Gadis Bercadar Dan Cowok Badboy

Gadis Bercadar Dan Cowok Badboy
Devan kenapa?


__ADS_3

•••


Nadia, Dira, dan Zia pun sudah sampai tujuan. Dan mereka bertiga pun turun dari mobil taxsi tersebut.


"Aduh, astaghfirullah," ucap Nadia.


"Kenapa kamu Nad?" ucap Zia.


"Aku lupa bawa uang, dan juga sama Kak Rayan belom di kasih," ucap Nadia menundukkan kepalanya karena malu.


"Yaa Allah. Kirain aku kenapa," ucap Zia.


"Yaudah bentar, aku bayar dulu yah," ucap Dira.


"Sama aku aja Dir," ucap Zia.


"Gak usah ihh. Aku juga bawa kok, kalian tunggu di sana aja yah," ucap Dira.


"Oke." ucap Zia dan Nadia bersamaan.


Dira segera mengambil uang dari tas miliknya dan langsung membayarnya. Setelah membayarnya ia langsung menghampiri Nadia dan Zia.


"Ayo!" ucap Dira.


"Dira, aku minta maaf yah. Jadi di bayarin deh sama kamu," ucap Nadia.


"Ish. Kamu ini kayak sama siapa aja, kita itu sahabat jadi gak papah kali dan juga kita itu jarang kok seperti ini," ucap Dira tersenyum. Nadia yang mendengar jawaban dari Dira ia pun langsung tersenyum.


"Syukron yah,"


"Na'am Nad. Afwan,


"Yaudah ayo!" ujar Dira dan mereka bertiga pun berjalan.


"Ini bener, jalannya?" tanya Zia.


"Iya, kayaknya. Tuh itu motor Kak Rayan," ucap Nadia seraya menunjuk motor milik Rayan.


"Nah iya bener, yaudah kita ke sana ayo!"

__ADS_1


"Rame banget dah kayaknya, di dalam. Seperti ada yang sedang tertawa," ucap Dira mendengar suara sedang tertawa.


"Yaudah sama kamu aja Nad, ucap salamnya,"


"Ihh. Kok aku sih? Ehh, gimana dong kalau salah?"


"Yaaa, enggak mungkinlah, ish,"


"Oke-oke, bismillah." gumam Nadia.


"Assalamualaikum!" teriak Nadia dari luar.


"Hahaha. Iya bener dah, itu bukan gombal itu mah dodol," ucap Alex.


"Ahh, gue mah gak jadi copas ahh, gimana nanti kalau gue gombalin cewek pakai gombalan dari sandi? Bukannya kelepek-kelepek jadi cinta, malah kelepek-kelepek mau m0d4r haha," ucap Kelvin sambil tertawa.


"Heleh ... ehh, bentar tadi kayaknya ada yang ngomong assalamualaikum?" ucap Sandi.


"Seperti suara Nadia," gumam Rayan.


"Ahh enggak, mana mungkin dia ke sini?" gumamnya lagi.


"Iya, yah, yaudah sana lo cek gih!" ucap Devan.


Alex segera berjalan lalu menghampiri pintunya dan membuka pintu tersebut.


"Waalaikumssa--- ehh Nadia," ucap Alex sontak terkejut pas melihat Nadia di depannya.


"Terus sin Kak, ucapannya," ucap Nadia.


"Ehh, hehehe iya-iya. Waalaikumssalam," ujar Alex cengengesan.


"Ohh iya, ka---" ucap Alex terpotong.


"Hello, Kakak! Kita gak di ajak masuk gitu?" ucap Zia.


Ohh iya. Sikap Zia itu barbar yah sama orang tidak kenal itu maupun sudah kenal. Kecuali ke Nadia dan Dira sikap Zia lumayan tidak barbar. Panggilan ke Nadia dan Dira aja aku-kamu, kalau ke orang lain lo-gue.


"Ehh, iya. Yaudah ayo masuk!"

__ADS_1


Mereka bertiga langsung masuk ke dalam, dan melihat seorang laki-laki ada yang sedang rebahan, ada yang ngemil, main game, bahkan ada yang kepalanya di bawah kakinya di atas yaitu Devan.


"Assalamualaikum, Kak!" ucap Nadia.


"Waalaikumssalam," sarentak semua orang yang ada di situ.


"Nadia, lo mau ngapain ke sini?" tanya Rayan seraya mengerutkan dahinya sambil bermain game.


"Nadia mau ke Kakak,"


"Ada apaan?" tanya Rayan.


"Tadi Papah nelepon sama Nadia, kalau Papah sama Abi mau ke rumah,"


"What? Yang bener? Terus kenapa lo gak nelepon gue," ucap Rayan kaget pas dengar jawaban dari Nadia. Apa tadi? Papah sama Abi mau ke rumah? Aduh gawat, gimana kalau bokapnya tau kalau dirinya itu suka jahat sama menantunya. Itulah yang ada di pikiran Rayan sekarang. Rayan yang sedang bermain game ia langsung menyimpannya ponselnya di meja.


"Ish, Kakak ini gimana sih? 'Kan Nadia gak punya nombor Kakak,"


"Akhh ... lo ini gimana sih? Emang Papah sama Abi mau kapan datangnya?"


Devan yang sedang rebahan. Kepalanya di bawah, kakinya di atas pun segera bangun. Karena mendengar suara Rayan yang begitu kaget.


"Akhh ... berisik amat sih?" gumam Devan dan langsung matanya menatap ke wajah Dira yang sedang memakai cadar sama seperti Nadia begitupun dengan Zia.


'Astaghfirullah. Gue mimpi apaan pas semalam? Maa Syaa Allah, ternyata masih banyak yang seperti Nadia pakai cadar, menutup aurat,' batin Devan langsung terpesona ke Dira yang wajahnya pakai cadar. Devan trus menatap wajah Dira.


Dira pun yang merasa di lihatin terus sama Devan. Mungkin menurutnya sangat risih, Dira segera menundukkan pandangannya. Devan yang melihat Dira kepalanya menundukkan Devan pun langsung sadar.


'Wahh, matanya aja sangat indah, apalagi wajahnya beuhh, mau pingsan gue,' batin Devan lagi.


"Katanya sih, hari ini. Jam 19:00 Kak," jawab Nadia kepada Rayan.


"Nadia, kenalin teman lo kek, ke kita 'kan gue juga mau tau namanya siapa," ucap Kelvin.


"Ehh, lupa. Yaudah Dira, Zia, kalian sebutin nama kalian dulu," ucap Nadia menyenggol lengan Dira dan Zia.


"Nama gue Zia," ucap Zia.


"Kalau ana Dira," ucap Dira.

__ADS_1


'Ohh, Dira ternyata namanya, cantik seperti orangnya,' batin Devan tersenyum.


**Happy Reading**


__ADS_2