
Shibuya Hikarie, besar dan sibuk. Ketika mereka sampai di sana, panggung sedang dibangun dan dirapikan. Seorang laki-laki berjas menghampiri Violetta dan menyalaminya. Tracy bahkan sudah tidak merasa canggung, terlalu banyak orang penting yang bernapas di dekatnya beberapa hari ini. Dia mulai merasa normal dengan semua itu.
Violetta berbicara sebentar dengan lelaki itu, dan ketiga tim Naka lainnya hanya bisa berdiri canggung di belakang
VIoletta sambil berbisik-bisik soal betapa bersihnya tempat itu dan betapa luasnya venue kali ini di bandingkan venue kemarin. Hanya Reth yang tidak kaget, karena tahun lalu salah satu koleksi Violetta ditampilkan di Tokyo
Fashion Week di venue ini sehingga Reth sudah cukup familiar dengan situasi sekitar. Juan baru saja dijadikan pemimpin fotografer di tahun ini, begitupula Candice.
“Ok, jadi—“ Violetta berbalik menghadap tim Naka begitu lelaki itu selesai bicara dan berjalan pergi. “Karena
panggungnya belum selesai, kita harus mengurus belakang panggung dulu. Reth, kau bisa langsung keliling untuk mengatur jadwal konsumsi besok, mempersiapkan anggota keamanan, dan juga jangan lupa soal pesta penutupan. Juan, kau juga bisa mulai memperkirakan akan memasang kamera dimana, serta memberikan bagian-bagian untuk tim dokum yang lain. Candice dan Tracy, kalian ikut aku ke belakang panggung ya. Itu saja, semangat untuk hari ini!” Violetta tersenyum lalu langsung berbalik dan berjalan dengan cepat. Candice dan Tracy berusaha untuk menyamakan kecepatan langkah Violetta menyusuri ruangan yang panjang itu.
Selama mereka berjalan, Tracy menatap panggung, dan secara spontan badannya berjalan di satu garis yang selaras dengan panjang runway, seolah sedang melakukan catwalknya sekarang.
“Kau lahir untuk modelling, Tracy, kau harus mulai menerima fakta itu.” Candice berbisik, dan Tracy hampir melompat kaget. Ia kembali mengatur caranya berjalan agar kembali normal.
Tracy tertawa canggung.
“Aku tidak tahu harus mengatakan apa untuk menjawab kata-katamu.”
“Semuanya akan berubah setelah Tokyo selesai, Tracy. Kalaupun kau tidak setuju dengan pernyataanku, yang akan menilai adalah puluhan mata professional dan ribuan mata lainnya yang melihat dari layar media. Setelah itu, keputusan akan ada di tanganmu.”
Tracy mengangguk-angguk, ia tahu, cepat atau lambat ia akan harus bertemu Gracy dan membicarakan hal ini. Matanya kembali melirik ke arah panggung.
Tidak hanya Gracy yang harus ia ajak bicara, tapi juga dirinya sendiri.
Ketika mereka berdua sampai di belakang panggung, mereka disambut oleh model-model lain yang sudah siap untuk menampilkan gaun-gaun Violetta. Tracy mengakui, memang ia sedikit lebih tinggi daripada model-model ini, tapi tidak hanya ia kok yang tinggi. Ada kurang lebih dua, tiga model yang kurang lebih sama tinggi dengan dirinya, tapi kalau ia sekali lagi tawar menawar dengan Violetta soal dress tadi, ialah yang akan terlihat tidak professional.
“Candice, kemari dan atur model-model ini. Aku mau riasannya lebih heboh dan lebih ‘Jepang’ daripada Kyoto kemarin. Lalu..” Violetta melemparkan pandangannya memutari ruangan.
“Ah, Shu, Nana, dan Tracy, kemarilah.”
__ADS_1
Tracy dengan sigap melangkah mendekati Violetta. Kedua model tinggi yang tadi ia perhatikan ikut menghampiri Violetta.
“Baiklah, begini. Shu, kau akan jadi pembukaan acara. Gaun yang akan kau pakai adalah kimono tradisional, tapi akan ada pita besar di belakang obi-nya, dan pita itu berekor panjang sekali, kurang lebih tiga meter. Lalu kau juga akan memakai selendang di lenganmu, dan akan ada ornament besar juga dirambutmu.” Violetta mengarahkan sambil memperhatikan gadis itu. Wajah Shu tirus, seperti Violetta, dengan rambut yang sama legamnya, namun rambut Shu jauh lebih panjang daripada Violetta.
