Gadis Bercadar Dan Cowok Badboy

Gadis Bercadar Dan Cowok Badboy
Gengsi


__ADS_3

•••


Beberapa menit kemudian. Akhirnya hidang pun tersaji. Nadia dan Rayan pun melahap makanan itu dengan nikmat. Rayan menatap Nadia heran dipikiran Rayan itu, apa gak risih makan pakai cadar? di buka, lalu di tutup lagi, di buka lagi dikit, lalu memasukan nasinya lewat bawah.


Perasaan lihatnya saja Rayan sudah risih, apalagi memakainya seperti Nadia.


"Nad, gue lihat loh makan, gak cape apa?"


"Cape gimana?"


"Di buka dikit cadarnya, lalu masukan nasi lewat bawah, udah gitu tutup lagi, loh gak risih apa?"


"Gak kok, gak risih, 'kan udah biasa,"


"Perasaan gue, gue itu belom pernah lihat muka loh deh,"


"Ish, emang belom Kak. Kakak emang mau lihat wajah Nadia?"


"Yaa enggaklah, ngapain juga lihat muka loh,"


'Sebenernya sih pengen, pengen lihat muka loh sebenernya sejelek apa sih muka dia?' batin Rayan.


"Kalau Kakak mau lihat, nanti Nadia buka kalau sampai rumah," lirihnya.


"Yaa enggaklah. Gue juga tahu loh itu mukanya jelek,"


"Beneran gak mau lihat?" tanya Nadia seraya mengurucutkan b1b*rnya.


'Nih orang gak peka banget sih? Ya mau lah siapa yang gak mau lihat coba? Orang gue penasaran banget sama muka yang selalu di tutup,' batin Rayan.


"Hemm, terserah," jawab Rayan singkat.


"Yaudah kalau gak mau lihat," ujarnya tersenyum kepada Rayan.

__ADS_1


'Arghh, ini orang mau di cekek apa gimana sih?' batin Rayan kesal kepada Nadia yang tidak peka. Memang dirinya itu pengen lihat wajah Nadia sangat penasaran. Semenjak mereka bertemu Rayan emang udah penasaran kepada wajah Nadia itu. Namun, ia bilangnya sangat gengsi.


Setelah mereka makan. Rayan langsung membayarnya dan segera keluar dari lestoran tersebut. Dan sekarang Nadia dan Rayan menuju ke pasar untuk membeli bahan masak.


"Udah belom lama banget sih?" teriak Rayan.


"Alhamdulillah, udah Kak,"


"Yaudah ayo pulang!" ajak Rayan kepada Nadia.


"Bentar Kak, kayaknya ini ada yang ketinggalan deh,"


"Yaudah cepat gue nunggu di sini,"


Beberapah menit kemudian.


"KAK, AYO!" teriak Nadia kepada Rayan. Nadia segera naik mobil tapi Rayan masih diam sambil memainkan ponselnya dan sepertinya dari kejauhan ada gadis yang terus menatap kepada Rayan yang seperti sedang sibuk sama ponsel miliknya.


"IYA, BENTAR!" teriak Rayan.


"Rayan!" sahut gadis tersebut.


Rayan pun segera menoleh seperti ada yang memanggil dirinya tapi siapa? Nadia yang dengar seperti ada yang memanggil suaminya itu ia segera turun. Dari pada dari tadi nunggu di mobil tapi masih aja suaminya itu belom masuk juga.


"Rayan, kamu sedang apa di sini?" ucap gadis tersebut dan langsung memeluk Rayan. Nadia yang melihat suaminya di peluk oleh gadis lain ia langsung menghampiri suaminya itu.


"Desi!" gumam Rayan. Iya, gadis tersebut adalah Desi pacarnya Rayan.


"Sayang, kamu sedang ngapain di sini?" ucap Desi lalu melepaskan pelukannya.


"An--anu ak--aku se---"


"Kak, ayo pulang!" ajak Nadia.

__ADS_1


"Hah? Kamu ke sini bareng cewek ini?" tanya Desi kepada Rayan sambil menunjuk kearah Nadia.


"Iya sayang, aku sedang belanja bareng sama dia. Soalnya dia 'kan pembantu aku," jawabnya cengegesan.


"Kamu cewek yang waktu menghampiri pas aku makan di kantin sama Rayan 'kan?" tanya Desi.


Degh!


Rayan tadi bilang apa sama perempuan ini, sayang? Pembantu? Bagaikan sembaran petir di siang bolong. Nadia sangat sakit pas Rayan bilang dirinya itu pembantu, dan di tambahkan lagi Rayan manggil ke perempuan ini sayang? perasaan Nadia ia belom pernah di sebut sayang seperti ini? Jangankan sayang manggil aku-kamu aja belom pernah.


Dia sangat cemburu pas perempuan ini memeluk suaminya. Apa dirinya sudah mencintai suaminya itu? Tapi sejak kapan Nadia cinta sama Rayan? Ahh entahlah itu sejak kapan intinya sekarang dia cemburu saat gadis itu memeluknya.


"Iya, itu ana pas di kantin menghampiri kalian berdua," jawab Nadia.


"Kamu siapanya Rayan?"


"Ana istri sahnya Kak Rayan," jawab Nadia. Rayan yang mendengar jawaban Nadia pun langsung menatap tajam kearah Nadia. Sedangkan Desi ia tidak percaya dengan jawaban Nadia.


"Sayang, dia bener istri sah kamu?"


"Enggak, dia bohong sayang, kamu jangan percaya sama dia. Dia itu pembantu aku bukan istri aku,"


Degh!


Lagi-lagi Rayan berbicara seperti itu. Sebenernya siapa gadis ini? Kenapa sambil memanggil sayang-sayangan? Nadia sudah tidak mengerti. Dan begitu pun kecewa kepada suaminya itu Rayan tega bilang dirinya pembantu.


***selamat membaca***


^ohya para readers author punya pribahasa nih^


mohon dibaca dengan teliti yah


*"Adil Engkau, Engkau yang ada dan yang sudah ada, Engkau yang kudus, yang telah menjatuhkan hukum ini"*

__ADS_1


Adakah di antara para readers yang tahu arti dari pribahasa tersebut? kalau ada balas di komen yah!


**^Thank you for your time^**


__ADS_2