
Jam menunjukan pukul 04:00, anisa bangun dari tidurnya. Dia bangkit menuju kamar mandi dan membasuh mukanya dengar air segar. Setelah itu, dia bergegas kedapur dan memasak nasi lalu menyapu seluruh ruangan dan mengepelnya.
Karna keluarga bibinya belum bangun jadi dia lebih memilih untuk membersihkan rumah terlebih dahulu agar lebih memudahkan dia untuk menyelesaikannya. Karna jika mereka sudah bangun, akan lebih lama dan susah untuk membersihkan rumah.
Pasti mereka mengerjai nisa tak hentinya. Anisa membersihkan setiap sudut rumah dengan sigap dan gesit, lalu mencuci semua pakaian kotor yang ada dikranjang pakaian dan menjemur nya.
Setelah semua beres, anisa meletakkan semua alat pembersih ke tempat semula dan pergi ke dapur untuk memasak. Satu persatu bahan makanan dikeluarkan dari dalam kulkas. Lalu nisa mulai mengeksekusi semua bahan yang ada.
Beberapa saat kemudian, semua hidangan dengan berbagai menu sudah tertata rapi dimeja makan. Anisa melihat jam didinding sudah menunjukan pukul 06:30.Dia bergegas kedalam kamar lalu membersihkan tubuhnya dan bersiap untuk pergi ke kantor reyhan.
Saat melewati ruang makan, bibi paman
dan sepupunya masih terlihat menikmati sarapannya.
"Mau kemana kamu?" Tanya Arya sang paman yang melihat keponakannya sudah berpakaian rapi.
"Nisa mau bekerja paman" Jawab nisa sopan.
"Kerja? Kerja dimana? Bukannya kamu baru lulus?" Tanya paman kembali
"Kamu jangan pergi dulu sebelum semua kerjaan kamu beres" Ucap sang bibinya
"Tapi kerjaan saya udah beres bi" Jawab nisa.
"Kata siapa udah beres, ini meja siapa yang mau beresin heh?" Ucap Sinta sinis.
Akhirnya mau tidak mau anisa harus tetap dirumah menunggu mereka selesai sarapan walau dengan perasaan sangat gelisah. Beberapa menit kemudian, setelah keluarga bibinya meninggalkan meja makan, anisa langsung membereskan meja makan dan mencuci piring2 yang kotor.
"Akhirnya beres juga" Gumam nisa. Baru saja sampai diruang tamu, Sinta sang sepupu turun dari tangga membawa beberapa pakaian.
"Setrikain baju gue dulu" Sinta melempar bajunya kearah nisa.
"Inget! Jangan sampai bolong. Harus rapih dan harus beres sekarang juga karna gue mau pake" Sambungnya Nisa menghela nafas berat, kemudian membawa pakaian itu ke belakang untuk disetrika.
Setengah jam kemudian semua setrikaan sudah selesai, nisa berniat ingin memberikan baju itu kepada sinta. Tapi baru keluar dari ruangan tempat menyetrika, bibinya datang membawa setumpuk baju.
"Setrikain bajuku" Bi murni melemparkan tumpukan baju itu kepada nisa.
"Bisa nanti sore aja kan bi? Nisa udah
telat buat berangkat kerja" Tolak nisa
secara halus.
__ADS_1
"Kamu mau ngebantah aku? Udah
berani ngelawan kamu ya" Bi murni
menambah nisa dan menariknya
kedalam ruangan itu dengan kuat.
Bi murni meletakkan tumpukan baju yang ada ditangan nisa ke keranjang dan mengambil setrikaan yang masih
panas itu lalu diserahkan kepada nisa.
Bi murni yang tidak sabar dengan
gerakan nisa yang menurutnya sedikit
lambat, mengambil tangan nisa dan
meletakkannya ke setrikaan itu.
Naasnya bukan gagang setrika yang
terpegang oleh nisa tapi bagian yang panas di setrika itu. Bi murni tidak menghiraukan tangan nisa yang melepuh akibat kepanasan.
sesekali menyeka air matanya yang berlahan jatuh ke pipi.
