
Suatu siang seorang gadis memakai seragam sekolah menengah berjalan sendirian ketika sebuah mobil silver berhenti tepat disampingnya. Keluarlah tiga anak sebaya menghampirinya.
Anisa hanya bisa pasrah ketika tiga teman sekolahnya itu merebut tasnya dan menghamburkan semua isi didalam tas itu. Ya gadis itu adalah Anisa, dan ketiga gadis yg membulinya adalah teman sekolahnya yg tidak suka dg anisa.
"Kasian sekali si culun jalan kaki." kata rena.
"Bawa tasnya guys." sambung putri.
"Sini tas lo, biar gue bawain." kata rena merebut tas anisa.
"Jangan, tolong jangan ambil tas ku." tolak anisa mempertahankan tasnya.
"Ups, isinya jatuh semua." kata rena yg dengan sengaja menumpahkan semua isi tas anisa sambung dg gelak tawa kedua temannya.
"Eh sorry keinjek juga." sambung salsa kemudian.
"Kayaknya ini udah ga layak pake deh,udah kotor gini. Iya ga guys?" putri mengambil salah satu buku dengan dengan tatapan jijiknya
"Bagusnya diginiin." sambungnya lagi sembari menyobek buku itu dihadapan anisa.
Mereka bertiga meninggalkan anisa
dg tertawa puas karna sudah mengerjain anisa. Setelah ketiganya pergi, Anisa memunguti buku-buku yg berserakan dijalanan sambil menahan isikan tangisnya.
Saat hendak berdiri,tiba-tiba sebuah mobil sport mengerem mendadak dan untungnya tidak menabrak anisa. Anisa menyingkir ke tepi jalan. Seorang pria yg berada didalam mobil itu menurunkan kaca mobil dg raut wajah marahnya.
"Woyy bocil, kalo mau berhenti jangan ditengah jalan dong, lo pikir ini jalanan punya nenek moyang lo apa?!" ucap pria itu kesal
"Ma-maaf om." ucap anisa
"Om om, lo pikir gue om-om hah!" ucap pria itu dan langsung berlalu tanpa memperdulikan anisa yang terpaku ditepi jalan.
Udah 3 tahun semenjak dia masuk SMA dia dibully oleh teman-teman sekolahnya. Ditambah bibi dan sepupunya yang tidak pernah baik sedikitpun sama dia bahkan setiap hari dia dijadikan seperti pembantu oleh keluarga pamannya.
Anisa anak yatim piatu sejak kelas SMP, sejak kecil dia tinggal di desa bersama kedua orang tuanya. Tetapi sejak orang tuanya meninggal, dia terpaksa ikut pamannya karna tidak ada keluarga lagi di desa, Awalnya bibinya tidak mau merawat dia, tapi dengan terpaksa bibinya mau menerima dia dan mau membiayai sekolahnya dengan syarat dia harus bekerja tanpa dibayar dirumahnya.
__ADS_1
Pamannya tidak bisa berbuat apapun untuk membela anisa karna rumah itu adl rumah istrinya, pamannya tidak punya apa-apa selain istri dan anaknya, pekerjaannya pun hanya mandor biasa yang gajinya pas-pasan
dan semua gaji dipegang oleh istrinya.
Anisa menerima semua persyaratannya dan Bahkan jatah makannya pun sehari hanya sekali. Beruntung dia anak yang cerdas
sehingga bisa sekolah disekolahan elit menggunakan beasiswanya.Dan karna itulah banyak teman sekolahnya membully dan
menghinanya.
"Kuat nis, kamu kuat, demi masa depanmu kamu harus tetep semangat, jangan sampai lemah." ucapnya dalam hati.
Sesampainya dirumah anisa langsung berganti pakaian dan ingin Mengambil makanan, tapi baru mau ngambil nasi, Sinta anak pamannya datang dan menghinanya.
"Oohh enak bener yaa, pulang bukannya beres2 rumah dulu ini malah enak-enakan mau makan." kata Sinta.
"Tapi aku laper sin, aku belum makan dari semalem." ucap anisa.
