Gadis Bercadar Dan Cowok Badboy

Gadis Bercadar Dan Cowok Badboy
Nadia vs Rayan


__ADS_3

#Gadis_Bercadar_Vs_Cowok_Badboy


#Part20 ||•Nadia Vs Rayan•||


#AccMin


•••


"Yaudah, ayo pulang. Kita siap-siap, sebentar juga magrib," ucap Rayan.


"Ayo, Kak!" ucap Nadia.


"Ehh, ehh, kalian kok mau pulang lagi sih?" tanya Kelvin.


"Iya, Kak. Soalnya 'kan Nadia cuma menjemput Kak Rayan aja, takut pulangnya malam. Makanya Nadia ke sini," ucap Nadia seraya menundukkan pandang. Begitu pun dengan Dira, Zia mereka tidak berbicara apapun.


"Yaudah ayo, lo ke sini tadi naik apa?" tanya Rayan.


"Taxsi," jawab Nadia.


"Emm ... yaudah, lo sama gue naik motor, kalau Dira dan Zia naik Taxsi, gak papah 'kan?" tanya Rayan kepada Dira, Zia.


"Iya, Gak papah kok Kak," jawab Dira begitupun Zia.


"Heleh ... si Rayan, bilang aja nyari kesempitan dalam kesempatan," ucap Sandi.


Plak!


"Kesempatan dalam kesempitan, dodol." ucap Kelvin menampar pipi Sandi.


"Aduh ... ehh, iya, gitu maksud gue. Hehehe," ujar Sandi cengengesan seraya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Ish, bukan gitu maksud gue, kalau naik motor 'kan cepat, kalau naik mobil lama," ujar Rayan lalu mengambil ponselnya di meja lalu di masukan ke saku celananya dan tidak lupa juga ia langsung memakai jaketnya.


"NADIA, AYO!" teriak Rayan dari luar.


"Ehh, iya Kak. Yaudah kalau begitu Nadia pamit, assalamualaikum," ucap Nadia lalu lari ke luar.


"Cepat naik ihh!"


"Bentar dong, Kak. Nadia gak bisa naiknya, abisnya nih motor tinggi amat sih," omel Nadia.


"Jangan salahin motor gue, Nadianya aja yang pendek,"


Plak!


"Lo motor, kenapa tinggi amat sih? Nadia gak bisa naiknya tau," omel Nadia lagi dan menampar motor Rayan tersebut.


"Ish, lo ini yah kenapa mukul motor gue, motor gue itu mahal tau gak,"


"Ab---"


Ucapan Nadia pun terpotong oleh Rayan. Karena Rayan langsung menundukkan Nadia di motor miliknya itu.


"Astaghfirullah. Kakak!" teriak Nadia kaget.


"Berisik lo, pegangan nanti lo jatuh lagi, bikin repot aja,"


"Bil--- ish," ucapan Nadia tidak di teruskan karena Rayan langsung melajukan motornya.


"Nadia udah pulang, kalau gitu kami pamit yah, assalamualaikum," ucap Dira.

__ADS_1


"Waalaikumssalam," ucap orang yang ada di situ.


'Pengennya sih nganterin si Dira, tapi gue malu. Masa baru kenal udah mau nganterin, nanti apa kata dunia,' batin Devan.


"Dira, ehh, emm ...."


"Iya, Kak. Kenapa?" tanya Dira membalikan badannya. Karena Devan memanggil dirinya.


"Eng--enggak, hati-hati yah di jalan," ucap gugup Devan.


"Cie ... cie ... Devan, kiww, kiww," ucap semua teman Devan.


'Ish, ini b1bir kenapa sih? jadi keceplosan, 'kan?' batin Devan.


"Iy--iya, Kak." jawab Dira lalu pergi dari apartemen tersebut.


"Apaan sih kalian ini? Kiww, kiww, emang gue burung apa?" ujar sewot Devan.


"Kalau burung itu bukan kiww, kiww, ta---"


"Udahlah berisik lo gue mau tidur," ucap Devan lagi Devan kembali ke tempat rebahan tersebut.


•••


Kini sekarang pukul 19:00. Di mana janji Papahnya Rayan begitupun janji Abinya Nadia. Mereka berdua mau ke rumah anaknya. Yaitu Rayan dan Nadia.


"Assalamualaikum warahmatulillahi wabarakatuh," ucap Pak Arka dan Pak Irham.


"Nah, Kak. Itu Papah sama Abi udah sampai di depan rumah," ucap Nadia yang tadinya sedang membereskan makanan lalu Nadia pergi untuk membuka pintu. Namun, sama Rayan di larang.


"Udah, sama gue aja bukanya. Lo tunggu di sini,"


"Waalaikumssalam warahmatulillahi wabarakatuh, ehh Papah, Abi, udah sampai,"


"Alhamdulillah. Udah Nak," ucap Pak Irham sedangkan Pak Arka hanya tersenyum.


