Gadis Bercadar Dan Cowok Badboy

Gadis Bercadar Dan Cowok Badboy
emang gue peduli


__ADS_3

•••


"Aku harus mandi lalu masak," ucap Nadia segera melangkah ke kamar mandi untuk segera membersihkan badannya, setelah selesai dengan ritualnya, lalu dia keluar menggunakan baju seragam karena ia mau sekolah.


Sekarang ia kedapur untuk memasak sarapan sang suami.


Setelah beberapah menit masak, kini masakan Nadia sudah siap dan tertata rapi, di atas meja. Sekarang dia harus membangunkan suaminya.


Saat ingin menaiki tangga, langkah terhenti melihat Rayan sudah siap dengan baju seragamnya.


"Ehh, Mas udah bangun?"


"Seperti apa yang loh lihat," ucap Rayan dingin.


"Iya, nih Mas makan dulu,"


"Hemm," balas Rayan


"Loh makan gak buka cadar?" tanya Rayan sambil menguyah makanan.


"Aa--anu ... itu Mas ... hemm, ah iya Soalnya, 'kan bentar lagi mau berangkat jadi gak usah di buka,"


'Gadis aneh' batin Rayan.


Tidak lama meraka pun selesai makannya lalu Nadia mengambil tas di kamarnya dan ia pun menghampiri suaminya.


"Mas, kita satu sekolah, 'kan?


"Iya, ehh tapi loh pake taxi aja yah," ucap Rayan. Lalu Nadia pun mengerutkan dahinya kenapa? Kenapa suaminya malah nyuruh dirinya pake taxi padahal apa susahnya sih bareng. Itu lah yang ada dipikiran Nadia sekarang.


"Kenapa Mas? Soalnya 'kan bentar juga mau masuk. Gimana kalau aku telat?"


"Emang gue peduli? Hemm tidak."


"Tapii Mas mohon satu kali aja yaah soalnya ini udah mau telat," ucap mohon Nadia kepada Rayan.


"Bodo amat," ucap Rayan sambil pergi ke luar lalu membuka pintu dan memajukan mobilnya.


'Yaa Allah, gimana ini? Gimana nanti hamba telat ya Allah, aku kira dia baik orangnya ternyata dugaanku salah,' batin Nadia melihat Rayan yang sudah pergi.


"Hufft," Nadia menghela nafasnya beratnya ia harus sabar.


•••


"Yaa Allah. Gerbangnya mau tutup," ucap Nadia dari kejauhan melihat Pak satpam mau menutup gerbangnya dia berjalan kaki tidak naik taxi.


"Aku harus lari," Nadia pun lari dan menghampiri gerbang tersebut.

__ADS_1


"Huft ... huft ... huft ...."


"Pak, jangan di tutup mohon Pak," ucap Nadia memohon agar gerbangnya di buka.


"Maaf Neng, gerbangnya udah di tutup," ucap Pak satpam tersebut.


"Pak, tolong bukain! karena tadi taxinya macet Pak, jadi jalan kaki,"


"Gak bisa Neng, makannya jangan telat,"


"Pak, saya mohon, baru telat 5 menit doang kok," ucap Nadia lalu ia pun melihat Rayan bersama perempuan dan Nadia pun teriak.


"MAS! TOLONG AKU BUKAIN GERBANGNYA," teriak Nadia.


"Gak bisa, makanya jangan telat," ucap Rayan santai.


"Ishh, ini juga salah mas juga, 'kan? Kenapa tadi gak bareng aja?" teriak Nadia.


"Bodo amat," Rayan pun pergi bersama ceweknya mau ke kelas. Karena sebentar lagi sudah mulai mau masuk


•••


"Ihh, Pak! Tolong buka aku mohon,"


"Gak bisa."


"Hemm, yaudah deh boleh. Tapi jangan telat lagi yah," ujar Pak satpam yang di balas anggukan oleh Nadia.


