Gadis Bercadar Dan Cowok Badboy

Gadis Bercadar Dan Cowok Badboy
Pingsan lagi


__ADS_3

#Gadis_Bercadar_Vs_Cowok_Badboy


#Part18 ||•Pingsan lagi•||


#AccMin


•••


"Maksud lo apaan Nad?"


"Iya, Nadia nanya. Kakak sejak kapan nganggap Nadia istri?"


"Kan gue bilangnya gini, kalau di rumah lo itu istri gue, kalau di mana-mana bukan, pernikahan kita itu privasi,"


"Astaghfirullah. Berarti Nadia salah dong Kak?"


"Yaiyalah. Lo salah,"


"Iya, Nadia salah. Emang yah Kakak itu selalu benar,"


Prok!


Prok!


Prok!


Nadia tersenyum sinis di balik cadar yang ia pakai, dan tidak lupa ia menepuk tangannya.


"Hmm, sejak kapan Kakak ngomong gitu? Kakak itu bukan bilang gini 'kalau di rumah lo istri gue, kalau di mana-mana bukan, pernikahan kita privasi' tapi Kakak itu bilang gini 'gue enggak akan nganggap lo istri' nah Kakak itu bilang seperti itu, Nadia selalu ingat Kak," ujar Nadia seraya menatap tajam ke Rayan.


"Tapi itu du---"


Bruk!


Nadia pun langsung pergi ke kamar pas Rayan sedang berbicara dan langsung menutup pintu kamarnya dengan keras.


"Akhh ... !" teriak Rayan kesal.


"Huftt ... ya Allah ampunilah hamba, yang sudah berani melawan suami hamba ya Allah," gumam Nadia menghela nafas panjang.


"Huftt ... kenapa sih si Nadia bilang gitu? Dan juga kenapa gue kesal banget si sama omongan gue dulu, akhh ... b0d0h, b0d0h kenapa coba gue bilang gitu?"


"Dari pada gue di sini bisa-bisa stres oleh gadis s14l4n itu, mending gue kumpul bareng teman-teman gue,"


Tutt!


Tutt!


Tutt!


"Angkat b4ngs4t," gumamnya kesal.


"[ ...]"


"Lo di mana?"


"[ ...]"


"Lagi kumpul, 'kan?"


"[ ...]"


"Oke."


Setelah nelepon. Rayan segera ke kamarnya dan mengambil jaket miliknya dan kunci motor. Setelah itu ia langsung melajukan motornya.


"Kak Rayan mana? Jangan-jangan ada di kamarnya," gumam Nadia mencari Rayan.


"Mungkin di kamar kali yah coba aku ketuk aja pintunya," gumamnya lagi soalnya sekarang itu kamar Nadia sama kamar Rayan misah.


Tok!

__ADS_1


Tok!


Tok!


"Loh, kok gak di kunci sih? Jangan-jangan keluar lagi ... nah 'kan benar kunci motornya aja gak ada, tapi ini kunci mobilnya ada. Berarti keluarnya bawa motor," gumam Nadia lalu turun ke bawah dan mengambil tas miliknya.


"Emm ... nelepon Zia dan Dira kali yah nyari Kak Rayannya," ucap Nadia.


Nadia langsung mengambil ponselnya dari tas miliknya itu lalu segera nelepon Zia dan Dira. Satu jam kemudian Zia dan Dira pun datang.


"Assalamualaikum!" ucap Dira dan Zia


"Waalaikumssalam warahmatullahi wabarakatuh,"


"Terus kita kemana, Nad?" tanya Dira.


"Kita ke apartemen aja, gimana?"


"Emang mereka suka kumpul di apartemen?"


"Iya, katanya. Aku juga sih kata si Devan. Pas di sekolahan,"


"Yaudah ayo. Tapi kamu tau jalannya gak, di mana?" tanya Zia.


"Kata si Devan sih jalannya ***** tapi aku juga gak tau bener, gak tau enggak," jawab Nadia.


"Coba dulu aja, siapa tau itu benar. Ayo!" ucap Dira.


***


Rayan pun telah sampai di tujuannya, ia langsung turun dari motornya dan menyimpan hlemnya di motor miliknya, tidak lama ia segera masuk ke dalam.


"Waalaikumssalam," ucap Rayan masuk ke dalam.


"Assalamualaikum. Bukan waalaikumssalam kodok," ucap Devan.


"Kok lo ikut-ikutan gue sih? Panggil kod0k ke si Rayan? Itu tuh panggilan gue yang bagus buat si Rayan," ucap Sandi tidak terima panggil dari dirinya itu rebut oleh Devan.


