
#Gadis_Bercadar_Vs_Cowok_Badboy
#Part17 ||•Saingan?•||
#AccMin
•••
"Maksud lo apaan?" tanya Rayan heran kepada Kelvin.
"Lo jangan percaya gitu aja Ray, gue pas waktu itu lihat Desi ke hotel sama cowok, kalau lo gak percaya sama gue tanya aja sama si Sandi. Soalnya lihatnya itu bukan gue doang, tapi Sandi juga lihat. Iya gak San?" tanya Kelvin kepada Sandi.
"Iya bener Ray, gue juga lihat kok,"
'Aduh gawat, jangan-jangan mereka berdua lihat,' batin Desi.
"Kalian berdua, jangan nuduh pacar gue yang enggak-enggak dong," ujar Rayan tidak percaya kepada sahabatnya itu.
"Iya bener, mana mungkin aku ke hotel. Mau ngapain coba?" ucap Desi tidak terima.
"Heh! Mending lo diam yah, kita itu ngomongnya sama Rayan. Bukan sama lo," ujar Sandi.
"Rayan, please lo percaya sama kita berdua. Gue itu sahabat lo. Kok lo tega sih gak percaya sama kita berdua," ucap Kelvin.
"Huftt ... jika kalian berdua bener. Coba mana buktinya? Gue pengen lihat," ucap Rayan.
"Emm ... an--anu em--emg--emang gue ga--gak punya bukti sih, tapi gue bener. Gue lihat dengan mata gue sendiri," ucap Kelvin gugup karena tidak bisa ngasih bukti.
"Nah 'kan berarti kalian bohong, kalian berdua tuh jangan tuduh gue yang enggak-enggak dong," ucap Desi.
"Gue punya kok buktinya," jawab Sandi tersenyum sinis.
"Hah? Sandi, emang lo punya buktinya?" tanya Kelvin tidak percaya.
"Yaiyalah, emang lo yang cuma bisa lihatin doang, enggak ngevidio, untung gue ngevidio jadi gue bisa ngasih bukti ke si kodok ini, ehh salah, Rayan maksudnya," ucap Sandi.
"Mana buktinya? Gue pengen lihat,"
"Nah ini Ray, ini Desi ke hotel bareng cowok. Gue kira cowoknya itu lo Ray, nah terus gue itu ngikutin ehh ternyata gue salah muka cowoknya itu bukan lo, dan gue ngikutin lagi sama si Kelvin ternyata si Desi masuk ke kamar bareng cowok itu, bener gak Vin?" ucap Sandi menunjukkan sebuah vidio di ponsel miliknya. Rayan dan Desi pun langsung lihat vidio tersebut itu. Pas melihat vidio itu Rayan pun langsung kaget.
"Enggak, itu bukan aku Rayan," ucap Desi.
"Terus ini siapa? H4ntu gitu? Lo ngapain aja di sana Des? Ngej414ng? Uang yang gue kasih sama lo, emang itu gak cukup?" tanya Rayan sangat emosi pas melihat vidio tersebut ia tidak menyangka kepada kekasihnya itu.
"Enggak, itu editan Sayang. Mereka berdua itu bohong,"
"Enggak usah banyak alesan deh lo Des, mereka berdua yaitu Kelvin dan Sandi itu sahabat gue dari kecil. Dia gak mungkin berbohong sama gue, mereka berdua itu enggak pernah suka berbohong sama gue, dan gue mau kita putus Des, gue gak mau punya pacar yang udah k0tor kayak lo,"
"Nah iya, kita berdua itu sahabat lo Ray, mana mungkin kita berdua ngekecelakain sahabat kita sendiri. Gue itu kasihan sama lo maka dari itu gue mau ngasih tau dan jangan percaya begitu aja lo. Dan buat lo Des, gue kira lo itu cewek baik-baik. Ternyata gue salah," ucap Kelvin.
__ADS_1
"Sayang, kamu jangan percaya gitu aja dong,"
"Udah, Des. Gue gak mau di sebut 'Sayang' sama cewek yang udah kotor kayak lo, jijik tau gak? Dan gue mau kita putus, gue gak nyangka sama lo. Untung aja gue belom nikahin cewek yang udah bek4s kayak lo, dan enggak ada yang namanya editan-editan,"
"Enggak, aku gak mau putus sama kamu Rayan," ucap Desi yang sudah berkaca-kaca. Desi langsung memegang lengan Rayan, biar Rayan tidak bisa pergi.
"Lepasin tangan kotor lo j4l4ng," bentak Rayan karena Desi baru pertama di bentak oleh Rayan ia takut dan segera melepaskan tangannya. Rayan pun lalu pergi.
"Wlee, kasihan hahaha udah ketahuan ternyata. Dasar cewek mur4h4n, demi uang sampai-sampai jual d1r1 sendiri," ejek Sandi sambil menjulurkan lidahnya.
"Argh, jangan panggil gue cewek mur4h4n, gue bukan cewek mur*h4n, sana kalian pergi b4ngs4t!"
