Gadis Bercadar Dan Cowok Badboy

Gadis Bercadar Dan Cowok Badboy
Gak akan nganggap__Masing-masing


__ADS_3

•••


"Huft ... sungguh benar ini sangat lama taxinya. Astaghfirullah,"


"Gak ada orang lagi, sekolahan pun udah sepi," gumam Nadia kesal menunggu taxi yang belom muncul juga.


"Ini mah harus jalan kaki lagi. Ya Allah," gumam Nadia lalu berjalan.


Karena tidak ada taxi yaa bagaimana lagi, jalan satu-satunya itu harus jalan kaki. Mau, tidak mau, Nadia harus mau jalan kaki muskipun sangat melelahkan.


Beberapah jam kemudian Nadia pun baru sampai ke rumahnya. Karena rumah sama sekolahan itu agak jauh. Sama kayak author sekolah sama rumah jauh udah beberapah jam, baru sampai rumah, hadeuhh haha oke-oke langsung mulai lagi maaf yah maaf.


"Alhamdulillah, sampai juga ternyata,"


"Assalamualaikum!" sahut Nadia dari luar rumah lalu membuka pintu dan masuk ke dalam rumah dan menutup pintunya.


"Waalaikumssalam," ucap Rayan.


"Dari mana aja? Lama banget," ucap Rayan lagi.


"Tad---"


"Ohh." ucapan Nadia terpotong oleh Rayan. Asalnya tadi Rayan sedang duduk di atas kursi sambil memainkan ponsel miliknya. Dan sekarang Rayan pun berdiri dan langsung naik tangga yang menuju kamarnya.


Dan tidak lama Rayan pun turun dari kamarnya yang tadi asalnya pakai baju kaos warna hitam dan sekarang pakai baju rapih dan tidak lupa juga memakai jaket miliknya.


"Kak, mau kemana? Kok udah rapi banget?" tanya Nadia heran yang melihat suaminya itu sudah rapih.


"Aku boleh ikut 'kan? Soalnya udah lama gak jalan-jalan,"ucap Nadia lagi.


"Bodo amat. Cewek itu diam aja gak, usah ikut-ikut,"


"Terus Kakak mau kemana?"


"Bukan urusan loh," jawab singkat Rayan.


"Aku itu istri Kakak, jadi aku berhak tau Kakak mau kemana-mananya,"


"Apa loh bilang? Istri? Heh! Dengar gue baik-baik yah!" ucap Rayan.


"GUE GAK AKAN NGAKU LOH ITU ISTRI GUE," bentak Rayan


Degh!


Bagaikan sambaran petir di siang bolong, kini sekarang hati Nadia sangat sakit, pulang sekolah jalan kaki udah sampai rumah bukannya di bujuk atau di manja-manjain malah dapat bentakan dan tadi Rayan bilang apa? Gak akan ngaku istri? Kini Nadia sudah di bentak oleh suaminya dua kali.


"Dengarkan baik-baik tadi Nadia, tadi gue bilang apa? Simpan dan ingatkan ucapan gue,"


"SATU KALI LAGI GUE ULANGI, GUE GAK AKAN MENGANGGAP LOH ISTRI," bentak Rayan. lalu pergi dan memajukan mobil miliknya.


Degh!


"Hiks ... hiks ... kenapa Kak Rayan begitu jahat ya Allah? Kenapa? Nadia punya salah apa ya Allah," ucap Nadia sambil meneteskan air mata. Sampai-sampai cadar miliknya pun basah karena ia terus meneteskan air mata.


"Abi, Nadia sudah tidak kuat lagi, tinggal di sini," gumamnya.


•••

__ADS_1


Kini sudah tidak terasa pagi pun tiba. Nadia turun dari ranjang lalu berjalan ke arah kamar mandi tidak butuh lama Nadia selesai ritual mandinya dan segera membangunkan suaminya, setelah membangunkan suaminya lalu ke bawah membikin sarapan untuk suaminya dan dirinya.


Beberapah menit kemudian. Nadia pun telah selesai perang di dapurnya.


"Kak, ayo sarapan dulu!"


"Gak usah, gue sarapannya di kantin aja,"


"Yaudah kalau begitu, tunggu Nadia, Nadia mau sarapan dulu!"


"Heh! Emang loh siapa gue?"


"Tapi Kak, bareng aja capek soalnya jalan mulu,"


"Bodo amat, emang gue peduli?"


"Hufft ... ya Allah kapan Kak Rayan berubah? Perasaan Nadia udah capek banget, dengan sikap Kak Rayan," gumam Nadia.


***


"Kok loh sendiri aja Ray? Bini loh mana?" tanya Sandi.


"Mana gue tahu," jawab Rayan.


"Gue mau ke pacar gue dulu yah," ucap Rayan. Lalu pergi berjalan mau menghampiri Desi kekasihnya itu.


