Floriografi: Mawar Merah

Floriografi: Mawar Merah
Bab 8


__ADS_3

Setelah itu Violetta langsung menghampiri Trace.


“Tracy, acara akan sepenuhnya dibawakan dalam Bahasa Jepang, jadi kau tinggal ingat-ingat saja model sebelummu siapa. Lalu kau tunggu MC mengatakan sesuatu setelah model sebelum dirimu keluar, setelah MC selesai bicara, kau bisa keluar, berjalanlah pelan-pelan, lebih pelan dari tempo lagu. Setelah kau catwalk, kembali ke panggung, berpose sebentar, dan MC akan kembali bicara. Model-model akan membungkuk sebelum turun panggung, jadi kau ikuti saja sinyal-sinyal mereka, dan turun dari panggung. Kau bisa langsung lepaskan gaun ini, dan kembali melakukan tugasmu.” Violetta mengambil napas panjang.


“Aku akan minta maaf panjang lebar setelah ini, karena saat pers nanti kehadiranmu kemungkinan akan jadi topik hangat aku yakin, dan—“


Tracy menepuk kedua pipi Violetta dan ia membiarkan telapak tangannya disana, merasakan betapa dingin wajah sahabatnya itu.


“Masalah itu kita bicarakan nanti, kau fokuslah pada acaramu, anggap saja aku ini memang salah satu modelmu.” Tracy berkata pelan-pelan.


Violetta membuang napas.


“Aku tidak apa-apa, jangan memperlakukan aku seperti orang asing.” Tracy menambahkan.


Violetta mengangguk-angguk. “Ya, aku tahu  Terimakasih banyak, Trace. Good luck.”


Tracy melepaskan tangannya yang singgah di pipi Violetta. Ia tersenyum.


“Good luck.”


Tracy menunggu Violetta pergi dan kembali menata dirinya sendiri. Ia menatap ke bawah. Heels silver motif zebra yang ia pakai sangat tinggi, dan banyak model yang pernah jatuh di atas runway. Tracy menghela napas.


“Tidak, tidak, kau tidak akan jatuh, kau tidak akan apa-apa.”


Bisik Tracy pada dirinya sendiri. Ia menatap dirinya di kaca. Ia mengangguk pada bayangannya di kaca.


“Maafkan aku Grace, tapi aku akan jadi kau untuk satu jam ini.” Bisik Trace pada bayangannya sendiri di kaca. Ia menatap matanya sendiri dalam-dalam, dan perlahan, tatapan mata itu berubah.


“Kau bisa melakukannya, Grace.”


Bisik Trace pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Music disko dengan lirik berbahasa Jepang terdengar sayup-sayup di luar. Trace berdiri dengan anggun di barisan paling belakang. Semua model pelan-pelan berjalan keluar, setelah Candice merapikan baju dan rambut mereka sekali lagi sebelum masuk dari belakang panggung.


Trace mengatur napasnya, yang sekarang bernada pelan dan tenang. Matanya fokus dan menatap pintu belakang panggung yang tertutup tirai dan dari celah itu Trace dapat melihat cahaya terang lampu sorot diluar. MC memperkenalkan setiap karya yang dipersembahkan ke luar dan tiba giliran model terakhir sebelum Trace.


Candice berdiri menghadap Trace dan tersenyum.


“Kau terlihat cantik.” Bisiknya sambil merapikan gaun Trace. Trace tersenyum.


“Terimakasih, Candice.”


“Baiklah, model terakhir, gaun Naka Ocean Tears, silakan memasuki panggung.” Kata salah satu penerjemah di sana. Trace mengangkat dagunya, dan menarik lagi badannya untuk berdiri lebih tegak. Ia mengambil langkah pelan menuju studio, membuka tirai panggung, dan berjalan masuk.


Penonton yang hadir cukup banyak. Teater fashion Nishijin tidak besar, tapi tamu yang hadir mampu memenuhi seluruh ruangan dan kursi yang tersedia. Beberapa bahkan berdiri di belakang barisan terakhir kursi. Trace menikmati waktunya, memastikan setiap langkah yang ia ambil membentuk satu garis lurus yang stabil. Trace mengambil kontrol setiap sisi dari tubuhnya, dari kedipan matanya, cara bibirnya tersenyum, cara lehernya menengok dan bertemu dengan bahunya yang ia angkat sesekali untuk memamerkan garis tulang selangkanya yang menonjol.


Trace dapat merasakan setiap lirikan dan desahan kagum. Beberapa berbisik satu sama lain dan menunjuk gaun yang ia pakai. Trace berputar dan ia meyibakan ekor gaun itu dengan kakinya sebelum kembali berjalan ke arah panggung. Sesampainya ia di panggung, ia berputar dengan cepat dan membiarkan ekor gaunnya melingkari kakinya, lalu ia mengangkat kedua tangannya ke sisi badannya dan membiarkan jemarinya mengatup satu demi


satu, sambil menunggu model-model lain berkumpul di sisinya. Setelah semuanya sampai dan berpose dengan cantik, mereka membungkuk kecil. Tracy menyilangkan kakinya, menaruh telapak tangan kanannya di dada untuk menutupi celah kecil gaun di bagian dadanya sebelum ikut menunduk singkat, lalu berputar dan kembali masuk ke belakang panggung.


