
Udara di Jepang dingin pagi itu. Belum bersalju, tapi cuaca selalu berawan dan sebentar lagi akan musim dingin.
Tapi Tracy memang tahu dirinya sendiri selalu kedinginan di manapun dan kapanpun, jadi semua bajunya bisa dibilang merupakan baju hangat. Tracy tidak suka berdandan terlalu cantik—karena hal itu memakan waktu dan usaha lebih—tapi even ini terlalu besar untuknya tampil santai. Ia akan selalu berada disekitar Violetta—yang jangkung semampai, dengan wajahnya yang tampak sempurna bahkan tanpa makeup—dan walaupun penampilan Tracy juga tidak jelek—ingat, dia kembaran Gracy Manson—tapi selera fashion Violetta yang di atas rata-rata membuatnya terlihat kalah keren kalau Tracy tidak berusaha lebih.
Tracy melihat pantulan dirinya di kaca lobby hotel. Ia mengenakan turtleneck hitam rajut, dan celana jegging biru navy untuk musim dingin, dan boots hitam. Long-coat abu-abu yang ia kenakan tampak sederhana dan classy. Tracy terus menerus memutar-mutar badannya dari sisi ke sisi lain. Ia merasa bajunya terlalu sederhana untuk di bawa hadir ke acara Fashion seorang Violetta Nakajima.
“Hey, uh, kuharap kau tidak tersinggung tapi kau saudara kembar Gracy Manson, kan?”
Tracy menoleh, dan menemukan Juan—fotografer Violetta—berdiri di belakangnya. Tracy mundur selangkah, merasa lelaki itu berdiri terlalu dekat dengannya.
“Iya, betul. Wajahku sangat mirip ya dengan Gracy?” Spontan ia melirik ke kaca di sisinya, dan menatap wajahnya—wajah Grace—menatap balik padanya.
“Identik. Aku tahu orang pasti sudah banyak menanyakan hal yang sama, tapi kau kenapa tidak ikut terjun ke modelling? Kau punya postur tubuh yang sempurna—tolong jangan salah paham, aku fotografer.” Juan tersenyum canggung.
Tracy mengangkat bahunya sedikit. Dulu pertanyaan itu membuatnya lelah dan kesal dalam hati. Tapi ia sudah terbiasa sekarang.
“Entahlah, kurasa passionku memang beda dari Grace. Aku kurang suka berada di depan kamera. Lagipula sudah cukup ada satu Grace di dunia hiburan. Kalau aku ikut muncul orang akan mulai bingung siapa yang adalah siapa dan lalu aku dan Grace akan mulai sikut-sikutan untuk mendapatkan tawaran terbaik.” Trace tertawa kecil. “Aku tidak suka bersaing, apalagi dengan Grace.”
Karena aku tahu siapa yang akan menang. Grace.
Juan tertawa. “Dunia hiburan memang gelap tapi kurasa hal itu bisa dihindari. Kebetulan Grace Manson adalah model idaman semua fotografer zaman sekarang. Tapi untuk fotografer-fotografer kecil seperti kami, Grace Manson hanyalah mimpi yang mustahil. Kalau kau terjun ke dunia model sebagai pendatang baru, setidaknya fotografer-fotografer kecil juga akan punya kesempatan memiliki kanvas yang bagus untuk berkarya. Jangan tersinggung
dengan pilihan kata-kataku, maksudku…. Yah, kau tahu maksudku.”
Iya, aku tahu maksudnya. Maksudnya adalah aku bisa jadi kopian murahan dari Grace kan?
“Ya, tentu aku tahu maksudnya. Santai saja.” Trace tertawa kecil, lalu kembali melirik pantulan dirinya di kaca.
Trace mengakui, kalau ia memberikan sedikit usaha saat menata penampilannya, ia memang terlihat secantik Grace. Tidak seanggun dia, menurut Trace, tapi setidaknya baju-baju desainer akan terlihat cocok di badannya.
“Tracy, Juan, ayo kita jalan.” Violetta memanggil dari kejauhan, dan dengan cepat kedua orang itu menyusul Trace keluar dari hotel.