“Ketika kau masuk, jalanmu harus sangat pelan. Kau berjalan sampai ke depan, ketika kau sampai diujung aku mau kau membungkuk hormat, pelan-pelan saja, aku tahu ornamen di kepalamu akan sangat menyulitkan. Lalu kau berjalan kembali, dan berpose lah di dekat jalan masuk, lalu lampu akan mati. Dalam keadaan lampu mati tersebut kau harus bisa kembali masuk ke belakang panggung, jangan khawatir, kau tidak akan pakai sepatu.”
Wajah Shu tampak sedikit lebih cerah mendengar ia tidak akan menggunakan alas kaki. Gadis itu mengangguk-angguk kecil.
“Lalu Nana, kau akan membuka seri Frozen Flower. Gaunnya nanti akan berupa longcoat merah transparan, dalamnya kau akan menggunakan setelan dua potong bohemian. Kau juga akan menggunakan ornament yang cukup berat, sepertinya topi bulu yang agak tinggi, dan kau akan menggunakan boots kulit putih. Tidak terlalu tinggi jadi jangan khawatir, tapi kau nanti akan membawa payung yang besar dengan tirai yang mungkin membuatmu tidak dapat lihat jalan, jadi nanti kita akan latihan dengan payung itu.”
Tidak seperti Shu, kali ini wajah Nana khawatir, alisnya bersanding, tapi ia tetap berusaha tersenyum dan mengangguk.
“Nah, Trace.” Violetta menepuk pundak Tracy. “Kau akan jadi penutup kedua seri.”
Tracy menahan diri untuk tidak menghela napas di depan kedua model lainnya, dan hanya mengangguk.
“Gaun pertama adalah Ocean Tears, yang kau pakai kemarin. Aku harap tidak ada masalah, yang kedua adalah Frozen Sakura. Bentuk gaunnya tidak jauh berbeda dengan Ocean Tears, kau belum sempat coba kemarin. Gayanya old school dengan bahu yang menggelembung dan lengannya panjang, body fit. Roknya akan pendek di bagian depan, dan panjang di bagian belakang, tapi kau akan menggunakan petticoat jadi pasti akan agak ribet. Nanti kita akan latihan dengan petticoatnya saja.”
Violetta tertawa kecil.
“Tidak perlu. Tangled Ribbon akan dipakai Shu nanti, untuk Peach Frills masih akan kulihat, sepertinya bisa dipakai Lizzy. Aku lebih perlu kau jadi penutup.”
Tracy hanya bisa mengangguk sebagai jawabannya.
“Baiklah kalau begitu, Shu, kau coba gaun itu sekarang, karena aku yakin gaun itu kebesaran di badanmu, bilang Candice untuk kecilkan gaun itu sesuai ukuranmu, sekarang. Nana, kau juga bisa langsung ambil payungnya, dan kau bisa berlatih dengan itu. Tracy, ikut aku sebentar.”
Violetta kembali berjalan dengan langkahnya yang panjang, dan Tracy mengikutinya dengan berlari-lari kecil. Violetta membawanya keluar dari belakang panggung menuju panggung.
“Trace, show kali ini kau tidak akan mulai dari panggung, kau akan mulai dari pintu belakang. Untuk Ocean Tears saja.” Violetta menunjuk pintu yang berhadapan dengan runway. “Pintu itu nantinya akan dipakai tamu-tamu masuk, tapi setelah pukul tujuh akan ditutup. Kau akan disiapkan di belakang pintu, dan pintu dibuka ketika kau masuk saja. Kau berjalan terus sampai ke panggung, nanti akan ada tangga disana.” Violetta menunjuk ujung runway. “Kau naik, langsung berjalan ke arah pintu belakang panggung, lalu kau lakukan hal itu yang kau lakukan kemarin dengan ujung rokmu, aku suka trik-trik itu. Lalu jalan lagi ke depan, kau berpose di depan, berbalik, kau berpose di kanan, lalu di kiri, lalu berhenti di belakang seperti kemarin. Tapi kali ini sama seperti pembukaan, lampu akan mati lalu kau akan berjalan ke belakang saat lampu mati. Ketika lampu nyala aku akan keluar untuk pidato dan tanya-tanya sedikit, kau tidak perlu khawatir dengan wawancaranya nanti akan ada video dari Juan.”
