Gadis Bercadar Dan Cowok Badboy

Gadis Bercadar Dan Cowok Badboy
wedding


__ADS_3

•••


Hari begitu cepat. Kini adalah hari yang di tunggu-tunggu, hari ini adalah hari pernikahan Rayan dan Nadia.


Seseorang gadis sedang menatap kearah cermin, memakai gaun pengatin. Make up natural sangat cantik dan menawan, dan tidak lupa juga ia pakai cadarnya. Ia melamun memikirkan dirinya sebentar lagi akan menjadi seseorang istri bahkan ia sangat gugup jantungnya sedari tidak normal kenapa waktu begitu cepat? Jujur saja dirinya belom siap menjadi seorang istri. Orang tuanya menjodohkan dia yang masih meraih cita-cita. Dan tiba-tiba ada suara yang ketuk pintu.


Tok!


Tok!


Tok!


"Nak!" ucap Abinya Nadia yang sedang mengetuk pintu. Ia mau ke kamar Nadia dia mau mengasih tau bahwa calon suaminya sudah datang.


"Iya, Abi ada apa?"


"Abi boleh masuk?"


"Iya. Silahkan Abi boleh, tidak di kunci kok,"


Lalu Abinya pun masuk ke kamar putrinya yang sedang menatap ke depan cermin, lalu Abinya Nadia pun tersenyum dan mendekati putrinya.


"Ma syaa Allah, anak Abi sangat cantik," ucap Abinya kepada Nadia. Nadia tersipu malu dia hanya diam lalu tersenyum.


"Oh iya, ada Abi?" tanya Nadia menoleh lalu menatap ke Abinya.


"Ayo, turun! Clon suamimu sudah datang," ajak Abinya.


***


Hehee langsung di percepat saja yah sama Author. maklum tidak tahu tak hapal, ucap qobulnya.

__ADS_1


Selesai pernikahan.


"Wehhh bro! Selamat yah, semoga menjadi keluarga sakinah mawadah dan warahmah." ucap semua sahabatnya Rayan.


"Heum, thankyou," ujar Rayan singkat padat dan jelas.


"Wahh, loh kenapa? Hah? Seharusnya loh itu bahagia udah nikah haha nanti, 'kan malam pert4m4 haha," ejek Sandi tertawa.


"Dah ah, gue mau makan laper dari tadi. Mumpung makan gratis," ucap Alex langsung mengambil makanan.


"Ahh loh, makan mulu kerjaannya. Kaya gak pernah makan gratis aja, ehh tapi gue juga pengen makan. Duluan yah bro." Sandi pun langsung berlari mengikuti Alex yang sedang mengambil makanan.


"Hahaha," tertawa Devan, Kelvin, dan sahabat yang lainnya. Karena melihat tingkah sahabatnya itu.


"Heh! Rayan, loh punya mata buta apa? Itu cewek cantik bener, beuhh terpesona gue," ujar Kelvil dan terus menatap Nadia dari kejauhan yang sedang duduk di sana bersama teman dekatnya.


"Iya, loh gimana sih Ray seharusnya loh beruntung, pakai cadar lagi," ucap Devan.


"Cadar?" ucap Rayan bersamaan bareng Kelvin. Yang di anggukan oleh Devan.


"Baywu tihu guwehyw," ucap Sandi sambil menguyah makanan.


"Telen dulu dodol," ucap Alex yang di balas anggukan oleh Sandi.


"Baru tahu gue," ucap Sandi.


"Jangan lupa m4lam pert4m4nya bro," ucap Kelvin seraya mengedipkan matanya satu.


"Apaan sih loh, gak ada malam pert4ma4-pert*m4an, sudi gue," kelas Rayan.


***

__ADS_1


Tak terasa malam pun tiba. Nadia dan Rayan pun pindah langsung, kini Nadia sedang di kamar barunya yang sudah beli oleh Rayan.


Ceklek!


Suara pintu terbuka yaitu Rayan suaminya Nadia, lalu Rayan pun menutup pintunya kembali dan menghampiri Nadia yang sedang duduk.


"Tidur loh, udah malam," ucap Rayan.


"I--iya Mas," ucap gugup Nadia. Siapa tidak gugup bayangkan saja satu kamar bareng seseorang pria yang tidak tidak kenal sama sekali muskipun yaaa meraka sudah nikah.


Lalu Nadia pun naik keatas r4anjang dan dia pun memejamkan matanya padahal ia belom ngantuk, yaa dari pada dia tidak menuruti suaminya dan juga sekarang dia sangat malu dan gugup.


"Masa loh mau tidur pakai hijab sama cadar sih?" tanya Rayan heran seraya mengerutkan dahinya. Nadia pun membuka matanya karena suaminya itu bertanya.


"Heum, tidak pa--papah Mas so--soalnya ud--udah biasa," ucap bohong Nadia dia terpaksa terbohong karena dia malu membuka hijab dan cadar yah dan juga belom siap ya walaupun Rayan sudah menjadi suaminya.


"Kan gue suami loh, jadi buka aja, 'kan gak papah kali. Orang kita sudah halal, emang enak gitu tidur pakai hijab?"


"Heum tidak mas, Nadia sudah terbiasa kok jadi enak,"


"Terserah loh deh," ucap Rayan bodo amat karena buat apa juga suruh buka hijabnya. Tapi jujur saja dia penasaran sama wajah Nadia. Yang di tutup itu.


***


Matahari kini mulai menampakan diri, dan mengusik Nadia yang tertidur dari atas k4sur.


"Hoammm," nguap Nadia terbangun dari tidurnya dan langsung bangun lalu menoleh ke suaminya yaitu Rayan, Rayan yang masih tertidur pulas.


Bisakah ia menjalankan rumah tangga bareng Rayan? Orang yang tidak sama sekali ia kenal. Ini udah terjadi bukan? Jadi yaaa mau gimana lagi.


•••

__ADS_1


*** selamat membaca***


^^No plagiat. YG PLAGIAT AUTHOR TEMBAK🔫^^


__ADS_2