini?”
Jemari Tracy berhenti bergerak, lalu kembali bergerak setelah ia mengingatkan dirinya bahwa ia hadir sebagai penulis hari ini, bukan model.
__ADS_1
“Biarlah saya menjawab pertanyaan ini dengan jujur. Ya, memang benar gaun itu saya buat dengan proporsi badan wanita barat yang lebih tinggi dari rata-rata orang Asia, dan ketika kami berada di belakagn panggung, gaun itu jatuh lebih panjang daripada yang seharusnya di tubuh model kami sehingga bagian-bagian yang ingin saya tonjolkan tidak terlihat seperti yang saya inginkan. Saya yakin pasti Tracy Manson dapat membawakan gaun itu dengan baik dengan postur tubuhnya yang tinggi, dan dengan kerendahan hatinya, Tracy setuju untuk mempersembahkan gaun itu di detik-detik terakhir.”
Tracy berusaha fokus kepada tulisannya sendiri dan mengabaikan topik yang membahas dirinya itu. Jantungnya mulai berdegup kencang sekarang.
“Tapi Tracy Manson bukan model, apakah Anda tidak berpikir untuk menyewa Gracy Manson, saudari kembarnya untuk mempersembahkan gaun itu?”
Violetta tertawa kecil, seperti menyindir. Tracy tahu jelas, Violetta juga tidak suka apabila seseorang membandingkan Tracy dengan Gracy.
“Tracy Manson bukanlah Gracy Manson, walaupun keduanya adalah kembar identik dan memiliki postur tubuh yang hampir sama. Saya sendiri adalah orang yang perfeksionis dan spesifik. Benar adanya saya membuat gaun Ocean Tears dengan imaji Tracy Manson di kepala saya, tapi Tracy Manson sendiri tidak sedang fokus di bidang modelling sekarang, karena ia sedang mengerjakan prioritasnya yang lain, sehingga saya bahkan tidak mempertimbangkan untuk menyewa model lain untuk mempresentasikan Ocean Tears, tapi karena kondisi memaksa dan Tracy Manson hari ini hadir untuk mendukung presentasi saya sebagai jurnalis Naka Fashion Magazine, kehadirannya menyelamatkan presentasi kami. Tracy Manson ingin melakukan modelling atau tidak ke depannya adalah sepenuhnya keputusan Tracy Manson. Catwalknya hari ini adalah sepenuhnya ketidaksengajaan.”
Tracy menghela napas lega. Violetta selalu bisa memberikan jawaban yang tepat.
“Beberapa tamu VIP memuji penampilan Tracy Manson malam ini, dan bahkan beberapa di antaranya mengatakan performa dan auranya lebih menakjubkan dibanding Gracy Manson. Bagaimana pendapat Anda tentang hal ini?”
Tracy mengernyit dan hampir saja menengok ke arah wartawan yang melontarkan pertanyaan itu. Benarkah?
Violetta menghela napas sebelum menjawab.
“Saudari kembar Manson dua-duanya adalah individu yang sepenuhnya berbeda, dan di waktu yang sama adalah manusia biasa yang bisa memiliki hari yang menyebalkan, hari yang menyenangkan, kondisi tubuh sempurna di hari ini atau sakit di kemudian hari. Keduanya adalah model yang bagus, dan bertalenta. Itu saja pendapat saya. Pertanyaan selanjutnya, mari kembali ke topik.”
Setelah itu pertanyaan kembali ke topik dan Tracy kembali memfokuskan pikirannya ke tulisannya di notebooknya.
Di ruangan itu hadir puluhan penulis dan wartawan TV dari berbagai macam label dan produksi. Penulis memiliki cara yang unik untuk membuat beritanya viral kadang-kadang.
Tracy sudah mulai merasa takut, bahkan membayangkan apa saja yang dapat diberitakan di TV dan majalah setelah hari ini.
Setidaknya hal itu akan membuat Grace ingat untuk mengecek e-mailnya dan membalas pesan dari Trace.
__ADS_1