Gadis Bercadar Dan Cowok Badboy

Gadis Bercadar Dan Cowok Badboy
Tantangan_ ingin pisah


__ADS_3

•••


Rayan dan Nadia sudah sampai di rumahnya.


"Astaghfirullah. Capek banget," ujar Nadia sembari merebahkan tub*hnya di kusri ruang tamu.


"Nadia, gue pengen minum, tolong ambilin!" ucap Rayan.


"Baik Kak," Nadia bangun dari duduknya menuju ke dapur mengambil minum untuk suaminya dan juga dirinya.


Nadia kembali ke ruang tamu sambil membawa minum, dua gelas. Nadia memberikan minum tersebut kepada pria yang ada di hadapannya ini. Rayan menerima gelas dari Nadia dan langsung meminumnya hingga habis.


Tok!


Tok!


Tok!


"Siapa sih, Nad?" tanya Rayan. Yang mendengar mengetuk suara pintu.


"Gak tahu, Kak. Coba bentar Nadia buka dulu," ucap Nadia. Gadis mungil itu berlari kecil untuk menuju ke arah pintu.


"Assalamu'alaikum!" ucap yang di luar.


"Wa'alaikumssalam, bentar," teriak Nadia lalu membuka pintu tersebut.


"Ehh, kalian hehe sini masuk!" ucap Nadia mempersilahkan masuk tamu tersebut. Siapa? Biasa temannya Rayan yaitu Devan, Alex dan Sandi.


"Rayannya ada?" tanya Devan.


"Ada Kak. Kakak, masuk aja dia sedang istirahat," jawab Nadia.


"Gue gimana? Gak boleh masuk?" ucap lesu Zia. Zia dan Dira juga ada, mereka bareng-bareng ke rumah Rayan. Teman Rayan pun sudah masuk ke dalam rumah dan tinggal saja Zia dan Dira.


"Oh iya, silahkan masuk ukhcan," ucap Nadia cengegesan.


"Ukhcan?" tanya Dira.


"Ukhty cantik," jawab Nadia.


"Ahh lo ini bisa aja," ucap Zia.


"Heh, tadi bagaimana pas di gendong Kak Rayan? Aaa romantis banget sih kalian berdua," ucap Zia senyum genit.


"Ish, apaan sih. Ngemeng-ngemeng kalian mau masuk, apa diam di sini terus?" ucap Nadia mengalihkan topik pembicaraan dan wajahnya sudah merah merona.


"Ngomong-ngomong, bukan ngemeng-ngemeng," ujar Dira.


"Nah, iya itu maksudku,"


"Ehh, gue mau nanya," ucap Alex.


"Mau tanya apaan?" tanya Devan.


"Kalau pacaran emang haram?"


"Hah? Ngapain lo tanya itu? Apa jangan-jangan lo nembak cewek yah? Terus di tolak hahaha," ucap Sandi tertawa berbahak-bahak.


"Haish, bukan gitu maksud gue dodol,"


"Yaa terus apa? Haha, ngapain lo tanya-tanya itu, yakali pacaran h4ram" ucap Sandi.


"Heh, Mang Udin tukang es cendol! Kata siapa pacaran gak haram?" ucap Zia melototkan matanya.


"Kata gue lah, yakali pacaran har4m, noh lihat di sana banyak banget yang pacaran," ucap Sandi sambil mainkan ponsel.


"Pacaran itu har4m Udin," ucap Zia melempar bantal ke arah Sandi.


"Heh, ngapain lo lempar bantal ke gue?" ucap Sandi.


"Emang di Al-Qur'an ada? Surah berapa?" tanya Alex.


"Surah Al-Irsa," ucap Devan.


"Ayat 32," lanjut Rayan.


