Floriografi: Mawar Merah

Floriografi: Mawar Merah
Bab 12


__ADS_3

“Oh… hai! Aku... eh... sempat dengar sedikit tentangmu. Aku Violetta, salam kenal. Duduklah, kita akan mulai setelah semuanya lengkap ya, sebentar lagi.”


Louis dan Juan berjalan pergi, lalu Violetta pelan-pelan menyenggol Tracy.


“Itu kah? Si orang gila?” Bisik Violetta.


Tracy mengangguk pelan-pelan.


“Dia tidak terlihat… gila.” Violetta mencondongkan badannya ke arah Tracy, sambil mencuri-curi pandang ke arah


Louis.


“Iya. Karena kau tidak melihatnya sambil dia mencengram tanganmu dan meneriaki mukamu.” Tracy bergumam sambil menggertakan giginya. Ia mendecakkan lidah. Kenapa orang itu harus berada di tempat yang sama dengannya di momen ini?


“Kalau kau mau pulang ke hotel aku tidak keberatan, Trace.”


Tracy menggelengkan kepalanya.


“Aku hadir sebagai personel tim-mu hari ini kan? Aku harus professional juga.” Tracy menegakkan badannya.


Violetta tertawa kecil lalu menepuk-nepuk pundak Tracy.


“Aku suka ke-professionalan itu. Abaikan saja dia, dia berurusan dengan Jasper kan? Aku tunangan Jasper tapi bukan berarti aku harus menyukai dia karena Jasper menyukai dia.” Violetta menyodorkan kepalan tangannya ke arah Tracy dan Tracy menabrakkan kepalan tangannya ke tangan Violetta.


“Sis for life.” Tracy menyeringai ke arah Violetta.


Violetta mengangguk. “Sis for life.”


Tracy melirik Louis beberapa kali, tapi laki-laki itu tampak sibuk berbicara dengan Juan yang terlihat cukup akrab dengannya. Tracy aman untuk sekarang, tapi setelah acara ini berakhir, ia tidak yakin tentang apa yang akan terjadi.

__ADS_1


Tidak lama setelah itu, meja mulai penuh, dan Violetta meminta server untuk datang dan menyajikan makanan pembuka. Violetta berdeham, dan ruangan menjadi hening seketika.


“Selamat siang, teman-teman dan rekan-rekan. Terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk hadir di tempat ini.


Sebelum kita memulai untuk membicarakan presentasi Naka di Tokyo, kami tim Naka ingin mengucapkan banyak terimakasih untuk tim Kyoto yang telah melakukan kerja yang luar biasa.” Violetta bertepuk tangan dan semua orang mengikuti.


“Baiklah, untuk sekarang saya ingin memperkenalkan semua tim yang hadir disini, supaya kita bisa bekerja lebih baik di Tokyo. Bisa dimulai dari saya sendiri, nama saya Violetta Nakajima, saya adalah founder dari Naka Fashion Magazine dan CEO dari Naka Collection. Saya datang dengan 4 orang tim inti Naka, di sebelah kiri saya ada Juan, fotografer kami, Juan akan membantu mengarahkan fotografer yang akan hadir di hari pertunjukkan nanti, jadi apabila ada pertanyaan tentang fotografi atau pun videografi, mohon langsung menghubungi Juan.”


Juan membungkuk sedikit, sambil tersenyum dan menatap setiap orang yang ada di ruangan.


“Di sebelah sana ada manager dan asisten saya, Reth, beliau yang nanti akan melakukan quality control acara, memastikan semuanya berjalan dengan baik dan sesuai rencana. Beliau juga yang akan melakukan time-running serta pengecekan ruangan dan sebagainya, jadi tim event nanti dapat langsung menghubungi Reth untuk informasi selanjutnya.” Reth duduk di seberang Violetta dan ia mengangguk-angguk sambil melambaikan tangannya canggung.


