
•••
Sesampainya di rumah pukul 21:00 malam.
"SINI LO!" teriak Rayan mengeraskan genggaman di area tangan Nadia. Membuat Nadia kesakitan.
"Aww, Kak, tangan Nadia sakit," ujar Nadia sambil menangis.
Plak!
Plak!
Tamparan keras melayang di pipi Nadia. Air mata terus mengalir deras di pipi tembem Nadia. Jujur Nadia sangat di kuat rasanya sudah capek barada tinggal di sini, kirain dulu pas mau menikah dengan suaminya itu ia akan bahagia dan ternyata itu salah. Dia tinggal di sini bahkan mendapatkan siksaan bukan mendapatkan kebahagiaan.
"Lo, berani-beraninya bilang gitu sama pacar gue hah?" ujar Rayan.
Degh!
Pacar? Berarti selama ini suaminya itu pacaran, berzina dengan orang lain? Pacaran yang bukan mahram? Seperti kita yang ketahui pacaran adalah aktivitas yang mendekati zina, mungkin sebagian orang hanya tau zina itu hanya melakukan hubungan intim. Tapi zina ada banyak macamnya, zina mata, zina hati, zina pikiran, zina tangan kaki, zina mulut dll. Berarti pacaran juga termasuk zina bukan? Apalagi tadi Desi memeluk Rayan. Ahh sudahlah intinya Nadia sangat kecewa kepada Rayan.
Apa sangat berharga? Perempuan yang tadi? Sampai-sampai Nadia sudah di sebut pembantu, istri sahnya.
"Seberapah pentingnya perempuan itu sih Kak? Sampai-sampai Kakak menampar Nadia?" bentak Nadia udah tidak kuat lagi dengan kelakuan Rayan.
"Sini lo! Gue mau ngasih hukuman buat loh," bentak Rayan menatap tajam kearah Nadia. Sedangkan Nadia ia hanya menangis.
Plak!
"Udah berani ngomong kita udah nikah, ke pacar gue,"
Plak!
__ADS_1
"Lo udah enggak nurut lagi sama gue,"
Plak!
"Lo udah berani ngebentak gue lagi,"
Rayan kembali menampar Nadia sampai-sampai Nadia duduk kebawah. ia sangat tidak kuat, istri mana yang kuat suaminya selalu menampar dirinya dan lagi-lagi suaminya berpacaran dengan orang lain. ia berusaha berdiri untung ke kamar dan memberes kopernya untuk pergi dari rumah b14d4b ini.
Nadia berdiri. Lalu lari ke atas ke kamarnya dengan cepat, dan memasukan baju miliknya dengan tangisan. Rayan pun segera menyusul Nadia ke atas.
•••
"Lo mau ngapain?" tanya Rayan heran. Yang melihat Nadia membereskan bajunya ke dalam koper miliknya. Dan Nadia pun tidak menjawab ucapan Rayan.
"Jawab gue. Lo mau ke mana?"
"Aku mau pergi Kak. Aku capek tinggal di sini,"
"Awws," ringis Nadia.
"Awas aja yah lo. Kalau lo berani bicarain tentang rumah tangga kita ke Abi, apalagi ke Papah gue. Hmm, tunggu nanti apa akibatnya," ucap Rayan.
"Dan ingat yah, 'kan gue udah bilang ke lo kalau pernikahan kita itu privasi. Ngerti gak sih lo hah?" sambungnya.
"Lihat pacar gue! gara-gara lo. Dia jadi marah sama gue, puas hah kalau gue di marahin sama pacar gue, PUAS?" bentak Rayan seraya menatap tajam ke Nadia. Sedangkan Nadia ia hanya menangis karena di mencekram keras oleh Rayan dan juga di bentak. Jujur saja rasanya ia ingin kabur dan berdoa kepada Allah semoga Allah segera membolak-balikan hati suaminya ini.
"Awas aja kalau lo berani kabur dari gue," sambungnya. Lalu menutup pintu kamar Nadia dengan keras. Dan segera menguncinya biar Nadia tidak bisa keluar.
"Kak, tolong bukain pintunya Kak. Jangan di kunci!" mohon Nadia seraya terus mengelurkan air mata.
Air mata Nadia terus mengalir di pipi miliknya, yang tertutup itu. Ia meremat dadanya yang terasa sesat setelah ini. Terkadang dirinya itu suka binggung kepada sikap Rayan terkadang lembut, cuek, dingin, dan terkadang juga kejam, sikapnya itu selalu berubah-ubah.
__ADS_1
"Sakit sekali ya Rabb, hiks ...." gumam Nadia gadis itu tidak tahu bagaimana harus mengungakapkan perasaanya lewat kata-kata.
Bugh!
"Arghh, ini semua gara-gara gadis s14lan itu. Desi jadi marah 'kan sama gue. Bahwa kalau gue itu udah nikah," ujar Rayan sambil memukul meja karena dirinya sangat emosi.
"Pokoknya nanti. Kalau gue ketemu sama Desi. Gue harus jelasin semuanya. Bahwa gue nikah sama dia itu terpaksa," sambungnya.
Tring!
Notifikasi masuk ke ponsel Rayan yang kini dirinya sedang emosi. Rayan merogoh saku celananya, mengambil benda pipihnya dan membuka kata sandi layar tersebut, setelah itu lalu menuju WhatsApp. Melihat notifikasi apa dari siapa? Setelah membacanya ia seperti sangat emosi.
@Kelvin B14dab.
{Lo kenal enggak, dengan muka nih cewek?} pesan Kelvin kepada Rayan.
"Maksudnya ini apa-apaan? Poto cewek sedang memeluk cowok?" gumamnya.
'Ehh bentar, kok mukanya seperti Desi yah? Hah enggak. Ini gak mungkin. Mana mungkin Desi seperti ini,' batin Rayan.
"Argh, b4ngs4t kurang h4j4r emang."
____•••____
||•Bacalah Selalu•||
"La Ilah Ha Illa Anta Subhanaka Inni Kuntu Minaz Zalimin."
Karena kalimat ini memiliki rahasia untuk hilangkan segala kesusahan.
____•••____
__ADS_1
**Happy Reading**