"Se---"


"Woi! Kalian berdua itu kenapa sih? Cuma masalah panggilan aja di rebutin. Dan juga si Rayan itu bukan k0d0k tapi bangk0ng," ucap Alex. Sambil memainkan game di ponselnya.


"Kodok sama b4ngk0ng itu sama aja d0dol," ucap Kelvin.


"Beda," ucap Alex.


"Sama,"


"Beda,"


"Sama,"


"Be---"


"Stop! Kalian kenapa rebutin cuma masalah sapele sih? Gue itu bukan k0dok. Udah deh stop, jangan panggil gue k0dok. Emang gue kodok apa?" bentak Rayan yang masih berdiri di depan pintu.


"Yaudah makanya kalau datang itu bilang assalamualaikum bukan waalaikumssalam," ucap Devan seraya makan jajan yang ia pegang.


"Iya benar, cepat ulang lagi mulai dari motor lo itu, cepat ulang mundur lagi d0dol," ucap Sandi sambil menunjuk-nunjuk ke arah motor Rayan.


"Assalamualaikum, nah udah 'kan?" ucap Rayan lalu langsung duduk di dekat Devan.


"Belom. Lo cuma bilang assalamualaikum doang, enggak dari motor," ucap Alex


"Kalian kira, gue b0d0h apa?" ucap Rayan seraya menatap tajam.


"Hehehe. Ehh, Ray!" ucap Alex.


"Hemm,"


"Lo kenapa? Kok mukanya beda banget, jangan-jangan gara-gara Desi yah? Karena sekarang hubungan lo udah enggak," ucap Alex.

__ADS_1


"Apaan sih lo, kok tiba-tiba ngomongin ke si j4l4ng sih? Udah deh jangan sebut dia lagi, jijik gue dengarnya," ujar Rayan kesal.


"Ohh. Iya-iya. Maaf,"


"Terus lo kenapa tuh muka? Jangan-jangan gara-gara Nadia lagi," ucap Sandi.


Bugh!


"Sembarangan kalau ngomong lo, gue itu lagi gabut aja," ujar Rayan kesal dan langsung melempar bantal ke Sandi yang dekat dengan dirinya itu.


"Ish. Yaudah biasa aja kali, gak usah lempar bantal juga ke gue," ucap Sandi.


"Ehh, dari pada kalian gabut mending dengerin gue ngegombal deh," sambungnya.


"Gembel?" ucap Kelvin yang langsung bangun dari rebahannya.


"Gombal, bukan gembel," ucap Alex.


"Ohh. Yaudah mau gombal apa? Siapa tau bagus, mau gue mau copas hehe," ucap Kelvin cengegesan.


"Oke. Langsung mulai aja yah,"


"Kenapa kucing kakinya ada empat? Ayo jawab!" ucap Sandi.


"Gak tau, emang kenapa?" tanya Alex.


"Karena yang asin itu air laut," jawab Sandi sambil tersenyum.


Bruk!


Bruk!


Rayan dan Devan pun langsung pingsan, gara-gara mendengar jawaban dari Sandi.


"Loh, kok Rayan dan Devan pingsan sih?" tanya Sandi.


"Gak tau, aduh woi bangun!" ucap Alex sambil menepuk-nepuk pipi Devan dan Rayan.


"Aduh, lo bikin gombal apa bikin gue biar p4eh sih?" tanya Devan yang baru sadar dari pingsannya.


"P4eh?" tanya Sandi seraya mengerutkan keningnya.


"Meninggoy maksudnya, udah lah kalau gombal tuh yang bener dong," ucap Devan.


"Oke-oke. Gue ada lagi nih," ucap Sandi.


"Apa?" ucap Rayan yang baru sadar dari pingsannya.


"Kenapa mobil kalau udah di bensinin jadi maju?"


"Mana gue tau, 'kan gue ikan," ucap Rayan.


"Karena kasur itu buat tidur," ucap Sandi cengegesan sambil mengemil.


Bruk!


Rayan dan Devan pun kembali pingsan lagi.


"Kok Rayan dan devan pingsan lagi sih?" tanya Sandi bingung seraya mengaruk-garuk pipinya yang gak gatal.


***Hai Readers AUTHOR punya pribahasa lagi nih Baca dengan teliti yah!***


Apa arti ladang-ladang?,


Apa yang perlu dituainya?


-


Ladang itu seluruh dunia,


Manusialah tuaiannya.

__ADS_1


Kira-kira apa yah artinya?🤔🤔🤔


__ADS_2