
Tracy mulai merasa gugup. Ia bisa melihat keramaian orang-orang yang mulai masuk satu persatu. Selebriti, model-model terkenal, beberapa orang dengan nametag majalah fashion, dan beberapa perancang terkenal.
Tidak seperti model lainnya, Tracy menunggu di ruangan terpisah di bagian depan, di ruang kantor panitia. Karena
tidak ada jalan dari belakang panggung menuju pintu luar, dan Violetta benar-benar ingin Ocean Tears menjadi kejutan.
Tracy berdiri, menghampiri kaca pelan-pelan sambil memastikan ujung gaunnya tidak tersangkut sesuatu. Riasan
Candice lebih unik kali ini, gaunnya berwarna biru tua, Candice merias wajah Tracy dengan warna serupa, yang membuat matanya berkilauan dengan glitter dari shadow hitamnya setiap kali ia berkedip. Lipsticknya pun berwarna biru tua, yang membuatnya kelihatan sangat garang. Tracy menghela napas.
“Kau bisa melakukan ini, Gra—“
Tracy terkesiap.
Ia tidak bisa mengatakannya.
Sosok yang ia lihat di kaca bukanlah Gracy. Wajahnya serupa, tapi ia bisa melihat dirinya sekarang. Tracy, Tracy
Manson yang punya bibir sedikit lebih tebal daripada Gracy, Tracy yang punya mata yang sedikit lebih besar daripada Gracy. Tracy yang punya garis wajah yang lebih oval daripada Gracy.
Semuanya dapat ia lihat dengan jelas.
Tracy mengatur napasnya dalam-dalam, ia bisa merasakan dirinya mulai panik.
“Bilang saja kau ingin jadi Gracy tapi kau tahu kau tidak akan pernah bisa sehebat dia.”
Tracy menahan napasnya. Louis benar, sekarang bukan waktu yang tepat untuk kehilangan kepercayaan diri. Tracy adalah dirinya sendiri di luar runway, tapi ketika ia naik ke runway, ia adalah Gracy. Karena Tracy tahu, Tracy di atas runway tidak akan bisa dibawa kemana-mana, hanya Gracy yang bisa.
Napas Tracy mulai kembali teratur, dan ia memberanikan diri kembali melihat dirinya di kaca, dan ia mulai melihat
bayangan itu.
Bayangan wajah Gracy.
Tracy mengangguk.
“Kau bisa melakukan ini, Gracy.”
“Miss Manson! Sepuluh menit!”
Tracy menatap wajah panitia yang memanggilnya dari kaca, dan ia dengan cepat berbalik, dan mengangkat gaunnya dengan cepat. Panitia itu berlari ke arahnya untuk membantu Tracy membawa gaunnya yang panjang dan mereka berjalan ke arah pintu yang tertutup. Tracy berdiri tegak, dan ia memanjangkan tubuhnya. Dua panitia di sekitarnya merapikan tebaran ekor gaunnya di belakang, dan tidak lama kemudian Candice menyelinap keluar dari pintu.
Ia merapikan sisi gaun yang jatuh di bahu Tracy, tata rambutnya yang terikat acak-acakan di bawah, dan memastikan semuanya sempurna.
Candice mengangguk sambil memegang pundak Tracy.
“Good luck!” Candice berbisik lalu bergeser ke pinggir. Tepat setelah itu walkie-talkie yang dibawa panitia berbunyi pelan.
__ADS_1
“Buka pintunya dalam tiga…dua….”
Tracy memejamkan matanya.
“Satu!”
Ketika mata Tracy membuka, sorotan cahaya terang menerjangnya. Ia dapat melihat serbuk riasan yang jatuh ke bulu matanya berkilau diterpa cahaya, dan kakinya mulai berjalan ke arah panggung yang bersinar itu.
Penonton duduk di sisi kiri, kanan dan depan panggung. Barisan depan panggung terbelah dua cukup lebar, dan Tracy berjalan di tengah-tengahnya. Tracy tidak dapat merasakan tatapan-tatapan itu, yang dapat ia lihat hanyalah ujung dari runway, pintu menuju jalan keluarnya.
Tapi bukan berarti Tracy merasa terburu-buru, tidak. Ia menikmati momen ini. Dadanya terasa hangat, dan ia merasa tidak ada gadis lain yang secantik dirinya saat ini.
Itulah Gracy Manson, kan?
