Gadis Bercadar Dan Cowok Badboy

Gadis Bercadar Dan Cowok Badboy
Besok


__ADS_3

•••


"Iya-iya, maaf abisnya kaget," ucap sandi.


"Iya benar tuh, terus lo terima?" tanya Alex sahabatnya Rayan sambil mengerutkan dahinya.


"Iya. Gue terima," ucap Rayan sambil terus bergame dan berngemil jajanan.


"Apa?" ucap kaget Sandi tidak percaya sama omongan sahabatnya yaitu Rayan.


"Napa loh?" tanya Rayan.


Bugh!


"Hello! Rayan ganteng! Alias jelek kaya tong sampah, loh itu gimana sih kok di terima?" tanya Sandi sambil memukul meja karena saking penasaran dan gak percaya.


"Heh, anj*ng! Loh bisa gak sih kalau ngomong jangan sambil pukul meja gitu. Kaget gue astaghfirullah gak tau apa hah? Gue lagi main game,"


"Gue nanya Rayan, jawab?" ucap Sandi.


"Yaaa, begitulah Rayan, yang pertamanya pake bahasa kas4r, lalu yang ke duanya istighfar," ucap Devan tertawa.


"Iya benar, hahaha," tertawa Kelvin dan Alex.


"Iya. Gue terima karena dia mulai duluan. Yakali gue tolak dan asal loh tau yah, kalau gue tolak bisa-bisa abis gue sama papah gue."


"Terus si Desi gimana?" tanya Sandi.


Desi? Iya Desi itu adalah pacarnya Rayan, mereka berpacaran sudah 1 tahun. Namun, orang tua meraka masing-masing belom tahu bahwa anaknya sudah pacaran.


"Gak tau. Gue juga binggung," ucap Rayan masih sedang bermain game.


"Terus loh kapan nikahnya?" tanya Devan

__ADS_1


"Besok."


"WHAT?" teriak kaget semua sahabatnya Rayan.


"B4ngs*t, heh! kalau ngomong itu jangan teriak-teriak, hp gue hambir jatuh," ngamuk Rayan sambil melemparkan jajanan yang dia pegang dan ponselnya karena kaget. Namun masih untung yang jatuh hanya jajanan saja, ponselnya tidak.


"Yang benar loh Ray, loh nikah besok buset mimpi apaan gue sahabat gue yang bernama Rayan mau nikah?" ujar Wahyu tidak percaya.


"Yaa mau gimana lagi. Itu tuh kemauan bokap gue,"


"Gimana ceweknya cantik? Hah cantik gak?"


"Cantik sih, tapi ...,"


"Tapi apa? Hah apa?"


Pletak!


"Mana gue tahu, ceweknya itu mukanya di tutup Sandi,"


"Abisnya loh bawel,"


***


"Alhamdulillah. Beres juga ternyata," gumam Nadia yang sudah beres masak.


"Tinggal panggil Abi," ucap Nadia.


"Abi!"


"Iya, Nak. ada apa?"


"Masaknya udah beres, ayo makan," teriak Nadia di dapur.

__ADS_1


Kini Abinya Nadia bersama Nadia sedang makan, dan tiba-tiba Nadia berbicara.


"Abi, menurut Abi Rayan itu gimana?" tanya Nadia.


"Gimana apanya maksudnya? Oh itu heum, menurut Abi sih baik deh kayanya." jawab Abinya Nadia. Dan Nadia hanya ber 'Oh' saja.


"Abi, gak bisa yah kalau nikahnya di pundurin?"


"Gak bisa Nadia. Itu tuh, 'kan Pak Arka yang minta dan juga menurut Abi sih lebih cepat lebih baik bukan?" ucap Abinya Nadia dan Nadia hanya diam saja tidak membalas ucapan Abinya.


***


"Di tutup gimana maksud loh?" tanya Sandi.


"Di tutup Sandi. Masa loh gak tahu sih? Gue juga sudi tau gak? Nikah sama gadis aneh ke dia itu. Mukanya aja di tutup, gue yakin 100 persen. Dia itu kayanya mukanya jelek, burik, banyak jerawatan gak suka gue apalagi cinta,"


"Dan satu lagi, asal lo tau yah menatapnya itu kebawah mulu. Gak pernah natap ke gue. Emang gue jelek apa? Ganteng begini et dah," sambung Rayan lagi.


"Hahaha, emang enak loh," semua sahabatnya Rayan tertawa kecuali Devan dan Kevin dia hanya bergeleng-geleng kepalanya saja lalu pocot. Ehh canda pocot yaaa kali pocot.


"As* loh, malah tertawain gue."


"Kalau ngomong itu hati-hati loh Ray, nanti loh jatuh cinta lagi," ucap Devan.


"Yehhh sudi gue. Gue gak akan mungkin gue suka sama dia, apalagi cinta,"


"Intinya nanti loh malam pert4manya jangan lupa siaran langsung yahh, hahaha," ucap Sandi tertawa sambil memegang perutnya.


Carisa Olivia Zalwa Azzahrah Li Yanti Pohan


•••


*** selamat membaca. mohon kritikannya.***

__ADS_1


^^terima kasih sudah mampir^^


__ADS_2