"Huft, untungnya bisa masuk, pelit banget tuh satpam baru satu kali telat juga," ucap Nadia kesal


lalu gadis itu pun berjalan ke kelasnya. Rayan juga sekelas bareng Nadia namun, dulu Rayan dan Nadia tidak dekat jadi Nadia tidak tahu sifat Rayan jangankan sifat dekat juga tidak.


"Mas Rayan mana yah?" ucap Nadia melihat ke kiri, kanan, depan, tengah, atas, ehh yakali atas haha. Namun tetap saja tidak melihatnya.


"Lagi nyari siapa Nad?" tanya Dira.


"Ahh enggak, enggak nyari siapa-siapa kok hehe," elak Nadia.


'Eh iya, tadi cewek yang bareng sama Mas Rayan itu dia siapa yah? Kok kaya dekat banget sambil gandengan lagi,' batin Nadia.


Sementara itu.


"Sayang!" ucap gadis dengan suara bermanja-manja.


"Iya Sayang, ada apa hem?" tanya pria kepada gadis tersebut.


"Nanti setelah pulang sekolah, temanin aku ke mol yah," minta gadis tersebut itu. Siapa dia? Dia adalah Desi kekasihnya Rayan yang ia sangat cintai.

__ADS_1


"Hemm, gimana yah?"


"Ihh, Sayang mah. Aku mohon temenin aku yah," rengek Desi.


"Hemm iya deh, Nanti aku temanin kamu ke mol. Apa sih yang enggak buat kamu," ucap pria tersebut itu tersenyum ia adalah Rayan.


"Hehe, makasih Sayang,"


***


Kini semua anak sekolah masuk kepada kelasnya masing-masing dengan bersemangat. Beberapa jam kemudian anak sekolah itu keluar dari kandangnya yaitu kelasnya masing-masing karena mau mengisi perutnya yang bersuara.


Sedangkan Nadia ia sedang membereskan buku, pulpen, dan yang lain-lainnya yang berantakan di meja miliknya, dan tiba-tiba ada dua orang menghampiri Nadia yaitu sahabatnya.


"Hei! Nadia loh lagi ngapain?" tanya Zia sahabatnya Nadia.


"Ini, kamu gak lihat apa?" jawab Nadia.


"Hehe iya-iya, gue lihat biasa aja kali,"ucap Zia.


"Ayo ah, ke kantin dah laper nih gue," ucap Dira sahabatnya Nadia yang sambil memegang perutnya yang bersuara.


"Iya nih gue juga lepar. Ayo ah!" ucap Zia langsung berjalan kearah pintu kelas yang mau ke luar.


"Hahaha, yaudah ayo!" ucap Nadia menghampiri sahabatnya itu.


'Mas Rayan, mana yah? Apa dia udah ke kantin?' batin Nadia mencari Rayan di kelasnya namun tidak ketemu.


Pas berjalan mau kantin dan tiba-tiba Dira sahabatnya Nadia melihat Rayan.


"Ehh, ehhh, itu 'kan suami loh yah Nad?" tanya Dira yang menglihat Rayan yang sedang berkumpul dengan teman-temannya.


"Ehh iya, itu 'kan Mas Rayan. Yaudah aku mau ke sana dulu yah," ucap Nadia langsung berjalan kearah suaminya itu.


"Yaudah sana, gue mau pesan makanan dulu. Woi makannya samain kaya kita 'kan?" teriak Dira kepada Nadia.


"Iya, samain aja," teriak Nadia.


"Assalamualaikum!" sahut Nadia kepada Rayan dan teman-temannya.


"Waalaikumssalam," jawab semua temannya Rayan begitu pun dengan Rayan.


"Ada apa loh ke sini?" tanya dingin Rayan.


"Hemm, aku mau ke suami aku boleh, 'kan?" jawab Nadia yang masih berdiri di depan suaminya itu.


**** sekian dulu maaf kalo ceritanya gaje***

__ADS_1


^^NO PLAGIAT^^


__ADS_2