Tracy menaiki tangga pelan-pelan, lalu berputar dan berpose satu kali. Ia melemparkan tatapannya ke seluruh ruangan, dan puas ketika beberapa orang mengangguk menatap performanya, atau kecantikan rancangan Violetta yang membalut tubuhnya. Tracy kembali berbalik, dan berjalan sedikit untuk berhenti di sisi kanan. Gambar sakura-sakura kecil bermunculan di panel yang melapisi seluruh runway setiap kali kakinya berpijak ke permukaannya. Ia berpose dua kali, pelan-pelan, dan ia dapat mengenali beberapa orang sekarang. Selebriti-selebriti yang ia lihat di depan pintu tadi.
Tracy kembali berjalan, dan berhenti di sisi kiri. Beberapa influencer dan beauty celebgram yang ia kenal duduk di barisan depan, dan berbisik satu-sama lain. Di barisan yang sama duduk beberapa desainer, dan model yang pernah ia lihat beberapa kali.
Setelah berpose dua kali, ia kembali berjalan ke arah titik terakhirnya. Ia membawa roknya berputar, menahan posenya menghadap depan, lalu melemparkan pose terakhir sebelum lampu lalu dimatikan. Tracy dengan cepat berbalik, dan saat itulah ia mendengarkan beberapa bisikan sayup,
“Tracy Manson?”
Matanya terbelalak.
Mereka tahu?
Di dalam kepalanya bercampur aduk. Tracy Manson? Mereka seharusnya melihatnya sebagai Gracy bukan Tracy!
Tracy tiba-tiba merasakan kakinya berpijak di tempat yang salah, dan kehilangan keseimbangan. Tepat saat itu, lampu kembali menyala dan lagu juga kembali di nyalakan. Penonton riuh bertepuk tangan dan Violetta dipanggil untuk naik ke atas panggung oleh MC yang membawakan acara hari itu dalam Bahasa Inggris.
Tracy menyadari seseorang memeganginya dengan kuat, sebelum ia sempat menyentuh lantai, beberapa model bahkan menghampirinya.
“Kamu nggak apa-apa?”
Tracy mendongak, melihat orang yang memegangi tangan dan punggungnya sambil menariknya berdiri tegak. Kakinya kembali menyentuh lantai dengan benar, sepatu yang dikenakannya memang keras dan tinggi, bahkan Gracy mungkin saja jatuh dengan sepatu seperti itu. Tracy menarik tangannya dari genggaman lelaki yang menolongnya itu.
Ya, Louis Troya.
“Terimakasih.” Bisiknya lemas, sebelum ia berhenti di depan salah satu meja rias, dan duduk disana untuk kembali menatap dirinya di kaca.
“Tracy, gaunmu sudah kugantungkan di ruang ganti, cepatlah ke sana sebelum penuh, aku akan mengurus riasan model lainnya dulu.” Candice kembali datang dengan tergopoh-gopoh, menepuk pundaknya lalu kembali berpindah ke model lain. Tracy hanya bisa tersenyum seadanya, lalu ia duduk tegak.
Kau bisa melakukannya, Gracy.
Ia berbisik dalam hati, tersenyum pada bayangan wajahnya di kaca, lalu berjalan ke arah belakang panggung.
Gaun The Last Snow yang akan ia pakai untuk Frozen Flower memeluk badannya seperti seolah gaun itu memang dibuat pas untuk ukurannya. Candice bahkan tidak melakukan perubahan apapun pada gaun itu.
__ADS_1
Tracy mulai berpikir, Violetta memang membuat gaun itu berdasarkan ukurannya sambil mengharapkan hal ini akan terjadi di presentasinya. Atau jangan-jangan semua hal tentang jurnalis itu hanya sebagian kecil dari rencana Violetta? Tracy tidak akan pernah tahu, dan tidak akan mau tahu juga.
Tracy menatap pantulan dirinya di kaca. Candice melepas ikatan rambut Tracy dan mengurainya lalu memastikan keriting di rambutnya masih sempurna. Setelah menatanya sedikit, ia memasangkan earmuffs putih yang bertengger cantik di kepalanya. Rambut pirang tebalnya membingkai wajah Tracy dengan sempurna, membuatnya kelihatan lebih tirus daripada sebenarnya.
Semua riasan tebal biru dan hitam yang tadi sudah dihapus dan diganti dengan fruity
make up bernuansa jingga. Kali ini Tracy dapat dengan jelas melihat wajah Gracy di pantulan kaca dengan riasan tipis itu.