"Gue ga peduli yaa, sekarang cuciin baju gue dan sepatu gue. Jangan lupa baju yg kemarin lo cuci juga disetrika, karna gue mau pake buat pergi nanti sore." perintah Sinta.
"Oo jadi sekarang lo udah berani ngelawan ya? Mau gue aduin ke mama biar lo tidur diluar?" ancam Sinta.
Anisa pun langsung pergi mengambil pakaian kotor untuk dicuci dan setelah semua cucian beres, anisa langsung menyetrika baju yang diminta Sinta.
Karna kelelahan dan kelaperan tanpa sengaja anisa ketiduran. Beberapa saat kemudian Sinta datang ingin mengambil bajunya dan geram saat melihat anisa tidur dalam kondisi setrika diatas bajunya.
"Aakhhhhh baju akuu..." jerit sinta sambil mengangkat bajunya yang sudah bolong.
Anisa pun kaget dan terbangun karna jeritan sinta.
"Heh lo gue suruh nyetrika, bukannya tidur liat nih baju gue jadi rusak gini gara2 lo."
"Ma-maaf sin, aku ga sengaja ketiduran" jawab anisa sambil menunduk.
"Emng lo pikir dengan kata maaf bisa balikin baju gue hah?!" ucap Sinta kesal.
__ADS_1
"Ma-maaf,nanti aku ganti gajumu dg yang baru"
"Lo pikir lo bisa gantiin baju gue ini? ini itu baju mahal bahkan lebih mahal dr biaya SPP lo dua bulan. Lo ga bakal mampu buat gantinya." ejek Sinta dengan menunjuk- nunjuk jarinya ke muka anisa.
Murni, bibinya anisa yang baru pulang dari arisan langsung menghampiri karna mendengar ribut2 dari depan.
"Ada apa sih ribut-ribut, kedengeran nyampe depan tau brisik." ucap bibi murni jutek.
"Ma, liat ini. Gara-gara bocah tengil ini bajuku jadi rusak, aku mau pake buat acara pesta sore ini tp malah dirusakin sama dia." adunya
"Heh bocah tengil, kamu apakan baju anakku? Ini baju mahal dan kamu ga bakal bisa ganti tau." ucap bibi murni dengan emosi
"Maaf bi, anisa ga sengaja."
"Ga sengaja kamu bilang?? Kalo kamu kerjanya bener ga bakalan kaya gini. Sebagai hukuman kamu malam ini tidur diluar dan ga ada jatah makan sampai besok sore." kata bibinya
"Tapi bi, anisa laper belum makan dari semalam." ucap anisa.
"Aku ga peduli, mau belum makan, mau sakit, aku ga peduli sama kamu. Kalo bukan karna paman kamu, aku ga sudi melihara kamu dirumah ini." kata bi murni emosi.
Arya sang paman yg juga baru pulang kerja langsung menuju ruang belakang karna mendengar ribu-ribut yg terdengar sampai depan rumah.
"Ada apa ini? Sore-sore ribut ga jelas. Kedengeran sama tetangga ga enak bu." kata Arya kepada sang istri.
"Ini lho pah anak ini ngerusak bajuku, ini baju mau aku pake sore ini." sinta Mengadu
"Baju aja dipermasalahin, besok beli lagi aja. Kamu kan punya uang buat beli." jawab Arya kepada sang anak.
"Kamu gimana si mas malah belain anak ini dripda anak sendiri. Ini itu baju mahal " ucap sang istri.
"Udah ga usah diperpanjang. Nih uang buat beli baju baru." arya menyerahkan beberapa lembar uang kepada sang putri berharap tidak memperpanjang masalah itu.
"Maafin anak dan istri paman ya ni." arya mengelus pundak ponakannya dan pergi menyusul anak dan istrinya.
Tapi masalah itu tidak selesai begitu saja. Karna malam ini anisa benar-benar tidur diteras hanya beralaskan tikar dan juga satu bantal.
__ADS_1
Malam semakin larut perut yang keroncongan membuat anisa tidak bisa tidur dg tenang. Anisa meringkuk diteras rumah dg memeluk kedua kakinya saat hujan turun begitu derasnya.