Violetta menjelaskan dengan cepat, dan Tracy takut untuk bertanya atau memintanya mengulang sehingga ia mencoba untuk mengingat semuanya.
__ADS_1
“Oh, dan nanti ketika Frozen Flower ditampilkan, akan ada Aya Eiko menampilkan satu lagu. Dia akan bernyanyi satu bait, lalu model akan mulai masuk di bagian reff.” Violetta menepuk dahinya. “Duh, aku lupa memberitahukannya kepada Nana. Untuk Frozen Flower aku ingin suasananya lebih cair, seperti fashion show ala-ala Victoria Secret, kau sudah pernah lihat kan?”
Tracy mengangguk-angguk. Siapa yang tidak tahu?
“Dan nanti ketika kau keluar, lagu Aya Eiko seharusnya sudah mencapai puncak, saat di bridge menuju reff terakhir. Kau akan keluar disana, kasual saja sambil sedikit-sedikit berinteraksi dengan Aya. Kau berhenti di depan, tidak perlu terlalu tegang, kau bisa ikut lipsync lagunya, sambil menari-nari cantik juga tidak apa-apa. Setelah itu kau akan berjalan balik, dan berinteraksi lagi dengan Aya, Ketika lagu akan selesai, Aya akan melakukan adlib dan vocalizing, kau hanya perlu jalan anggun, mengitari Aya, pelan-pelan sambil memainkan dressmu. Setelah lagu Aya menuju selesai, ia memutarmu, lalu mengirimmu pergi kembali ke belakang panggung.” Victoria mengangguk pada dirinya sendiri.
“Nanti ketika latihan kau akan dibimbing oleh koreografer, dan kita akan latihan setidaknya tiga kali,, jadi jangan
khawatir. Kau hanya perlu bersenang-senang.” Victoria menepuk-nepuk pundak Tracy, lalu berjalan pergi menghampiri seorang laki-laki, yang sepertinya adalah panitia music tidak bisa hadir di pertemuan kemarin.
Tracy menghela napas, ia lalu menyentuh panggung runway dengan jemarinya.
Ini mimpinya.
Kalau ia bisa berbicara jujur, ia ingin bisa berada di sebelah Gracy, satu paket dengan Gracy, apa yang Gracy lakukan ia lakukan juga.
Tapi ia sadar, persaingan di dunia hiburan keras, dan Tracy juga menyimpan hatinya di novel-novelnya. Ia sendiri tidak tahu apa yang ia lakukan. Ia sering bertanya pada dirinya sendiri, apa yang akan terjadi kalau dia tidak terlahir kembar? Apa yang akan dia pilih? Dunia modelling atau dunia sastra?
“Oh, kau jadi model di presentasi ini? Apa yang dikatakan Violetta padamu? Kau terkenal sombong di kalangan fotografer.”
Tracy tidak perlu menoleh untuk mengenal suara itu. Suara yang menyebalkan .Tracy mendengus.
“Di kalangan fotografer amatir, mungkin. Fotografer senior sudah tahu aku tidak tertarik dengan dunia modelling.” Tracy menjawab dengan tenang, ia menarik jemarinya dari panggung.
“Tidak tertarik?” Louis mendengus. “Bilang saja kau ingin jadi Gracy tapi kau tahu kau tidak akan pernah bisa sehebat dia.” Louis tertawa kecil dengan penuh sarkasme.
Tracy memejamkan matanya, ia ingin menjawab jujur. Ya, itulah yang dia rasakan. Tapi bahkan memikirkan jawaban itu membuatnya ingin menangis. Matanya terasa panas, Tracy menoleh ke arah Louis.
“Kau tidak mengenalku. Jangan bertingkah seperti kau begitu kenal aku dan Gracy.” Bisiknya, sebelum berbelok dan pergi meninggalkan Louis. Tracy menghela napas panjang, menarik kembali air matanya.
Ia benci fotografer amatir.
__ADS_1