Gadis Bercadar Dan Cowok Badboy

Gadis Bercadar Dan Cowok Badboy
Rayan memeluk Nadia


__ADS_3

•••


Rayan pun langsung menghampiri Nadia, Mita, Kayla. Namun, langkahnya terhenti oleh bicaraan Mita.


"Kakak, udah nikah?" tanya Mita kepada Nadia.


"Alhamdulillah, udah,"


"Terus gimana, bahagia? Suami Kakak baik?" tanya Mita penasaran.


"Emm ... alhamdulillah suami Kakak baik banget, bahkan Kakak juga bahagia," ucap Nadia tersenyum seraya menundukkan pandanganya.


Degh!


Rayan yang mendengar jawaban dari Nadia dia pun langsung mematung, itu bohong, Nadia bohong, padahal dirinya jahat, bahkan suka membentak dan pernah menamparnya di pipi mungil istrinya. Ehh bentar, sejak kapan Rayan menganggap Nadia istri? Nadia kenapa berbohong? Padahal ia jahat banget, itulah yang ada di pikiran Rayan. Tak terasa Rayan meneteskan air matanya lagi, karena ia menyesal pernah membentak dan bahkan menampar, padahal Nadia baik, bahkan suaminya jahat pun di bilang baik kepada orang lain.


"Alhamdulillah. Syukur kalau gitu," ucap Mita.


"Kak, terima kasih yah, sudah memberitahu kami bahwa jilbab itu wajib, harus di pakai," ucap Kayla tersenyum.


"Ohh iya, kalian juga jangan lupa pakai kaos kaki yah, karena kaki itu aurat,"


"Astaghfirullah, berarti harus yah Kak?"

__ADS_1


"Iya, harus. Nah, kalau cadar itu sunnah. Jadi, mau di pakai alhamdulillah, kalau gak di pakai gak papah, intinya kalian harus pakai jilbab jangan sampai di lepas, kaos kakinya juga jangan lupa," ucap Nadia.


"In Syaa Allah Kak, sekali lagi terima kasih banget Kak,"


"Na'am, sam---"


"Assalamualaikum!" ucap Rayan menghampiri mereka bertiga. Iya, Rayan yang memotong ucapan Nadia.


"Waalaikumssalam," serentak mereka bertiga.


"Maaf, Kakak siapa?" tanya Kayla langsung berdiri dari duduknya.


"Ehh, emm ... Mita, Kayla, kenalin ini suami Kakak," ucap Nadia ia juga langsung berdiri dari duduknya bareng sama Mita.


"Iya, gue Rayan," ujar Rayan.


"Kak Rayan, beruntung banget yah, bisa dapatin Kak Nadia, yang bisa menutup aurat, padahal kami aja gak bisa seperti Kak Nadia," ucap Mita menundukkan kepalanya.


"Etss, gak boleh ngomong gitu, Kakak juga sama sedang belajar, dan kalian harus semangat yah, jangan menyerah, kalian juga pasti bisa kok seperti Kakak, Bismillah," ujar Nadia.


"Bismillah, iya, Kak. In Syaa Allah, doa in yah Kak, semoga kita juga sama seperti Kakak yang bisa menutup aurat," ucap Kayla dan Mita.


"Aamiin, semangat yah,"

__ADS_1


"Aamiin, kalau gitu kita pamit yah Kak, mau belanja, pengen beli jilbab dan juga yang lainnya. Semoga Kak Rayan, dan Kak Nadia langgeng terus yah," ucap Kayla.


"Aamiin, terima kasih," ucap Rayan. Sedangkan Nadia hanya tersenyum.


"Assalamualaikum,"


"Waalaikumssalam warahmatulillahi wabarakatuh," ucap Nadia dan Rayan.


Setelah mereka berdua pergi. Kayla dan Mita, Nadia langsung menatap kepada Rayan dan langsung bicara kepadanya.


"Kakak, mau ngapain ke si---"


Grep!


Ucapan Nadia terpotong, karena Rayan langsung memeluk tubuh mungil Nadia. Sontak Nadia pun kaget karena tiba-tiba di peluk oleh sang suami, dari situ Nadia bingung kenapa Rayan tiba-tiba meluk apalagi ini di tempat umum, banyak orang.


"Ka--Kakak, ke--kenapa?" tanya Nadia seraya mengerutkan dahinya. Rayan hanya terus memeluk tubuh Nadia dengan erat tidak membalas ucapan Nadia.


"Kak!" ucap Nadia lagi. Namun, sama hasilnya lagi-lagi Rayan tidak membalasnya lagi.


'Kak Rayan, kenapa sih? Kok tiba-tiba meluk, gak malu apa? Ini banyak orang juga,' batin Nadia.


•••

__ADS_1


*Happy Reading*


__ADS_2