Gadis Bercadar Dan Cowok Badboy

Gadis Bercadar Dan Cowok Badboy
Di tampar__Rayan membantu Nadia


__ADS_3

•••


Plak!


Rayan langsung menampar pipi chubby milik Nadia bahkan kepala Nadia langsung menoleh ke samping. Dan jika Nadia tidak memakai candar mungkin pipi Nadia sekarang sangat merah.


Rayan yang tadi menatap tajam kepada Nadia ia langsung melihat tangannya sendiri, yang tadi menampar pipi Nadia. Kenapa bisa ia menampar Nadia? Apakah bener dirinya menampar Nadia? Sungguh bener tadi dia tidak sadar, lalu ini bagaimana? Hmm masa tidak sadar terus apa tadi? Ini sudah terjadi bukan? Jadi, ish, mau bagaimana lagilah ini sudah terjadi, memang Rayan itu orangnya tidak mau di bentak oleh siapa pun kecuali papahnya sendiri, ia tidak papah tapi kalau orang lain selain papahnya ia benci.


"Nadia, tadi gue khilaf, ma---"


"Udah Kak, gak papah kok," ucapan Rayan pun terpotong oleh Nadia yang sudah matanya berkaca-kaca. Karena Nadia sudah tidak kuat lagi, lalu Nadia segera pergi dari situ dan sambil memegang pipinya yang sebelah yang tadi di tampar oleh suaminya sediri yaitu Rayan.


"Arghh, si4l loh Rayan! Loh kenapa nampar dia hah? Kenapa?" ucap Rayan tidak nyangka kepada dirinya kenapa menampar Nadia? Muskipun dia tidak mencintainya seharusnya jangan menampar seperti itu bukan? Ahh, sudahlah.


"Arghh!"


***


Nadia yang tadi dari toilet sama Rayan. Kini Nadia langsung ke kelasnya lalu duduk. Dan dia tidak menyangka kepada Rayan kenapa Rayan sampai menamparnya? Memang dirinya itu salah karena Nadia sudah membentak Rayan. Tapi bagaimana lagi dia juga ingin tahu dengan urusan Rayan. Maklum 'kan Rayan itu suaminya dan sangat khawatir. Jadi mau kemana-mana Rayan, ia juga ingin tahu. Dan siapa perempuan tadi? yang bersama suaminya itu, yang sedang makan di kantin. Dan juga Nadia itu sudah kesal dengan sikap Rayan seperti itu. Makannya karena itu dirinya membentak Rayan.


Lalu Nadia pun nangis di kelas. Ia sangat sakit, perih, di pipinya bukan hanya pipinya saja yang sakit tapi hati pun ikut sakit. Tadi Rayan bilang apa? Masing-masing? Apa dia salah dengar? Dan untung saja di kelasnya itu tidak ada siapa-siapa semuanya sudah di kantin jadi ia sedang menangis pun tidak ada yang lihat.


"Hiks ... hiks ... kenapa Kak Rayan tega menampar Nadia?" ucap Nadia yang sama posisinya sedang menangis dan tangan satunya memegang pipinya yang sudah di tampar.


"Udah Nad, jangan nangis kamu harus kuat." ucap Nadia.

__ADS_1


Setelah menangis. Ia pun segera mengambil tas miliknya lalu membukanya dan mengambil sesuatu, mengambil apa? Mengambil cadar, untungnya saja dia membawa cadar kalau tidak, orang lain pasti curiga. Karena tidak ada siapa-siapa lalu ia memakai cadar yang baru, kenapa di ganti? Karena dia sudah menangis bukan? Jadi cadarnya sudah basah oleh air matanya kalau tidak di ganti bagimana kalo orang lain lihat pasti akan curiga


•••


Kini semua anak sekolah bubar karena sekarang sudah waktunya pulang.


"Nadia, ayo pulang bareng!" ajak Dira yang baru keluar kelas.


'Aduh gimana yah? Soalnya aku gak punya uang buat bayarnya, gimana kalau nanti Dira gak di bayarin? 'Kan malu,' batin Nadia.


"Hmm, duluan aja deh Dir, soalnya aku paling bareng sama Kak Rayan," ucap Nadia berbohong.


'Maaf yah Dira, aku terpaksa terbohong. Ya Allah ampunilah hambamu ini yang telah berbohong kepada sahabat hamba ya Allah,' batin Nadia lagi.


"Wa'alaikumssalam,"


"Hufft ... jalan lagi. Muskipun cape tapi gak papah gak mungkin 'kan masa naik mobil? 'Kan gak punya uang," gumam Nadia lalu pergi.


***


"Bro, gue duluan yah soalnya gue cape pengen langsung pulang," ucap Rayan kepada semua temannya.


"Tumben baget loh? Gak biasanya?" tanya Sandi seraya mengerutkan dahinya.


"Gak tahu gue juga," jawab Rayan singkat.

__ADS_1


"Iya gak papah, kalau mau duluan, iya gak?" ucap Kelvin.


"Yaudah, assalamualaikum," pamit Rayan.


"Waalaikumssalam," serentak semua teman Rayan.


Pas saat Rayan mau naik mobil dan tiba-tiba Desi pun datang.


"Sayang, kok kamu mau pulang gak ngomong sama aku sih? Yaudah yuk pulang bareng!" ucap manja Desi yang tiba-tiba datang.


"Aduh sayang, maaf yah soalnya tadi lupa hehe. Oh iya, kamu pulangnya sendiri aja soalnya aku cape banget,"


"Ish, padahal aku pengen bareng kamu," rengek Desi.


"Hmm, nanti besok aja yah gimana? Sekarang kamu naik taxi aja, nih aku kasih uangnya,"


"Yaudah deh, makasih ya sayang hati-hati di jalan,"


Cupp!


Desi langsung menerima uang dari Rayan dan langsung menc1um Rayan. Dan Rayan pun tersenyum. Entah kenapa Rayan juga rasanya ingin pulang sendiri, dan ingin cepat-cepat pulang.


____•••____


***selamat membaca***

__ADS_1


__ADS_2