Gadis Bercadar Dan Cowok Badboy

Gadis Bercadar Dan Cowok Badboy
Dia siapa__Jahat


__ADS_3

"Boleh dong, masa enggak sih. Kan ke suaminya hihi," bukan Rayan yang menjawab tapi Sandi.


"Iya, ayo duduk cepat! Ngapain berdiri mulu gak pegal apa?" ajak Alex yang sedang menunggu pesanannya.


"Gak usah, 'kan bukan muhrim. Aku cum---" ucap Nadia belum beres namun, di potong oleh Rayan


"Heh, mending loh ikut gue!" ajak Rayan memegang tangan Nadia dengan kasar.


"Aww, Mas sakit pelan-pelan," ucap Nadia yang kesakitan tangannya yang di pegang oleh Rayan.


"Nadia, loh bisa gak sih jangan ganggu gue dulu. Gue itu lagi sarapan. Mening loh kumpulnya bareng teman loh deh. Jangan kumpul bareng gue, paham gak sih?" tanya Rayan sambil memolototkan matanya.


"Mas, aku cuma ma---" lagi-lagi ucapan Nadia di potong oleh Rayan.


"Loh bisa gak sih, jangan panggil gue Mas? Jijik tau gak sih gue itu di panggil Mas sama loh, yang manggil Mas sama gue itu hanya orang spesial," bentak Rayan.


Degh!


Apa spesial? Berarti dirinya bukan orang spesial? Oh iya tentu karena dirinya orang yang enggak kenal sama sekali kepada suaminya gak mungkin 'kan langsung menjadi orang spesial apalagi Rayan itu orangnya susah akrab, meraka juga menikah bukan karena cinta bukan? Tapi mereka menikah Karena perjodohan. Sekarang hati Nadia begitu sakitnya hanya panggilan saja dipermasalahkan.


"Te--terus aku harus panggil apa?" tanya Nadia dengan berkaca-kaca karena baru pertama kali dia di bentak oleh seseorang. Jujur saja sama Abinya juga dia belom pernah di bentak muskipun dirinya terkadang salah.


"Apa kek, yang penting jangan panggil Mas. Ingat yah yang manggil gue Mas itu hanya orang spesial ingat itu! Oh iya panggilnya Kakak aja," ucap Rayan lalu berpergi dan tiba-tiba langkah Rayan pun berhenti lalu menghampiri istrinya lagi. Dan Nadia masih diam tidak bergerak seperti patung.


"Dan satu lagi, jangan ada yang tahu bahwa kita itu sudah menikah, pernikahan kita hanya privasi paham kamu?" ujar Rayan lalu pergi.


Degh!


•••


•••


'Kenapa? Kenapa di privasi kak? Mungkin Kakak benci sama Nadia. Sampai-sampai pernikahan kita aja di privasi,' batin Nadia.


"Huft, terserah Kakak aja deh mau di privasi atau enggak. Nadia bakal nurutin kemauan Kakak," gumam Nadia.


Kini Nadia sedang berjalan menuju ke kantin yang di mana sahabatnya duduk itu. Tidak terlalu lama Nadia pun sampai dan langsung duduk di dekat sahabatnya.

__ADS_1


"Assalamualaikum!" sahut Nadia.


"Waalaikumssalam," ucap Dira dan Zia.


"Kalian kok belom makan, kenapa?" tanya Nadia melihat makanan di meja yang belom di makan.


"Nungguin kamu lah Nad, lama amat sih, lagi ngapain?" tanya Dira.


"Eh iya, maaf." ucap Nadia lalu lalu mengambil minumannya.


"Mungkin lagi romantisan dulu. Biasa 'kan pengantin baru," ucap Zia.


"Ish, apaan sih. Yaudah ayo ah makan dulu aku dah lapar nih," ujar Nadia.


Tiga sejoli itu pun langsung makan tidak ada ucapan apa pun hanya detingan sendok saja, dan beberapah menit kemudian mereka pun sudah makannya sekarang meraka sedang istirahat dan tiba-tiba.


Ada seseorang pria yang menyamperi tiga sejoli itu lalu pria itu pun langsung duduk di dekat Nadia.


"Assalamualaikum!" sahut pria tersebut.


"Waalaikumssalam," serentak Nadia dan teman-temannya.


"Iya nih, baru barusan kok," jawab Zia. pria tersebut itu pun tidak membalas ucapan Zia ia hanya tersenyum saja.


"Ehh iya Nad, aku mau tanya sama kamu," ujar pria itu kepada Nadia.


"Mau tanya apaan?" tanya Nadia seraya mengerutkan dahinya.


"Ngomong-ngomong kata orang, kamu udah nikah yah? Apa benar?"


'Yaa ampun, emang sih aku mau ngasih tau kamu Rel, tapi bagaimana dengan Kak Rayan dia ngomong pernikahan aku sama dia itu privasi,' batin Nadia sambil menundukkan pandangan.


"Iy---"


"Enggak kok Rel, aku belom nikah kata siapa?" ucapan Zia pun terpotong oleh Nadia.


Pria tersebut itu adalah bernama Farel. Temannya Nadia sekaligus sahabatnya dia mencintai Nadia bahkan pernah menembaknya namun sayangnya Nadia menganggap Farel itu sahabat, tidak lebih.

__ADS_1


Nadia tidak memberitahu kepada Farel pas waktu dia menikah, karena ia sibuk dan juga mendadak, jadi tidak memberitahuinya. Nadia hanya memberitahunya cuma hanya kepada Zia dan Dira.


Pas pagi tadi berangkat ke sekolahan Nadia sudah niat mau membertahu kepada Farel bahwa dia itu sudah menikah dan meminta maaf tidak memberitahuinya. Namun, niatan itu tidak terjadi karena Rayan sudah mengomong bahwa pernikahan meraka itu privasi.


"Ohh, kirain dah nikah," ucap Farel.


'Kenapa Nadia tidak membertahuinya? Bahwa dia itu sudah menikah, apa jangan-jangan takut Farel marah? Karena Farel sudah mengatakan perasaannya,' batin Zia heran seraya mengerutkan keningnya.


'Maaf Rel aku berbohong, karena aku harus menuruti apa kata suami aku Rel,' batin Nadia.


***


Kini semua anak sekolah sudah bubar dan waktunya pulang rumah masing-masing.


"Nad, gue duluan yah soalnya supir gue udah jemput, kamu 'kan pasti bareng sama Rayan," ucap Dira dan Zia.


"Gak papah 'kan?" tanya Zia.


"iya, gak papah kok," ujar Nadia.


"Yaudah, Assalamualaikum,"


"Waalaikumssalam,"


Dan tiba-tiba Rayan datang.


"Nadia, loh naik taxi aja yah. Soalnya gue ada urusan," ucap Rayan.


"Tap---" ucapan Nadia tidak di teruskan karena Rayan sudah memajukan mobilnya. Percuma saja kan dia bicara kalau orangnya aja udah pergi.


"Ya ampun, kenapa sih Kak Rayan itu jahat banget pulang bareng aja gak mau, bahkan ucapan aku aja belom beres udah maju aja." ucap Nadia.


"Taxi mana lagi, kok belom muncul-muncul sih, apa aku harus jalan lagi?" gumamnya.


•••


*** selamat membaca***

__ADS_1


^^terima kasih udah mampir^^


__ADS_2