Gadis Bercadar Dan Cowok Badboy

Gadis Bercadar Dan Cowok Badboy
Berdebat


__ADS_3

•••


"Sadaqallahuladzim ... alhamdulillah," ucap Rayan yang baru beres mengaji.


Rayan segera bangun dari duduknya, dan menyimpan Al-Qur'an tersebut. Lalu, melihat ke samping dan ada seseorang gadis yang sedang tertidur pulas, siapa lagi kalau bukan Nadia.


"Yaelah, udah tidur aja," gumam Rayan yang melihat Nadia sedang tertidur.


"Tidur lagi akhh, masih ngantuk, bangun mulu dah gue, gara-gara dia," gumamnya lagi. Tidak banyak mikir Rayan langsung naik ke atas r4nj4ng, pas sedang menaikan kakinya satu, Nadia usik, lalu kaki Nadia ke tempat Rayan tidur.


"Ehh, ehh, astaghfirullah, ya Allah Nadia, lo pelit amat sih, suami mau tidur, malah gak boleh," ucap Rayan.


"Kakinya pindahin aja kali yah, pelan-pelan. Iya deh, kalau gak di pindahin gue tidur di mana?" gumam Rayan kemudian memindahkan kaki Nadia, setelah memindahkan kaki Nadia dengan benar Rayan naik lagi.


"Oke, pelan-pelan Rayan, takutnya bayi besar bangun," gumam Rayan naik r4nj4ng dengan pelan-pelan.


"Nah, hufft ... alham--- ehh, ehh," ucap Rayan yang melihat kaki Nadia ingin ke tempat tidur Rayan lagi. Dengan cepat Rayan turun dari kasur tersebut.


"Aduh, gue seperti punya bayi aja, si Nadia ribet banget sih? Terus gue tidur di mana dong? Yakali di bawah," gumam Rayan kesal sambil melihat ke keramik.


"Kayanya ini subuh bentar lagi deh, soalnya sekarang pukul 03:35 WIB," sambungnya.


"Rebahannya di kursi aja kali yah, sambil nunggu subuh," ucap Rayan. Kemudian, menghampiri kursi. Lalu, merebahkan tub*hnya sambil menatap Nadia yang sedang tertidur pulas.


'Kepala di mana, kaki di mana,' batin Rayan.


Rayan terus saja menatap Nadia dari kejauhan, tidak terasa Rayan pun tidak sadar bahwa ia menutup matanya dengan pelan-pelan mungkin karena ia masih ngantuk.


Pagi pun tiba. Seorang gadis yang baru bangun dari tempat tidurnya. Terganggu oleh karena ia rasa ingin membuang air kecil.


"Eughh," Nadia langsung membukakan mata miliknya. Setelah itu melirik ke jam dan ternyata pukul 06:00 WIB. Setelah melirik ke jam, ia langsung melihat ke arah seseorang pria yang tertidur pulas di kursi.


"Astaghfirullah, Kak Rayan, kok tidur di kursi sih? Ya Allah, ini udah jam berapah lagi, pasti Kak Rayan belom shalat," kagetnya dan segera bangun.


"Kak Rayan, bangun!" teriak Nadia.


"Kak!" ucap Nadia lagi membangunkan Rayan. Namun, Rayan tidak meresponnya, jangankan respon usik pun tidak.


"Kak, bangun! Innalilahi, jangan-jangan Kak Rayan m4ti lagi," sambungnya seraya membulatkan matanya.


"Ish, Nadia, kamu ini kenapa sih? Sama suami sendiri kok gitu," gumamnya.


"Assalamualaikum!" bisik Nadia di telinga Rayan.


"Hufft ... tarik nafas, lalu buang, tarik nafas, buang lagi, hufft ... oke-oke," gumam Nadia.

__ADS_1


"Kakak, bangun!" teriak Nadia.


"Nadia, stop! Berisik ny*t, lo bisa gak sih diam, hah?" teriak Rayan.


"Nadia, cum---"


"Gue masih ngantuk. Jadi, lo jangan gangguin gue," bentak Rayan.


"O--o--oh, o--oke, oke-oke," gumam Nadia langsung menunduk dan bejalan ingin ke kamar mandi, saat ia baru dua langkah. Rayan bicara.


"Nadia, sekarang jam berapah?" tanya Rayan. Sambil masih menutup matanya.


"Jam 06:00, Kak,"


"What? Jam 06:00?" tanya Rayan kaget yang di balas anggukan oleh Nadia.


"Lo kenapa gak bangun nin gue, hah? Gak becus banget sih lo jadi istri," bentak Rayan sedangkan Nadia yang mendengar omongan Rayan pun ia langsung membulatkan matanya.


"Ta---"


"Halah, gak usah banyak b4c*t deh lo," ucap Rayan memotong ucapan Nadia sambil mendorong tub*hnya, sampai-sampai Nadia langsung terduduk di k4sur.


"Kak, Nadia duluan yang ke kamar mandinya, Nadia pengen buang air kecil,"


"Nadia juga belom," ujarnya mengrucutkan b*b1rnya.


Rayan tidak mendengarkan ucapan Nadia, pria itu langsung saja masuk ke kamar mandi. Dan tiba-tiba kakinya mundur ke belakang, Nadia yang melihat Rayan mundur bib*r miliknya pun tersenyum karena Nadia kira ia dulu, baru Rayan.