"Allah berfirman:


وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰۤى اِنَّهٗ كَا نَ فَا حِشَةً ۗ وَسَآءَ سَبِيْلًا


𝙬𝙖 𝙡𝙖𝙖 𝙩𝙖𝙦𝙧𝙤𝙗𝙪𝙯-𝙯𝙞𝙣𝙖𝙖𝙖 𝙞𝙣𝙣𝙖𝙝𝙪𝙪 𝙠𝙖𝙖𝙣𝙖 𝙛𝙖𝙖𝙝𝙞𝙨𝙮𝙖𝙝, 𝙬𝙖 𝙨𝙖𝙖𝙖`𝙖 𝙨𝙖𝙗𝙞𝙞𝙡𝙖𝙖


'𝘿𝙖𝙣 𝙟𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣𝙡𝙖𝙝 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙢𝙚𝙣𝙙𝙚𝙠𝙖𝙩𝙞 𝙯𝙞𝙣𝙖; (𝙯𝙞𝙣𝙖) 𝙞𝙩𝙪 𝙨𝙪𝙣𝙜𝙜𝙪𝙝 𝙨𝙪𝙖𝙩𝙪 𝙥𝙚𝙧𝙗𝙪𝙖𝙩𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙟𝙞, 𝙙𝙖𝙣 𝙨𝙪𝙖𝙩𝙪 𝙟𝙖𝙡𝙖𝙣 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙗𝙪𝙧𝙪𝙠.'


(𝙌𝙎. 𝘼𝙡-𝙄𝙨𝙧𝙖' 17: 𝘼𝙮𝙖𝙩 32)" ucap Dira.


"Hah? Kok gue baru tahu yah?" tanya Sandi.


"Lo ini yah udah ketinggalan zaman, baru tahu lo?" tanya Rayan.


"Makannya buka ponsel itu jangan bucin-bucin mulu. Jadi, kan baru tahu, alhamdulillah sih sekarang udah tahu," ucap Dira tersenyum.

__ADS_1


"Udah ah, jangan bahas pacaran mulu," ucap Rayan.


"Ehh, bentar. Dari pada bahas bucin terus, atau bahas gak penting, mending bahas pacaran aja. Soalnya gue ketinggalan baru tahu prend," ucap Alex.


"Bener si Rayan, jangan bahas pacaran mulu bosan gue, skip!" ucap Devan.


"Ish, lo ngapain ikutan Rayan? Main skip-skip aja," ucap Sandi.


"Bentar, gue mau nanya lagi nih," sambung Sandi.


"Boleh, yah?" ucap Sandi lagi.


"Dengan senang hati," ucap Dira tersenyum.


"Oke. Gue mau nanya ini. Banyak orang yang pacaran. Tapi, kok makin langgeng aja? Padahal sudah jelas-jelas, perbuatan itu di larang oleh Allah Subhanahu Waa Ta'alaa,"


"Hati-hati, bisa jadi itu adalah ISTIDRAJ" ucap Nadia menatap tajam.


"Istidraj?" tanya Alex mengerutkan dahinya.


"Istidraj itu apa?" tanya Sandi.


"Nah bener itu, kalian harus hati-hati, bisa jadi itu istidraj, ihh na'udzubillah," ucap Devan.


"Taukah apa itu istidraj? Yaitu adz4b berupa kenikm4tan, di mana keadaan yang paling bahagia bagi seorang hamba. Karena, Allah sudah tidak peduli lagi kepada hambanya. Di mana keadaan Allah memberikan hamba tersebut suatu jebakan seperti di bukanya pintu kenikmat4n, sehingga merasa senang dan begitu nyaman dengan kem4ksiatan dan di sertai hilangnya ingin bertaubat apalagi menyesali perbuatannya," ucap Dira.


"Na'udzubillah, semoga kita semua terhindar dari perbuatan tersebut," ucap Zia.


"Aamiin," ucap Alex, Rayan dan Devan.


"Aamiin, Aamiin, Aamiin," ucap Sandi.


"Aamiin Allahumma Aamiin," ucap Nadia dan Dira, Zia.


"Gue kira Allah merestui," ucap Alex.


"Apa? Di restui Allah? Lawak lo Lex, "Tinggallah dengan hina di dalamnya dan janganlah kamu berbicara dengan aku." (Al-Mu'Min : 108)" ucap Devan.


"Jika tidak pacaran. Bagaimana, bisa menikah?" tanya Alex menggaruk-garuk pipinya yang tidak gat4l.


"Ya Allah, pertanyaan apa itu? Lo nanya aneh banget," ucap Zia.