“Auramu luar biasa, Manson, terimakasih. Penampilanmu tadi sangat indah.” Bisik Candice.


Detik itu juga Tracy menarik napas dalam, seperti baru saja menahan napas di dalam air dan akhirnya keluar dan menemukan udara segar. Ia membuang napasnya keras dan balas memeluk Candice.


“Terimakasih, Candice.”


Gadis itu langsung membantu Tracy melepaskan gaunnya dan setelah itu, Tracy mengendap-endap kembali ke kursinya dan langsung membuka buku catatannya dengan cepat. Ia menulis semua hal yang perlu ia tulis, sebelum ia menyatukan fokusnya kembali kepada Violetta yang sedang berbicara di atas panggung.


“Lalu apa yang membuatmu memutuskan untuk membuat kimono sebagai variasi koleksimu yang baru ini?” Tanya sang MC.


“Hm.. begini. Beberapa saat yang lalu karya kami sempat dipublikasikan oleh seorang pemain drama dan model terkenal, Kanae “Karin” Sasaki. Seperti yang publik tahu, gaun pengantinnya kemarin dirancang oleh kami, tim Naka. Karin sendiri sempat memberikan permohonan spesifik, ia ingin gaun pengantinnya mewah, namun terlihat seperti kimono. Mungkin ketika Karin mengatakan hal itu, mata saya seolah-olah bersinar seperti mengeluarkan laser.”


Semua orang yang hadir mengeluarkan tawa kecil menjawab candaan dari Violetta.

__ADS_1


“Permintaan itu seperti melimpahkan segudang inspirasi ke dalam kepala saya. Tepat setelah pertemuan kami dengan Karin hari itu, saya pulang ke rumah dan terus menggambar sampai kurang lebih tiga puluh enam jam. Saya menghasilkan tidak kurang dari lima puluh karya, dan lima belas yang kami tampilkan hari ini adalah karya terbaik yang hasil dari kerja saya malam itu yang telah di revisi menjadi versi yang menurut kami paling indah.”


Tepuk tangan memenuhi ruangan, Tracy pun menurunkan penanya sesaat untuk ikut bertepuk tangan. Rasa bangga memenuhi hati Tracy.


“Oh ya, berbicara tentang karya-karya tersebut, saya rasa tidak hanya saya yang menyadari bahwa model terakhir bukanlah model Jepang seperti yang lainnya. Apakah ada alasan khusus dibalik pemilihan model tersebut?”


Senyum Tracy sontak menipis, dan ia melihat lirikan Violetta kepadanya.


“Kami mendapatkan sedikit masalah di belakang panggung. Bisa dibilang ini adalah kesalahan saya pribadi yang lupa mempertimbangkan postur tubuh orang asia pada umumnya. Ketika membuat desain baju tersebut, imaji satu orang ini tidak mau meninggalkan kepala saya dan postur tubuh orang itu cukup spesifik, tinggi dan ramping. Saya terus-menerus membayangkan orang itu memakai gaun yang saya buat, dan orang tersebut tidak lain adalah sahabat baik saya sendiri, Tracy Manson, kuharap kau mau berdiri dan menunjukkan wajah cantikmu.” Violetta menoleh ke arah Tracy, dan mau tidak mau Tracy berdiri dan membungkuk ke arah penonton yang langsung memberikannya tepuk tangan. Ia kembali duduk.


“Tracy Manson? Saya merasa pernah mendengar nama itu di suatu tempat.” Sebut MC. Violetta kembali melirik ke arah Tracy, seolah-olah meminta maaf.


“Ya, sahabat saya ini adalah saudara kembar dari model dan bintang Gracy Manson, tapi untuk lebih lanjutnya, pertanyaan akan saya jawab di konferensi setelah ini.”


“Tidak masalah, kita kembali kepada karya-karya dari Naka—“


Tracy menghela napasnya kecil, dan mulai kembali menulis lemah di buku catatannya.


Kepalanya merangkai ratusan pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan di konferensi pers sore ini.


Pertanyaan mungkin akan dimulai dengan:


Kenapa Naka memilih Tracy Manson untuk mempersembahkan karya ini dan bukan Gracy Manson yang (jelas-jelas) adalah model professional?


Dan lalu Violetta akan menjawab sambil membelanya:


Karena orang yang saya inginkan adalah Tracy Manson dan bukan Gracy Manson.


Tracy menghela napas lalu menggelengkan kepalanya. Ia tidak boleh membiarkan dirinya dan siapapun merendahkan Gracy. Semua hal yang terjadi bukanlah karena Gracy, tapi karena Tracy sendiri.


Ia kembali menatap ke arah panggung, di mana Violetta duduk di seberang MC, dan kembali mencatat.

__ADS_1


__ADS_2