Udara terasa dingin menusuk tulang saat mereka melangkah keluar. Dari hotel menuju Nishijin hanya memakan waktu lima menit dan belum sempat Tracy menikmati kehangatan mobil yang dinaikinya, ia harus kembali turun dan diterpa angin pagi. Begitu masuk ke dalam venue, seorang laki-laki langsung menyambut mereka, Violetta tepatnya dan langsung berbicara panjang lebar dengan Violetta dalam Bahasa Jepang. Mereka berjalan masuk, dan koleksi museum Nishijin yang dapat ia lihat sepanjang jalan masuk ke dalam mengalihkan perhatiannya.
Mereka akhirnya sampai ke ruangan yang akan digunakan untuk fashion show. Sederhana dan tidak sebesar tempat-tempat yang biasanya dipakai untuk fashion show pada umumnya. Tidak lama, Violetta menghampiri Tracy dan timnya.
“Jam 7 kita akan mulai gladi kotor, dan jam 8 kita akan langsung gladi bersih, tidak ada diulang sama sekali. Juan, kau bisa mulai ambil tempat untuk pasang tripodmu, Candice, kau ke belakang panggung dan cek make-up model-model di belakang. Reth, aku minta tolong kau untuk cek konsumsi untuk model dan panitia, kita semua belum sempat sarapan kan?” Semua tim dan Tracy mengangguk kecil. Padahal hotel menyediakan buffet untuk makan pagi, tapi karena semua orang terlalu terburu-buru, tidak ada satupun yang sempat untuk makan pagi.
“Tracy, kau bisa ambil tempat di baris paling depan dan mempersiapkan peralatanmu. Apabila kalian punya waktu luang untuk menyempatkan diri ke tempat makan, tolong sempatkan. Apa ada pertanyaan?” Violetta menunggu dan setelah timnya hening ia mengangguk.
“Ok, kumohon bantuannya untuk hari ini, semangat!” Violetta tersenyum dan kembali mendekati perwakilan Nishijin yang menghampirinya tadi.
“Ms. Manson, apabila ada yang perlu kami bantu, jangan sungkan untuk bertanya, ya.” Reth menepuk pundak Tracy sebelum berbalik pergi. Tracy mengangguk sambil membungkukan badannya sedikit.
“Ya, terimakasih banyak.”
Tracy langsung berjalan perlahan ke arah kursi deretan paling depan, melepas jaketnya dan menyampirkannya di kursi yang ia duduki. Ia mengeluarkan catatannya, dan membuat kerangka poin-poin yang perlu ia perhatikan, dan sesekali perhatiannya tercuri model-model yang berjalan di runway. Nishijin sendiri sering mengadakan fashion show kimono, tapi kimono Violetta bukanlah kimono tradisional yang seperti biasanya di pamerkan oleh Nishijin.
__ADS_1
Tracy tercengang melihat beberapa hasil karya Violetta yang ditampilkan barang sekali-dua kali saat latihan. Sebelum bertemu Jesca--mentornya yang dulu--Violetta tidak pernah berani mengeluarkan deretan desain yang terlalu nyentrik karena takut desainnya tidak akan ada yang beli. Padahal ide-idenya nyentrik dan unik. Tapi semakin kesini, warna asli Violetta semakin kelihatan dan warna itu sekarang jadi lirikan banyak orang.
Apalagi karya Modern Kimono kali ini. Kimono dengan rok yang agak mengembang, kimono dengan petticoat, kimono pendek, bahkan kimono jumpsuit. Semuanya menggunakan warna yang menyala. Violetta tahu, mencampurkan kebudayaan dan unsur modern akan membawakan kritikan dari banyak orang, tapi justru kali ini, itu yang diinginkan Violetta.
Tangan Tracy dengan cepat menulis setiap kesan yang ia dapatkan dari gaun-gaun yang ditampilkan VIoletta, ia ingin menikmati show nanti dengan ringan. Tapi tampaknya model terakhir mengalami kesulitan untuk keluar dengan gaunnya yang sangat rumit dan besar. Tracy berencana untuk berdiri dan membantu keributan itu, tapi Juan menepuk pundaknya.
“Trace, kami semua sudah sarapan, pergilah ke belakang sebentar. Kau tidak boleh melewatkan omelette mereka.” Juan lalu pergi untuk mencari angle kamera terbaiknya. Tracy kembali menoleh ke arah celah di mana model-model keluar, tapi tampaknya belum ada progress dari model terakhir itu dan ia memutuskan untuk ke kafetaria sebentar.