"Hai! Sayang!" ucap Rayan.


"Ihh, lama amat sih? Lagi ngapain sih lama banget?" kesel Desi menunggu Rayan.


"Yaudah ayo ke kantin udah lapar nih!"


"Ayok, tapi c1um dulu dong!"


Cup!


"Hehehe makasih sayang, yaudah ayok ke kantin," ucap Rayan seraya tangannya langsung melingkar di pinggang Desi.


"Aduh Kak Rayan mana sih? Aku mau minta uang belom di kasih sedikit pun," ucap Nadia yang terus mencari Rayan untuk meminta uang dan kepalanya itu tidak pernah berhenti terus ke kiri, kanan, depan.


"Apa jangan-jangan di kantin yah?" gumam Nadia


"Ahh iya. Ke kantin dulu aja siapa tahu ada di sana," ucapnya.


"Nah itu Kak Rayan," gumamnya yang melihat Rayan sedang sarapan di kantin bersama cewek.


"Ehh bentar, itu perempuan siapa? Kok kayak yang waktu itu yah? Ah sudahlah 'kan aku cuma minta uang doang,"


'Tapi kok sakit yah? Melihat Kak Rayan sama perempuan itu berduaan lagi, ya Allah ada apa dengan hati ana kenapa sesakit ini?' batin Nadia.


"Assalamualaikum!" sahut Nadia menyampari Rayan dan Desi yang sedang sarapan.


"Waalaikumssalam," jawab Desi.


"Kamu mau ke siapa? Kok kamu menghampiri kita berdua? Ada perlu apa?" tanya Desi seraya mengerutkan dahinya.


"Ana mau ke Kakak Ray---" ucapan Nadia belom selesai karena Rayan langsung mencekram langannya Nadia dengan kasar. Nadia di bawa oleh Rayan agak lebih jauh dari kantin.

__ADS_1


"Kak, lepas!" pinta Nadia.


"SINI KAMU!" bentak Rayan. yang masih setia memegang tangan Nadia dan membawa Nadia ke toilet.


"Kak, lepas dulu sa--sakit! Hiks ... hiks ...,"


"LOH MAU NGAPAIN? HAH MAU NGAPAIN?" bentak Rayan semakin keras memegang tangan Nadia.


"Awss, sa--sakit Kak," Nadia hanya menangis karena Rayan terlalu keras memegang tangannya.


"JAWAB GUE!" bentak Rayan lagi mencekram dahunya Nadia.


"Nad--Nadia cu--cuma minta ua--uang Kak," gugup Nadia ketakutan.


"Kalau loh mau ngomong sama gue di rumah aja, jangan di mana-mana apalagi di sekolahan,"


"Iy--iya Kak, Kak itu siapa perempuan yang tadi bareng Kakak? Kok kayak akrab banget sama Kakak," tanya Nadia penasaran sama gadis yang bersama Rayan sambil menundukkan kepalanya.


"Bukan urusan loh,"


"Aku itu istri kakak jadi aku berhak tau,"


"Kan gue udah bilang, gue gak akan nganggap loh itu istri gue," ujar Rayan menatap tajam kepada Nadia.


"Mending gini aja yah, gue urusan gue, loh urusan loh, kita masing-masing aja loh berangkat sekolah sendiri, pulang sendiri, tidur juga loh di bawah di ruang tamu jangan di kamar gue lagi, sarapan gak usah bareng gue gak usah tanya gue udah makan apa belum, kalau gue mau kemana-mana jangan di tanya karena itu usuran gue, dan awas aja loh masih nanya urusan gue, ngerti gak loh hah?" ucap Rayan lagi.


"TAPI, AKU JUGA PENGEN TAHU KAK," bentak Nadia sudah tidak tahan lagi dengan sikap Rayan.


"Ohh jadi loh udah berani bentak gue hah?"


Plak!


____•••____


Mulut jahat, hati baik?


Pernah dengar tidak kisah perempuan ahli ibadah di zaman nabi muhammad SAW? Ibadah, sholat, puasa, dan amalan lainnya di kerjakan.


Tali apa kata nabi muhammad?


"Dia ahli neraka."


Mengapa amalan yang selama ini di kerjakan tidak dapat membuatnya ke syurga?


Nabi muhammad SAW menjawab.


"Karena lisannya suka menyakiti hati orang lain, hanya karena lisan yang suka mencaci dan mengutuk orang lain, di sebabkan masuk ke dalam neraka."


Jika ahli ibadah saja demikian, bagaimana lagi dengan yang bukan ahli ibadah.


Maka dari itu jagalah lisan kita dengan sebaik-baiknya penjagaan🍂


____•••____


***Selamat membaca***


^^NO PLAGIAT^^

__ADS_1


__ADS_2