Nadia tersenyum sembari balik bertanya. "Apakah syarat mati harus sakit? Apakah yang pacaran akan selalu berakhir dengan pernikahan? Begitu tak percayanya kou kepada Allah, hingga bertanya hal b0doh?" tanya Nadia.


"Ketika pertanyaan itu keluar dari mulut kalian, iman kalian p4tut di pertanyakan. Karena sadar tidak sadar, kalian telah meragukan kekuasaan Allah," ucap Dira menggeleng-geleng kepal4.


"Lo ini gimana sih Lex? Ngaji makanya biar tahu. Ingat yah pacaran itu haram, lihat noh di Al-Qur'an surah Al-Isra ayat 32," ucap Devan.


"Yee tampan aja lo buat keren, iman kagak. Masa iya, lo mati bawa tampan doang, kagak bawa amal. Gimana mau dapat jodoh sholehah? Sedangkan Allah aja lo lupain," ucap Devan.


"Percuma ganteng, kalau kagak punya iman. Sholat selalu di lupakan, ngaji pun kagak pernah, kerjaan cuma rebahan, makan, game, pacaran, dan lain-lainnya," ucap Zia.


"Biasa aja kali, lo juga belom tentu benar shalatnya," ucap Alex menundukkan pandangan.


"Emang kata siapa shalat gue benar? Ingat yah shalat itu wajib, gak boleh di tinggal. Mau di terima atau kagak itu urusan Allah, gue mah kagak tahu benar apa enggaknya, intinya kita itu gak boleh tinggalin shalat," ucap Zia.


"Gue mau berubah terlambat gak yah?" tanya Sandi.


"Lo mau berubah jadi apa Bang? Jadi bekmen?" ucap Zia tertawa berbahak-bahak.


"Bekmen-bekmen, ironman Zia cantik," ucap Alex.


"Maksud gue mau berubah jadi lebih baik, bukan bekmen atau pun ironman," jawab Sandi memutarkan mata bola malas.


"Tak ada kata terlambat untuk berubah, ketahuilah bahwa setiap tarikan nafasmu, ialah kesempatan dirimu," jawab Nadia.


"Ehh, kalian kalau shalat pernah merasakan ini gak? Maksud gue, lupa rakaat terus suka menguap atau mengantuk?" tanya Rayan.


"Nah, iya bener, gue juga suka gitu. Apalagi gue suka memikirkan hal-hal lain, dan terkadang gue tiba-tiba ingat ke lo Ray, pas lagi shalat argh! Terus, telinga, hidung, kepala terasa gatal," ucap Devan.


"Ngapain lo ingat gue?"


"Kangen, hehe. Canda, yakali gue kangen sama lo amit-amit," jawab Devan.


"Lakukan ini prend. Menyempurnakan wudhu, membaca surah An-Nas, sebelum shalat baca doa ini "Allhumma inni a'udzubika minsyaithoonil was wasti khonazab" artinya yaitu (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari khanzab, setan pembawa was-was)" ucap Zia.


"Oh gitu. Oke, makasih yah Zia," ucap Devan tersenyum.


"Iya, Kak. Sama-sama,"


"Oh iya, kalian pasti haus yah? Maaf, hehe tadi Nadia lupa, bentar yah Nadia bawa minuman dulu sama cemilan," ucap Nadia tersenyum.


"Oke, di tunggu. Cepetan Nad!" teriak Alex.


"Oke, Kak." ucap Nadia.


Nadia ke dapur untuk mengambil minum dan cemilannya. Beberapah menit kemudian, Nadia datang bawa cemilan dan air putih 2 gelas. Karena gadis itu susah membawanya.


"Ini buat Zia dan Dira dulu yah, buat laki-lakinya bentar perempuan dulu hehe," ujar gadis itu yang membawa minum, kalian tahu 'kan? Si Nadia maksud author.


"Yaelah. Oke dah sabar muskipun haus," gumam Alex.

__ADS_1


"Nadia, mau aku bantuin?" tanya Dira.


"Gak usah, kamu duduk aja di situ," teriak Nadia.