"Ayo ah, pergi!" ajak Kelvin lalu tangannya merangkul ke bahu Sandi. Dan mereka berdua pergi.
'Akhhh ... ini semua gara-gara kalian berdua, awas aja yah kalian.' batin Desi.
***
Setelah pulang sekolah kini adalah janji Farel untuk membeli buku yang baru buat Nadia. Sekarang Farel sedang tunggu di luar sekolah yaitu nunggu Nadia keluar dari kelasnya.
"Assalamualaikum!" sahut Nadia yang baru keluar kelasnya.
"Waalaikumssalam. Yaudah, ayo naik!"
"Ayo, bismillah." Nadia pun segera naik mobil milik Farel.
"Nad, kita makan dulu yah, mau gak?"
"Enggak ah Rel, masa makan berdua sih? 'Kan aku udah bilang kita cuma beli buku doang,"
"Tapi aku laper tau,"
"Yaudah kamu makan aja sendiri, aku pulang,"
"Tapi aku pengen makan bareng sama kamu Nad, udah lama loh kita gak makan bersama,"
"Emm ... gimana yah, yaudah dari pada nanti ada fitnah yang enggak-enggak, mending kamu telepon Dira sama Zia, terus kita makan bersama-sama, gimana?"
"Boleh. Yaudah bentar dulu yah, aku telepon mereka dulu,"
"Na'am, tafadhdhol,"
Farel segera menelepon Dira dan Zia. Setelah meneleponnya ponsel milik Farel pun segera di masukan ke dalam saku celananya. Tidak terlalu lama Dira dan Zia pun datang. Setelah berkumpul mereka berempat langsung berkunjung ke sebuah lestoran untuk makan.
Pas meraka berempat makan, tiba-tiba Zia sakit perut.
"Aduh, perut aku sakit lagi," ucap Zia seraya memegang perutnya yang sakit itu.
"Kamu kenapa Zia?" tanya Nadia.
__ADS_1
"Sakit perut Nad. Oh iya, toilet di mana sih?" tanya Zia.
"Gak tau, coba kamu tanya aja sama orang lain, soalnya aku baru pertama ke lestoran ini," jawab Farel.
"Ohh. Yaudah ayo Dira anter aku," ucap Zia mengajak Dira yang sedang makan.
"Tidak sopan kamu, saya itu lagi makan gimana sih? Yaudah ayo,"
"Ehh, terus aku gimana? Masa aku tinggal di sini sama Farel," ucap Nadia
"Kamu tunggu di sini aja Nad, dan juga banyak orang kok bukan berdua, cuma kamu di kursinya sekarang lagi berdua doang, kita bentar doang kok," ucap Dira.
"Iya deh, tapi jangan lama-lama,"
"Oke." teriak Dira yang sudah jauh.
"Ayo, makan lagi Nad," ucap Farel.
"Aku udah kenyang Rel,"
"Ohh yaudah, sama aku juga udah kenyang," ucap Farel. Nadia dan Farel pun sambil menunggu Dira dan Zia, meraka mengobrol setelah makan, sampai-sampai meraka berdua ketawa, entah ngobrol apa.
Tanpa meraka berdua sadari di dekat meja makan Nadia, ada seseorang memperhatikan interkasi meraka berdua sejak Dira dan Zia ke teilet. Orang itu mengepalkan kedua tangannya dengan erat-erat. Dia sangat marah melihat hal yang tidak pernah di duganya selama ini. Siapa dia? Yaitu Rayan. Iya, Rayan orangnya, saat Rayan mau balik ke rumah terus tiba-tiba perutnya lapar lalu ia mampir ke lestoran tersebut, pas mau masuk ia melihat seperti ada Nadia dan ternyata emang iya itu Nadia. Namun, menurut Rayan mereka makan berdua. Soalnya pas Dira dan Zia ke toliet lalu Rayan datang.
'Mau jadi saingan ternyata ... ehh salah, mau ngajak gelud ternyata, ehh emm ... iya mau gelud,' batin Rayan.
"Ehh tapi, mau gelud gara-gara apa? Akhh sudahlah, siapa sih itu cowok, akrab banget kayanya," gumamnya.
***
Kini Nadia pun sudah pulang. Dan tinggal membuka pintu rumahnya.
"Assalamualaikum!" ucap Nadia membuka pintu.
"Waalaikumssalam," jawab Rayan.
"Dari mana aja? Jam segini baru pulang?" sambungnya. Tapi Nadia diam, tidak menjawab.
"Ohh, udah jalan-jalan sama lelaki lain yah?" tanya Rayan. Tetapi sama Nadia pun masih tidak menjawabnya.
"Jadi istri itu masak buat suaminya, bukan jalan-jalan sama lelaki lain," sambungnya.
"Sejak kapan, Kakak nganggap aku istri?" tanya Nadia.
Degh!
**SORRY DI GANTUNG**
Happy Reading
__ADS_1