“Lalu ada Candice, yang akan menata rias dan rambut model. Candice akan in-charge untuk semua perkara belakang panggung, jadi tolong jangan terlalu mengganggu Candice di hari-h, karena ia bekerja sendiri, menata semua model ini, hanya akan ada dua orang lain yang akan membantu model berganti baju, jadi Candice akan cukup sibuk di hari-h.” Candice duduk di sebelah Tracy, dan ia hanya tersenyum malu-malu dan mengangguk kecil.


“Yang terakhir ada Tracy, tim jurnalis Naka yang akan merampungkan semua hasil konferensi pers, dan juga wawancara saya. Tracy juga karena satu dan lain hal akan mengenakan gaun Ocean Tears yang selalu akan dipresentasikan belakangan, jadi Tracy akan cukup sibuk melakukan dua pekerjaan di satu waktu yang sama, jadi tolong jangan ada yang menggangu Tracy juga.” Tracy mengangguk dan hanya tersenyum, menatap lurus ke arah spot kosong di sebelah Reth. Ia bahkan tidak ingin menatap orang-orang dan melihat senyum-senyum buatan yang akan diberikan semua orang padanya.


“Tim fotografi disini ada Louis Troya dari In The Moment Photography dan Carolina Pierce dari Monochromatic Studio. Sedangkan untuk Videografi akan dibantu oleh Derrian Macler dari DM Studio.”


Violetta lanjut memperkenalkan semua tim-tim lain, empat orang tim event, dua orang Tokyo, satu orang Paris Fashion Week, dan satu lagi dari Amerika, satu lagi adalah yang akan membantu Candice di belakang panggung dan satu tim lighting.


“Akan ada satu orang yang akan mengurus musik dan satu orang lagi yang akan mengurus registrasi dan marketing, tapi keduanya tidak bisa hadir hari ini.” Violetta kembali memastikan kertas yang ia pegang, memastikan tidak ada yang terlewat.


Tracy lagi-lagi merasakan tatapan tajam dari sisi sebelah kirinya, dan ia kali ini balas melirik ke arah kiri. Ia menemukan Louis sedang mengernyit dan menatapnya. Louis mengangkat alis, menatap Tracy dengan wajah yang sangat menyebalkan.


Tracy balas mengangkat alisnya.


“Apa?” Tracy menggerakan bibirnya. Louis mendengus pelan, menggeleng-gelengkan kepalanya dan kembali duduk tegak.


Belum sempat Tracy merasa kesal, pelayan datang membawakan makanan pembuka, cawanmushi hangat. Mereka mulai menyantap makan siang dengan pembicaraan ringan dan Tracy dengan cepat melupakan Louis yang duduk jauh di sebelah kirinya. Candice, yang duduk di sebelahnya, adalah gadis yang manis dan setelah berbicara cukup lama dengannya, mereka ternyata cocok juga.

__ADS_1


Tidak seperti bayangan Tracy, ternyata makan siang hari itu berjalan dengan ringan dan cukup lancar. Setelah main course di sajikan dan semua tim selesai makan, Violetta kembali berbicara.


“Karena kita adalah tim inti, dan saya ingin bisa bekerja dengan tim ini untuk jauh ke depannya, karena kemungkinan saja tim ini akan kembali dipanggil, bukan hanya untuk Naka, mungkin saja untuk J&K, atau karya lain, karena Naka dan J&K sendiri sedang merencanakan sebuah clothing line baru yang khusus untuk pakaian kasual yang bisa dijual untuk umum dan tentunya kami akan butuh tim juga. Saya ingin kita bisa terbuka satu sama lain. Apakah ada hal yang ingin ditanyakan kepada saya atau tim Naka seputar show nanti?”


Tracy sedikit gugup, tapi Louis tidak menunjukkan tanda-tanda akan membuat masalah.