"Ohh, o--oke," gumam Dira.


Akhirnya, Dira minum yang tadi Nadia bawa sampai habis, sepertinya ia sangat haus. Sedangkan Zia hanya diam tidak minum seperti Dira. Alex yang menyadar pun bahwa Zia tidak minum mengerutkan keningnya. Dan yang lainnya sedang sibuk sama ponselnya masing-masing.


"Zi, lo gak minum? Kenapa?" tanya Alex.


"Zi? Zi siapa?" tanyanya.


"Yaelah, lo 'kan namanya Zia? Yaudah gue panggilnya Zi," jawab Alex.


"Ohh. Enggak, gue gak minum,"


"Kenapa? Gak haus?"


"Bukan, gue itu sedang puasa," jawab Zia.


"Puasa? Puasa apa?"


"Puasa hari senin kamis," jawab Zia.


"Ohh pantesan lo diem mulu. Zia, gue haus banget itu minum yang lo buat gue yah?" tanya Alex.


"Boleh. Silahkan,"


"Emm ... gue minum di sini gak papah kali yah?"


"Gak papah lah, emang kenapa kalau lo minum di sini?"


"Kan lo lagi puasa, takutnya pengen," ucap Alex.


"Santai aja kali, gak papah kok," ucap Zia.


"Lagi ngapain sih? Ngomongnya berdua mulu, aku gak di ajak?" tanya Dira.


"Ini si Zia lagi puasa," ujar Alex. Lalu, pria itu meminumnya hingga habis.


"Hah? Zia, kamu sedang puasa? Ya Allah, aku minta maaf tadi minum dekat kamu. Soalnya, aku gak tahu kamu sedang puasa," kaget Dira.


"Ish, santai aja kali, gak papah kok," ucap Zia.


"Bener? Sekali lagi minta maaf banget," ucap Dira


"Iya. Cantik,"


"Kalau puasa hari senin kamis, niatnya gimana?" tanya Alex.


"Niat Puasa Senin,


نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى


(Bacaan latin: Nawaitu sauma yaumal itsnaini sunnatan lillahi ta'alaa.)


artinya: 'saya niat puasa sunnah hari Senin, sunnah karena Allah Ta'alaa.' Ini yang hari senin," ucap Zia.


"Niat Puasa Kamis,


نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى


(Bacaan latin: Nawaitu sauma yaumal khomiisi sunnatan lillahi ta'ala.)


artinya: 'saya niat puasa sunnah hari Kamis, sunnah karena Allah Ta'alaa.' Nah ini yang hari kamis," ucap Zia.


"Si Nadia, lama banget ngambil minumnya," ucap Rayan menyimpan ponsel miliknya.


"Kayaknya ke kamar mandi dulu deh, Kak," ucap Dira.


"Ohh," ucap Rayan.


"Ray, tadi lo sekolahan kenapa? Hebat lo tiba-tiba ngegendong si Nadia," tanya Devan.


"Heh, kalau gak di suruh oleh kalian, gue kagak mau tuh gendong si Nadia," jawab Rayan.


"Di suruh?" tanya Dira dan Zia kaget yang mendengar pembicaraan Rayan.


"Iya, tantangan," ucap Rayan.


"Idih, kita 'kan bilangnya cuma tantangan doang yekan? Lo sama si Nadia harus romantis, bukan tadi kita suruh lo gendong si Nadia, tadi mah lo sendiri yang mau, bukan suruhan kita," ucap Alex.


"Akhh, sama aja itu 'kan romantis, tantangan kalian harus romantis 'kan bareng Nadia? Pokoknya tadi gue gendong si Nadia itu tantangan," ucap Rayan kagak mau kalah.


"Tan--tantangan?" tanya Nadia berkaca-kaca. Iya, itu Nadia, kenapa Nadia mendengarnya? Padahal tadi dia lagi di dapur? Karena, pas Rayan ngomong seperti itu tiba-tiba Nadia datang.


#Bersambung


maaf yah kalau ceritanya semakin gaje soalnya otak aku udah pusing mikirin alurnya jadi maaf yah para readers.


*Happy Reading*

__ADS_1


__ADS_2