Gadis Bercadar Dan Cowok Badboy

Gadis Bercadar Dan Cowok Badboy
Ketahuan


__ADS_3

#Gadis_Bercadar_Vs_Cowok_Badboy


#Part21 ||•Ketahuan•||


#AccMin


•••


'Wahh, si Nadia bener-bener emang,' batin Rayan.


'Yaa Allah, hilangkanlah ham---' batin Rayan terpotong.


Tring!


Tring!


Tring!


Suara ponsel Papahnya Rayan pun berdering. Saat mereka sedang makan, dan Rayan sedang blushing. Pas Pak Arka sedang makan lalu Pak Arka langsung ngambil ponsel miliknya itu di saku celananya.


"Bentar yah, saya mau angkat nelepon dulu," ucap Pak Arka kepada Pak Irham begitupun kepada Nadia, Rayan.


"Iya, Pak. Silahkan," ucap Pak Irham sedangkan Nadia hanya tersenyum saja.


Pak Arka langsung keluar rumah. Dan mengangkat yang siapa telepon kepada dirinya itu. Beberapah menit kemudian. Pak Arka selesai berteleponannya, dan menghampiri lagi ke meja makan.


"Emm ... Pak Irham!" sahut Pak Arka.


"Iya, Pak. Kenapa?"


"Saya mau pamit duluan yah, soalnya teman kantor saya, sudah ada di depan rumah saya katanya,"


"Loh, kok bisa? Emm ... yaudah iya Pak, gak papah. Saya juga mau pamit deh kalau begitu,"


"Pah, Abi, kenapa mau udah pulang aja sih?" tanya Rayan mendengar ucapan mereka.


"Iya, Rayan. Soalnya teman Papah ke rumah, dan sekarang udah sampai di depan rumah, dan juga Papah gak tau, bahwa kalau teman Papah itu mau ke rumah, dianya gak ngabarin. Mendadak," jawab Pak Arka.


"Kalau Pak Irham, kenapa mau pamit?" sambungnya.


"Kalau saya, pintu rumah belom di kunci Pak, lupa. Dan juga di rumah masih banyak perkejaan, dan kayaknya juga Rayan dan Nadia sepertinya mau istirahat" jawab Pak Irham.


"Yaudah kalau begitu, saya antarkan yah Pak. Bareng,"

__ADS_1


"Emangnya gak papah, Pak? Gak usah Pak, takutnya ngerepotin soalnya tadi Bapak jemput saya, masa sekarang di anterin,"


"Gak papah, Pak. Santai aja,"


"Yaudah Rayan, Nadia, Papah sama Abi, pamit sekarang yah," ucap Pak Arka kepada anaknya dan menantunya.


"Iya, Pah." ucap Rayan.


"Pah, Abi, kok pulang sekarang sih? Baru aja makan," ucap Nadia.


"Iya, Nak. Nanti In Syaa Allah kita ke sini lagi kok," ucap Pak Arka dan Pak Irham.


"Yaudah deh. Hati-hati yah Abi, Pah, di jalannya," ucap Nadia langsung bangun dari meja makan tersebut.


"Iya, emm ... Rayan! Jagain menantu kesayangan Papah yah, jangan di sakitin jangan di jahatin, apalagi Nadia sampai menangis," ucap Pak Arka kepada Rayan.


"Iya, Pah. In Syaa Allah Rayan tidak akan menyakiti Nadia, menantu kesayangan Papah, apalagi sampai menangis,"


"Dan untuk kamu Nadia, harus nurut sama suami kamu, apa yang suami kamu inginkan, kamu harus menurutinya, jangan sampai menjadi istri durhaka," ucap Pak Irham kepada anak kesayangannya itu, yaitu Nadia.


"Baik, Abi. In Syaa Allah," ucap Nadia tersenyum.


"Assalamualaikum,"


Hening!


Tidak ada ucapan apapun dari mereka berdua semenjak kejadian tadi. Yang mereka melempar gombalan, agar terlihat romantis dan akrab oleh kedua orang tuanya itu, mungkin mereka masih malu gara-gara kejadian tadi, dan Nadia pun yang mulai memencahkan keheningan tersebut.


"Kak, Nadia ke kamar duluan," ucap Nadia.


"Hmm," ucap Rayan dengan deheman sambil memainkan ponselnya itu.


Nadia segera naik tangga untuk masuk ke kamar, karena ia sudah sangat mengantuk. Mungkin karena kecapean sampai-sampai ia baru jam segini sudah mengantuk. Beberapah menit kemudian. Rayan menyusul Nadia ke kamar untuk tidur, sama Rayan pun seperti Nadia mungkin mereka berdua sama-sama kecapean.


***


Pukul 02:00 WIB mereka berdua sepasang suami istri sedang duduk di kursi sambil mengemil. Kalau Rayan sedang main ponsel miliknya itu, kalau Nadia sedang menonton televisi.


'Gabut banget, emm ... apa gue jemput teman-teman gue aja kali yah, ngajak makan di rumah gue,' batin Rayan.


'Argh, sudahlah mending cabut aja,' sambungnya lagi. Rayan langsung berdiri dan mengambil kunci motor, lalu pergi ke luar.


'Kak Rayan, mau kemana sih?' batin Nadia. Nadia yang melihat Rayan keluar, ia langsung menyusulnya.

__ADS_1


"Kak, mau ke mana?"


"Kepo. Terserah guelah, ini 'kan urusan gue," jawab Rayan. Nadia yang mendengar jawaban dari Rayan, ia hanya menghela nafasnya dengan kasar.


Nadia setelah melihat Rayan sudah pergi, ia langsung masuk rumah lagi, dan tidak lupa juga menutup pintunya.


***


"Assalamualaikum!" ucap Rayan diam di pintu.


"Waalaikumssalam," ucap semua teman-temannya.


"Prend, kalian mau makan gak?"


"Maulah masa enggak," jawab Sandi dan Devan.


"Yaudah ayo ke rumah gue,"


"Mau ngapain?" tanya Alex heran seraya mengerutkan dahinya.


"Tidur, yaa mau makanlah," jawab Rayan.


"Tumben, biasanya juga kita suka di lestoran," ucap Sandi sambil rebahan.


"Lestoran mulu, rumah gue kali-kali, ayo!" ujar Rayan. Dan segera naik motor. Devan dan Alex yang melihat Rayan naik motor mereka berdua segera menyusulnya dan tidak lupa mengambil kunci motornya itu. Sedangkan Sandi masih rebahan.


"Lurr, gue mau cu---" ucap Sandi lalu melihat ke temann-temanya itu, pas di lihat padahal sudah tidak ada.


"Aduh. Woii, tungguin gue!" teriak Sandi. Langsung bangun dari rebahannya.


***


Kini Nadia sama masih menonton televisi, dan sambil mengembil. Dan tiba-tiba ia merasa haus Nadia segera ke dapur untuk mengambil minum. Pas mau duduk kembali mungkin ia kepeleset sampai-sampai airnya tumpah ke cadar miliknya itu.


"Astaghfirullah. Yaa jadi basah," ucap Nadia.


"Hufft ... yaudah deh, buka aja. Dan juga gak ada siapa-siapa," sambungnya. Pas Nadia buka cadar dan tiba-tiba Rayan datang, bersama temannya.


"***--- hah? Na--Na--Nadia," ucap Rayan bengong pas melihat wajah Nadia tanpa cadar.


_____________________________________


**Happy Reading**

__ADS_1


__ADS_2