Ia memesan omelette keju dan jamur, lalu duduk di salah satu meja kosong dan mengeluarkan ponselnya. Seperti biasa, tidak ada balasan dari Grace. Tapi siapa tahu? Tracy akhirnya memutuskan untuk mengirim e-mail baru.
Dari: Tracetheauthor@mymail.com
Kepada: Gracy_Manson@mymail.com
Grace, Violetta memberikan aku kesempatan
untuk bergabung dengan tim Naka Fashion Magazine, untuk satu projek saja sih
kelihatannya. Tidak, aku tidak bergabung untuk menjadi model, tapi aku akan
jadi jurnalis projek Violetta untuk koleksi kimono modernya.
Dia bilang kau sedang ada di Kyoto sekarang?
Kebetulan Fashion Show Violetta juga diadakan di Kyoto, apa kau mau
Banyak yang ingin aku ceritakan. Tebak,
Grace, seseorang baru saja menyatakan cintanya padaku. Yah, bukan cinta sih,
dia hanya bilang dia suka padaku semenjak SMP, tapi itu sama saja kan dengan
cinta? Hahaha, tidak tahu lah, aku juga nggak mengerti. Jadi setidaknya
berikanlah aku sedikit kebijakanmu, Grace. Kau lebih tua 4 menit daripadaku,
dan kau juga punya lebih banyak pengalaman cinta dibandingkan aku.
Kumohon balas aku sebelum kau pergi dari
Jepang.
Aku rindu padamu.
Trace mengirimkan e-mail itu. Sebetulnya ia ingin menulis lebih panjang tentang cerita-ceritanya, tapi mengetik di
ponsel benar-benar tidak nyaman buat Trace.
__ADS_1
Tidak lama setelah itu, omelettenya diantar. Benar saja kata Juan, omelette itu adalah salah satu omelette terbaik
yang pernah ia makan! Sayang Trace bukan seseorang yang bisa sarapan banyak-banyk, kalau ia bisa makan banyak di jam segini, mungkin ia akan memesan dua lagi omelette untuk dirinya sendiri.
Tepat ketika omelettenya habis, ponsel Trace bergetar dan jantungnya sontak terasa akan jatuh ketika nama Violetta terpampang di layarnya.
“H-Halo? Aku di kafetaria, Vi, aku kesana—“
“Temui aku di belakang panggung ya, sekarang. Thanks!”
Lalu telepon di tutup.
Tracy tidak punya waktu untuk bahkan bertanya-tanya apa yang akan terjadi, ia langsung berlari kembali menuju
panggung dan berputar masuk ke bagian belakangnya. Heelsnya yang tebal membuat suara gema yang keras ketika kakinya masuk ke aula.
Di balik panggung, semua orang ribut mengelilingi seorang gadis yang mengenakan kimono panjang dengan buntut seperti gaun pengantin yang menjuntai besar dan jauh ke belakang, berwarna biru tua dan silver.
“Vi?” Panggil Tracy pelan, semua orang berbicara di waktu yang sama saat itu, dan semuanya berbicara dalam Bahasa Jepang. Tapi tampaknya Violetta mendengar panggilan Tracy dan langsung menoleh ke arahnya.
“Tracy Manson, sini. Aku harus minta maaf dulu kepadamu, aku punya satu permintaan sebagai temanmu, bukan sebagai Violetta Nakajima.” Violetta dengan cepat menghampiri Tracy dan menggenggam tangannya.
“Gaun terakhirku tidak dapat dipakai model manapun. Desainnya terlalu panjang untuk ukuran mereka, dan jahitan pinggangnya sempit. Trace, maaf aku harus melakukan permintaan yang sangat tidak professional ini, dan aku tahu ini juga akan membuatmu merasa tidak nyaman, tapi bisakah kau coba gaun itu untukku? Kalau gaun itu bisa kau pakai, bolehkah kau persembahkan gaun itu sebagai penutup fashion showku hari ini?” Violetta dengan cepat menyampaikan semua keluh kesahnya. Tracy sudah menduga arah pembicaraan ini akan kemana, semenjak kalimat pertama. Tapi Violetta adalah sahabat baiknya, egonya bisa dikesampingkan di saat genting seperti ini.