"Ngapain lo senyum-senyum?" tanya Rayan ketus. Rayan mengambil handuk yang di dekat Nadia. Kemudian, pergi ke kamar mandi kembali, Nadia yang melihat itu pun langsung membulatkan matanya.


"Ish, Nadia kira Kak Rayan ngalah, dan ternyata ... akhh, sudah lah," gumam gadis tersebut seraya memutarkan bola matanya malas.


Pukul 10:00 WIB. sepasang suami istri sekarang sedang di kamar, dan Nadia sedang membaca buku kesukaannya, sedangkan Rayan sedang rebahan. Rayan bangun lalu mengambil ponselnya yang di meja.


"Hah, kok ponsel gue belom di cas sih?" ucap Rayan melihat ponsel yang baterainya lima persen lagi.


Nadia yang tadi sedang asik membaca buku langsung menoleh saat mendengar omongan Rayan, gadis mungil itu hanya acuh saja, dan kembali pokus membaca buku.


"Haish, baterainya udah lima persen lagi," gumam pria yang sedang memegang benda pipihnya, Rayan berjalan dan ngecas ponselnya yang sudah baterainya hampir habis.


Sang empu kambali rebahan setelah melihat benda pipihnya, dan menutup mata dengan pelan-pelan. Nadia menoleh saat Rayan ingin seperti tidur


'Sepertinya Kak Rayan ingin tidur, mungkin dia masih ngantuk,' batin Nadia.


"Hoammm, aduh ngantuk banget sih, gara-gara lo gue jadi ngantuk," ucap Rayan.

__ADS_1


"Gue pas semalam kurang tidur, ribet juga yah kalau lo lagi sakit," ujar Rayan menatap Nadia sekilas.


"Nadia kalau sedang sakit emang gini, Nadia 'kan sudah bilang, jika Kakak tidak mau mengurus Nadia, gak papah kok Kak," ucap Nadia pelan dan berusaha tersenyum.


"Kakak, tidak mau mengurus Nadia?" tanya Nadia.


"Kalau iya, emang kenapa?" tanya Rayan.


Nadia yang tadi sedang menunduk langsung mengangkat kepalanya dan menatap Rayan, sakit, sakit hatinya sekarang yang dia rasa kan oleh Nadia, Nadia kira Rayan tidak akan menjawab seperti itu. Tapi, semua dugaanya selalu salah.


"O--oke, jika memang benar Kakak tidak mau, Nadia akan pergi dari sini Kak, karena Nadia sudah merepotkan Kakak, Nadia tidak mau jika Kakak terpaksa mengurus Nadia," ujar Nadia berkaca-kaca. Dengan cepat Nadia bangun dari duduknya dan menyimpan buku yang ia pegang. Setelah menyimpan buku, Nadia menghampiri lemari. Kemudian, mengeluarkan baju miliknya dari lemari tersebut.


"Kan emang gue terpaksa, gue itu gak suka sama lo, gue gak cinta sama lo, gue benci sama lo Nadia,"


"Kenapa? Kenapa? Kakak benci sama Nadia? Kenapa Kak? Emang Nadia punya salah apa sama Kakak?" teriak Nadia.


"Lo mau tau, kenapa gue benci sama lo?" tanya Rayan menatap tajam ke arah Nadia.


"Iya, Nadia pengen tahu, kenapa Kakak benci sama Nadia?"


"Hemm, gak penting," ucap Rayan berdecak pelan.


"Itu menurut Kakak gak penting. Tapi, menurut Nadia itu penting, aku capek Kak, aku capek, Kakak selalu marah sama Nadia, Nadia juga pengen Kak seperti orang lain, bahagia, di cintai oleh suami, sedangkan Nadia? Nadia, cuma hanya---" ucap Nadia terpotong.


"GUE BENCI SAMA LO, KARENA LO NERIMA PERJODOHAN INI, SITI NADIA ATASYA LESTARI!" bentak Rayan.


Sudah cukup! Nadia sudah tidak kuat lagi, ia tidak bisa menahan air matanya, dan tiba-tiba air mata miliknya begitu lolos, saat Rayan membentaknya. Apalagi suaminya itu menyebut namanya dengan lengkap. Tub*h mungil itu langsung mematung tidak bergerak dan air mata terus lolos begitu saja. Saat Nadia sedang menangis, dan tiba-tiba kepalanya merasakan pusing, gadis itu langsung memegang kepalanya.


Rayan yang melihat Nadia memegang kepala, ia mengerutkan kening, b0d*h Rayan ini, kenapa ia tidak menyadarinya bahwa Nadia itu sedang sakit.


"Nadia, Nadia, lo kenapa?" tanya Rayan.


"Kak, argh, pusing Kak, hiks ... sakit," ucap Nadia sembari menangis dan tangannya memegang kepala.


"Nadia, lo kenapa?" tanya Rayan cemas dengan cepat memegang lengan Nadia.


"Kakak," gumam Nadia menatap Rayan dengan dekat. Namun, masih terdengar oleh Rayan.


Bruk!


Tub*h Nadia jatuh, dengan cepat Rayan menangkapnya. Wajah pria itu sangat cemas, ia sangat takut terjadi apa-apa dengan gadis yang ada di hapadannya ini. Rayan tidak banyak berpikir ia langsung saja menggendong tub*h Nadia ala bridal style.


#Bersambung.


* Happy Reading*

__ADS_1


__ADS_2