
•••
Pagi pun tiba, kini seperti biasa Rayan dan Nadia bangun lalu segera berjalan ke kamar mandi setelah selesai ritual mandinya, mereka berangkat sekolah masing-masing seperti biasa.
"Desi!" sahut Rayan memanggil Desi yang sedang duduk di kelas.
'Hmm, palingan juga dia minta maaf. Karena dia menikah dengan si ninja,' batin Desi seraya memutarkan bola mata males.
"Desii!"
"Apa'an?" ucapnya sinis.
"Sini lo ikut gue!" ucap Rayan langsung memegang lengan Desi ke keluar, yang sedang duduk.
"Ish, lepasin Rayan!"
'What? Tadi apa panggilan Rayan, gue-lo? Wah ada apaan sih ini gak biasanya Rayan panggil seperti ini,' batin Desi heran.
"Desi, maksud lo apaan hah?"
"Apaan maksudnya? Aku gak ngerti Rayan,"
"Jangan so pura-pura gak tau deh lo,"
"Maksud kamu apaan sih? Aku bener gak ngerti. Coba kasih tau aku dan jelasin dulu! Emang bener aku enggak ngerti,"
"Ohh. Lo enggak ngerti? Oke, gue kasih tau yah. Nah ini apaan?" ujar Rayan menatap tajam ke Desi sambil menunjukkan sebuah poto di ponsel miliknya. Sedangkan Desi ia langsung melihat poto yang di tunjukkan oleh Rayan setelah melihatnya ia langsung mengebulatkan matanya.
"Enggak, enggak Rayan, itu bukan aku. Masa aku memeluk cowok lain sih selain kamu,"
__ADS_1
"Halah, enggak ulah bohong deh lo,"
"Enggak. Aku enggak bohong Rayan,"
"Siapa dia Desi? Siapa? Jelasin ke gue, lo berani-beraninya memeluk cowok lain, gue aja belom pernah memeluk cewek lain selain lo,"
"Aku gak tahu Rayan, itu bukan aku,"
"Cepat siapa dia Desi? Ohh gue tau. Jangan-jangan lo selingkuh, iya?"
"Enggak Rayan, aku enggak selingkuh beneran,"
"Terus jika lo enggak selingkuh, lo ngapain meluk cowok itu? Mesra lagi,"
"Aku juga enggak tau. Kamu juga ngapain lagi nikah sama si ninja bukan aku, kenapa? Kamu tega Rayan aku pacar kamu. Terus kamu malah nikah sama orang lain, emang aku enggak sakit apa hah? Sakit Ray, sakit. Orang yang aku cintai malah menikah sama orang lain, dan kamu juga malah nuduh aku yang enggak-enggak itu bukan aku. Kamu bisa enggak sih percaya sama aku? Jangan percaya omongan orang lain,"
"B4c0t, lo buta apa gimana sih? Lihat poto ini mukanya seperti lo banget. Dan gue menikah sama si cewek bercadar itu karena gue di jodohin sama bokap gue, gue juga sebenernya enggak mau Desi. Gue mau nikahnya itu sama lo, gue cinta sama lo, tapi apa? lo yang tega malah memeluk cowok lain, gue aja yang nikah sama dia belum pernah memeluk dia,"
"Terserah. Lo mau percaya atau enggak. Gue bod0 am4t," ujarnya lalu pergi.
"Rayan, tolong aku, coba kamu percaya sama aku," ucap Desi langsung memegang lengan Rayan biar Rayan tidak pergi.
"Hufft ...." Rayan menghela nafas dengan kasar.
"Aku mohon, kamu percaya sama aku jangan percaya sama orang lain. Bisa aja 'kan itu editan," Desi terus memohon agar Rayan pacarnya itu percaya.
"Oke, gue per---" ucapannya terpotong oleh seseorang.
"Rayan, lo jangan percaya sama dia gitu aja," ujar Kelvin yang baru datang sama Sandi menuju kearah Rayan dan Desi sambil berlari. Iya, Kelvin yang memotong ucapan Rayan.
__ADS_1
***
Kini sekarang Nadia sedang membaca buku kesukaannya, dan itu buka milik dirinya sendiri dari pemberian Umynya sebelum meninggal. Dan saat Nadia duduk di sebuah perpustakaan sambil membaca tiba-tiba datang Farel sambil membawa minuman Farel pun berjalan ingin mengambil buku kesukaanya entah dia ninjak apa mungkin ada air sampai-sampai ia terpeleset dan minumannya tumpah ke buku Nadia.
"Astaghfirullah," kaget Nadia yang bukunya kena minuman yang Farel pegang.
"Ya ampun Nadia, maafin aku yah. Soalnya tadi enggak sengaja," ujar Farel yang melihat buku Nadia basah oleh karena dirinya.
"Yaa gimana dong? Ini buka kesayangan ana, dan juga pemberiyan Umy sebelum beliau meninggal," ujar Nadia seraya matanya sudah berkaca-kaca.
"Aduh gimana yah? Hmm maafin aku yah Nad,"
"Hufft, iya deh ana maafin, sebentar juga nanti ini akan kering kok," ucap Nadia.
"Ohh iya, kamu enggak papah 'kan Rel?" sambungnya.
"Nadia itu sobek loh bukunya, aku ganti yah kita beli yang baru, dan juga tulisannya jadi berwarna jadi gak jelas di bacanya. Aku enggak papah kok tenang aja," ujar Farel mengajak membeli buku yang baru. Karena buku Nadia emang sobek dikit dan juga tulisanya jadi berwarna, kenapa jadi sobek? Karena pas jatuh Farel lengan Farel kena buku Nadia jadilah sobek dikit.
"Syukurlah kalau kamu enggak papah. Enggak papah kok Rel sobek dikit doang kok,"
"Enggak Nadia, aku enggak mau. Kita beli yah yang baru aku mohon ihh,"
"Gak usah Rel, cuma masalah buku, nanti aku beli sendiri kok kalau aku pengen yang baru,"
"Aku mohon Nad, nanti kita belinya setelah pulang sekolah oke, anggap aja aku sebagai minta maaf sama kamu, karena buku pemberian Umymu jadi sobek karena ulahku, enggak usah pulang dulu dah nanti lama kalau pulang dulu,"
"Hmm, gimana yah? Yaudah deh boleh kalau kamu maksa, tapi bentar yah cuma beli buku doang, soalnya kita itu bukan mahram,"
"Iya aku janji, cuma beli buku doang. Syukron yah,"
__ADS_1
"Iya, afwan Rel. Kalau gitu aku mau ke kelas dulu assalamualaikum,"
*Happy Reading😁😄*