"Gimana kabar Abi sama Papah? Baik-baik aja 'kan?" ucap Rayan seraya meraih tangan Pak Irham dan Pak Arka lalu menciumnya.


"Alhamdulillah, baik. Kalau kamu bagaimana?" ucap Pak Irham dan Pak Arka.


"Baik Abi, Pah," ucap Rayan tersenyum.


"Oh iya syukur, ngomong-ngomong Nadia mana?" tanya Pak Arka.


"Emm ... Nadia ada kok Pah, di meja makan sedang menyiapkan makanan,"


"Ehh iya, ayo masuk dulu Abi, Pah," sambungnya.


Pak Arka dan Pak Irham langsung masuk ke dalam. Dan ketemu dengan Nadia, Nadia tersenyum saat ketemu dengan mereka berdua lalu mencium tangan Pak Irham dan Pak Arka dan mereka sekarang sedang berkumpul di meja makan.


Pas Nadia sedang mengambil nasi untuk dirinya, Pak Irham berbicara.


"Nadia, siapin dong buat suami kamu,"


"Ahh iya, Abi. Ini juga mau," ucap Nadia tersenyum lalu mengambil nasi untuk suaminya itu, dan langsung memberikannya kepada Rayan.


"Terima kasih, Sayang." ucap Rayan tersenyum lalu menerima piringnya dari Nadia yang sudah di siapin.


Degh!


Jantung Nadia berdetak kencang saat di panggil 'Sayang' oleh Rayan. Jujur saja dia baru pertama di sebut panggil 'Sayang' tapi, Nadia juga sadar bahwa Rayan panggil 'Sayang' cuma sementara. Karena mereka sedang berkumpul dengan keluarga karena itulah rayan bersikap lembut kepada Nadia.

__ADS_1


'Heleh ... pintar juga ternyata, kalau tidak ada Papah sama Abi, jahat banget. Tapi, kalau ada Papah sama Abi lembut,' batin Nadia.


"Iya, Sayang. Sama-sama," ucap Nadia tersenyum.


Degh!


Jantung Rayan seakan ingin copot dari porosnya mendengar Nadia memanggilnya dengan panggilan 'Sayang' juga, Rayan membeku di tempat.


'Wahh, kur4ng h4j4r emang si Nadia, hufft ... Rayan, jangan baper oke,' batin Rayan menghela nafas panjang.


'Hahaha. Sangat lucu ternyata melihat wajah Kakak seperti itu,' batin Nadia seraya ingin tertawa.


"Ohh Iya, Sayang. Kamu mau gak di suapain sama Mas?" tanya Rayan seraya tersenyum lagi.


'Apa? Mas? Wah, sangat hebat ternyata Kak Rayan ini,' batin Nadia.


"Iya, Sayang. Mau," ucap Nadia membalas senyuman Rayan.


'Kenapa deg-degan lagi sih? Hufft ... oke-oke, Rayan. Lo hati-hati awas aja pas suapin Nadia tanganmu ini gemetar,' batin Rayan.


Pak Arka dan Pak Irham hanya tersenyum.


"Biasa pengantin baru," bisik Pak Arka kepada Pak Irham yang di balas anggukan oleh Pak Iraham dan juga sambil tersenyum.


"Sayang, kamu tahu gak? Apa bedanya kamu sama Adik aku?" tanya Rayan sambil menyuapi Nadia.


"Gak taulah," jawab Nadia.


"Kalau Adik aku itu babu, kalau kamu Baby My lopeku,"


'Bener-bener nih Kak Rayan, Nadia please jangan baper ... oke, kita mulai permainannya cowok badboy haha, Nadia vs Rayan,' batin Nadia tersenyum sinis.


"Ishh, kamu ini bisa aja, emang kamu punya Adik?"


"Yaa, enggaklah. Itu cuma gombalan doang, Sayang."


"Oke-oke. Sayang tau gak? Aku kalau ketemu sama orang gila suka ketawa tau,"


"Iyalah, namanya juga orang gila"


"Jadi, kamu orang gila dong?" tanya Nadia.


"Yaa, enggaklah,"


"Buktinya kamu, bikin aku tertawa tiap dekat kamu, dan makin cinta tau,"


Bulshing!


'Astaghfirullah, ini gue kenapa? Kok gue cuma di giniin doang sama Nadia udah gini, Rayan jangan sampai ketahuan dong, bahwa kalau sekarang itu lo sedang baper,' batin Rayan.


'Yaa Allah, lucu banget ternyata. Palingan dia sekarang sedang bulshing,' batin Nadia.


"Sayang, pipi kamu kenapa? Kok merah?" tanya Nadia sengaja.


Detik itu juga harga diri Rayan jatuh. Di tambah lagi saat Nadia terus menatapnya, Rayan memasang wajah sejutek mungkin agar Nadia tidak tahu jika dirinya sedang baper, dan ternyata Nadia pun sudah tahu.


______


Mohon maaf jika ceritanya semakin gaje


**Happy Reading**

__ADS_1


__ADS_2