Tracy melirik gaun biru yang sangat cantik itu. Sangat…. Sangat cantik.
“Aku akan membantumu sebisaku, Vi. Tapi bagaimana dengan laporannya?”
Violetta menggelengkan kepalanya. “Tidak masalah, Juan akan merekam sepanjang acara dan kurasa tulisanmu juga akan lebih meyakinkan saat kau adalah salah satu modelnya. Kau bahkan puncak acaranya, Tracy.” Violetta menoleh ke arah gaun biru itu, matanya hampir berkaca-kaca.
“Ini karya terbaikku tahun ini, Trace, aku ingin bisa mempersembahkannya dengan sempurna untuk semua orang.” Bisik Violetta pelan. Tracy mengangguk.
“Aku mengerti, biar aku coba gaun itu.” Trace tidak melepaskan matanya dari gaun itu. Mau bagaimanapun, Tracy masih seorang perempuan. Ia juga ingin mencoba gaun cantik, apalagi gaun ini hanya ada satu di dunia saat ini. Dan ia akan jadi perempuan pertama yang memakai gaun ini di publik.
Semua orang membantu sang model untuk melepaskan gaun itu, sedangkan Tracy dengan cepat melepaskan pakaiannya. Ia bahkan sudah tidak bisa merasakan seberapa dingin udara yang mencium kulitnya. Jantungnya berdebar-debar karena berbagai hal, adrenalin menghangatkan badannya. Sudah setahun semenjak ia terakhir kali melakukan catwalk. Tracy tahu skillnya tidak hilang, karena ia selalu meniru Grace ketika ia melakukan fashion show, menatap dirinya sendiri di kaca dan berakting seolah-olah dirinya adalah Grace.
Tracy, Violetta dan satu asistennya membantu Trace memakai gaun itu, dan benar saja, gaun itu membalut badannya dengan sempurna. Bentuk gaun itu tepatnya persis seperti kimono tradisional dengan gaya yang lebih dewasa. Bagian atasnya off-shoulder di kedua sisi, dan lengannya panjang dengan ujung motif garis-garis hitam silver yang berkilau. Bahan yang digunakan Violetta adalah velvet berwarna biru navy, dan roknya mekar dengan belahan yang terpisah mulai dari lututnya. Buntut gaun itu panjang sekitar satu meter setengah, dengan warna yang sama, garis-garis hitam silver berkilauan di ujungnya. Untuk sentuhan terakhir, Violetta mengikatkan obi hitam satin di pinggang Tracy. Ia membalikkan badan Trace menghadap kaca dan Trace terkesima.
Seperti biasa, ia merasa Grace menatapnya dari pantulan kaca, dan ia melihat wajah Violetta terseyum puas di belakangnya.
“Sempurna.”
Trace tidak menjawab, dengan cepat Violetta mendorong Trace untuk duduk di salah satu kursi rias, dan memanggil Candice yang dengan cepat melakukan tata rambut serta makeup untuk Trace. Rambut coklat panjangnya diikat rendah longgar, lalu Candice mengeriting ujung-ujungnya dengan rapi.
Semuanya berjalan dengan cepat, setelah itu Violetta langsung menyuruh semua model melakukan gladi bersih, dan berjalan satu-satu untuk keluar. Semua model yang keluar akan tetap diluar dan berdiri berbaris di sisi ruangan, sedangkan Tracy akan keluar paling terakhir. Tracy akan berjalan lurus, melewati jalan di antara kursi penonton, lalu berjalan kembali ke panggung sebelum berpose di tengah panggung, dan menunggu model-model lain untuk datang menghampirinya, lalu acara akan ditutup.
“Baiklah, sekarang sudah pukul 9,30. Acara akan dimulai 30 menit lagi, persiapkan diri kalian dan ketika lagu dimulai, kuharap kalian semua sudah siap untuk berjalan. Ingat, masa depan Naka ada di tangan kalian.” Violetta berbicara keras, berpindah-pindah dari Bahasa Jepang, lalu menerjemahkannya untuk timnya dan juga Trace. “Aku mohon bantuannya.” Violetta membungkuk dalam, dan model-model lain membalasnya.
__ADS_1