Pertanyaan-pertanyaan yang dilemparkan kepada Violetta ternyata cukup professional. Mulai dari perpindahan antara Show ke Konferensi pers, juga perbedaan show Kyoto dan Tokyo. Tracy ikut fokus mendengarkan dan dari gambaran Violetta, tampaknya show di Tokyo akan diadakan jauh lebih mewah dengan hadirin lebih banyak. Karena kali ini tidak hanya tamu VIP, tapi akan ada tamu publik yang diperbolehkan membeli tiket masuk. Harganya cukup tinggi tentunya, menghindari adanya orang sembarangan, dan pelanggan Naka, atau J&K, atau brand-brand lainnya seputar mereka akan diberikan fast-track.


Selain itu koleksi yang ditunjukkan akan berjumlah dua kali lipat Kyoto. Violetta juga akan menunjukkan sepuluh piece baru dari koleksinya yang akan dirilis bulan depan, masih seputar Jepang, koleksi baju musim dingin bertema floral, Frozen Flower.


Setelah semua orang memberikan pertanyaan mereka, Violetta menghela napas kecil.


“Kau tahu? Setelah melihat masalah dengan Ocean Tears, aku juga merasa akan ada dua gaun yang bermasalah di koleksi Frozen Flowerku. Aku punya satu coat panjang dengan desain rumit yang berekor. Satu lagi adalah floral sweater, dengan rok span satin yang kuharapkan panjangnya berhenti tepat diantara bawah betis dan pergelangan kaki. Tapi aku tidak yakin apakah rok itu akan bisa pas di model mana. Kau keberatankah kalau mencoba kedua gaun itu nanti? Aku tahu permintaanku keterlaluan, tapi aku bersumpah kami akan membayarmu sebagai model dengan rating yang masuk akal.” Violetta menjelaskan panjang lebar. Ia tampak semangat saat membayangkan gaun-gaun koleksinya. Tracy sebetulnya tahu betul, Violetta sangat ingin melihat Tracy menjadi seorang model sukses. Karena bagi Violetta, gaun-gaun buatannya selalu terlihat lebih cocok di badan Tracy daripada di badan Gracy. Violetta pernah menyewa Gracy untuk debut karyanya, tapi ratingnya tidak terlalu bagus dan beberapa desainer senior malah menyampaikan kritik soal bentuk gaun yang tidak cocok dengan model yang dipilihnya saat itu.


Setelah itu Violetta selalu berhati-hati dengan pilihan modelnya. Karena gaun-gaun Violetta nyentrik dan berani, ia tidak akan mengubah caranya merancang, tapi ia akan melakukan apapun agar desain itu terlihat persis seperti yang ia bayangkan.


Tracy hanya bisa mengangguk sambil tersenyum. Ia sudah tercebur terlalu dalam, di titik ini sudah tidak akan berpengaruh seberapa banyak dress yang ia tampilkan. Sudah terlalu banyak majalah dan stasiun televisi yang mengambil gambarnya saat di Kyoto, jadi kenapa tidak menghasilkan sedikit uang dari hal ini?


“Tidak masalah, Vi. Aku sudah mempresentasikan karyamu di publik kemarin, jadi tidak perlu tanggung-tanggung, pergunakan aku sesuai keinginanmu. Kalau aku masih bisa melakukannya aku ingin membantumu.” Tracy tersenyum lalu mendekat ke arah Violetta sedikit. “Tapi aku tidak bercanda ya, aku mau dibayar.”


Tracy tertawa dan Violetta ikut tertawa kecil.


“Aku tidak bercanda Trace, betulan. Aku sudah menjerumuskanmu ke masalah ini, nasi sudah menjadi bubur, kenapa tidak kita sekalian tambahkan topping dan makan bubur itu setelah semua ini selesai?”


Tracy mengangguk-angguk. Ia juga tahu Violetta merasa tidak nyaman, meminta hal seperti ini kepada Tracy, tapi benar adanya, mereka berdua hadir sebagai rekan kerja selama mereka masih berada di Jepang, jadi tidak ada gunanya merasa tidak enak kepada satu sama lain sekarang.


“Setuju Vi, ayo kita berikan yang terbaik.”


Soal apa yang terjadi ke depannya, biarlah terjadi.

__ADS_1


__ADS_2