“Tadi kudengar kau sempat jatuh saat masuk ke belakang panggung. Apa kakimu baik-baik saja?”
Tracy hampir melompat kaget saat Candice tiba-tiba membuka suaranya. Tracy melihat ke arah kakinya yang telanjang.
“Aku baik-baik saja.” Tracy tersenyum ke arah pantulan wajah Candice di kaca. Candice
tertawa kecil.
“Baguslah. Sepatu untuk gaun ini juga akan cukup tinggi, modelnya boots musim dingin berhak tinggi dengan bulu-bulu putih dan jingga, cantik sekali jadi aku ingin kau memakainya sekarang. Bolehkah?” Candice berbalik untuk mengambil sepatu itu dan memberikannya kepada Tracy. Tracy hanya mengangguk dan mengambil sepatu itu.
“Oh, dan ini.” Candice juga memberikan syal berbulu putih kepada Tracy. “Silakan kau pakai sesukamu.” Candice
tersenyum lalu meninggalkannya.
Setelah itu Tracy mendengar MC menyinggung soal koleksi Frozen Flower dan Violetta membahas soal The Last
Snow.
“Setelah Ocean Tears, yang sudah meraih reaksi yang cukup kontroversial dari penonton yang kemarin telah menyaksikan presentasi Tokyo, bagaimana kira-kira dengan karya terbaik dari koleksi Frozen Flower? Karena saya dengar-dengar koleksi Frozen Flower tidak akan dibawakan komplit di presentasi kali ini.” Bahas MC. Violetta seperti biasa mengawali jawabannya dengan tawa canggung kecil.
“Ocean Tears kemarin sempat di kritik terlalu terlihat erotis untuk variasi kimono. Tapi gaun itu tidak akan sampai memperlihatkan bagian sensitif manapun. Memang bahu sabrinanya cukup rendah, tapi lingkar dadanya ketat jadi gaun itu tidak akan turun. Begitupula dengan belahan roknya yang memang dibuat pas di tengah-tengah. Gaun itu tidak akan bisa naik lagi kalaupun pemakai gaun mengangkat kakinya karena bagian itu sudah dijahit senatural mungkin.”
Tracy ikut mengangguk-angguk. Gaun itu tidak seterbuka kelihatannya.
“Untuk Frozen Flower, ya memang koleksi yang ditampilkan hanya akan ada dua belas baju, dan salah satunya adalah The Last Snow yang merupakan karya yang dapat saya banggakan.”
Tracy menatap lagi bayangannya di kaca. Gaun ini memang perlu dibanggakan.
“Karya ini saya ciptakan dengan imaji bunga poppy yang mekar setelah salju terakhir. Tidak nyata tentunya, ini
seperti imaji-imaji di dalam film dan sejenisnya.” Violetta tertawa. Memang benar Violetta banyak mendapatkan inspirasinya dari anime, tapi sejauh ini hanya Jesca dan Tracy yang tahu. Violetta tidak banyak mengumbar-umbar tentang dirinya ke publik. Itu juga jadi salah satu alasan kenapa Aya Eiko akan menyanyikan lagu kesukaannya malam ini, dan lagu yang ia bawakan itu juga salah satu lagu anime kesukaan Violetta. Tracy tertawa kecil mengingat semua ini. Untuk sesaat, rasa gugup memualkan di perutnya menghilang.
“Oh, tepat sekali, berarti memang penampilan Aya Eiko malam ini juga merupakan permintaan dari Anda sendiri?”
Violetta kembali tertawa canggung.
“Ya, memang begitu. Aya teman saya, kami sekolah di SMP yang sama sebelum saya meninggalkan Jepang. Lagu yang akan dibawakannya malam ini memang bukan dari albumnya sendiri, tapi kami juga sudah meminta izin pada penulis lagu dan penyanyi aslinya. Aya bahkan akan tampil dengan bandnya sendiri malam ini.”
Tracy terkejut, ia langsung mencari Candice yang sedang mengangguk-angguk pada salah satu model, dan mengatakan bahwa Aya jadi membawa band personalnya malam ini. Ya, hanya untuk satu lagu itu. Hanya untuk empat setengah menit itu. Aya pasti sudah jatuh cinta pada Violetta.
__ADS_1
Satu lagi perubahan mendadak. Tracy menghela napasnya tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa terhadap perubahan itu kan. Semoga saja bandnya tidak di taruh di tengah-tengah runway.