Sebenernya nisa ingin menyerah, ingin lepas dari keluarga bibinya ini. Tapi, nisa tidak punya bekal yang cukup untuk sekedar menyewa kosan. Karna untuk makan saja dia menunggu sisa dari keluarga ini dan untuk ongkos pulang pergi ke kantor adalah uang sisa dari pemberian reyhan ketika diperintah untuk membeli makanan.
Karna reyhan pernah bilang jika ada sisa
dari membeli makanan bisa dipakai oleh nisa. Pukul 08:30 anisa baru bisa menyelesaikan pekerjaannya. Dia buru2 untuk pergi ke kantor setelah sebelumnya meletakkan pakaiannya diatas meja setrika dengan rapih.
Dia keluar lewat pintu belakang karna tidak ingin bertemu dengan sang bibi atau Sinta sepupunya. Jika bertemu, sudah dipastikan dia akan diberi pekerjaan lain yang menyita waktunya.Nisa berjalan mengendap-endap dan setelah sampai di gerbang, dia berlari menuju jalan raya.
Menunggu bus yang tak kunjung datang. Memang sudah sesiang ini akan sangat sulit mendapatkan bus karna biasanya bus akan lewat pukul 07.00 sampai pukul 08.00 sedangkan sekarang sudah pukul 08:45. Anisa bingung, cemas karna takut akan dipecat bahkan belum genap sebulan bekerja.
Dekat tempat nisa berdiri, ada sebuah pangkalan ojek yang masih terlihat beberapa tukang ojek yg sedang menunggu penumpang disana.Anisa tidak punya pilihan lain selain pergi menggunakan ojek.
"Pak,bisa antar saya ke PT. RYN ga?"
Tanya nisa kepada seorang tukang
ojek di pangkalan itu.
__ADS_1
"Agak jauh ya neng,tapi ga ppa lah,
ayo aku antar" Ucap tukang ojek itu.
"Tapi harganya berapa ya pak?. Soalnya saya cuma punya uang 10 ribu" Tanya nisa sembari memperlihatkan uang satu lembar
10 ribuan.
"Wah klo segitu ga bisa neng, jaraknya agak jauh. Harusnya 25ribu atau 30ribu" Jawab bapk itu.
"Sama saya aja neng,ga ppa" Ucap bapak sebelahnya menawarkan diri
"Tapi saya cuma bisa bayar 10 ribu pak" Jawab nisa
"Ga ppa neng, ayo naik" Jawab bapak itu
"Rugi kalo kesana cuma segitu pak, apalagi sekarang BBM naik" Ucap tukang ojek lainnya.
"Ga ppa sekal2. Kasian si eneng.Ayo neng naik" Ucap si bapak.
"Makasih ya pak" Ucap nisa yang kemudian naik keatas motor tersebut.
"Sama2 neng" Jawab si bapak.
Pukul 09:30 anisa sampai didepan kantor PT.RYN. dia turun dari motor dan membayar ojek lalu berlari masuk kedalam kantor. Di setengah perjalanan,anisa bertemu dengan dengan ida dan serli yang menatap dengan sinis.
"Jam segini baru berangkat. Dikira kantor ini miliknya apa" Ucap ida sinis
"Mentang2 karyawan kesayangan bos. Dateng seenaknya" Sambung serli. Mereka berdua berjalan melewati nisa dengan sengaja menabrak bahu nisa membuat nisa terjatuh kelantai.
"Aduhh..." Nisa meringis kesakitan, karna tangannya yang terkena air panas tadi, ternyata terinjak juga oleh ida. Bukan tak sengaja, tapi mereka sangat sengaja melakukan itu karna pada dasarnya mereka tidak pernah menyukai nisa sejak pertama dia datang kekantor ini.
"Uppss, maaf sengaja" Ucap ida tanpa
merasa bersalah malah menertawakannya.
Mereka berdua pergi meninggalkan nisa tanpa memperdulikan nisa yang sedang kesakitan.
Anisa berdiri dan merapikan kembali bajunya yang sedikit berantakan akibat terjatuh. Tanpa memperdulikan tangannya yang kesakitan, anisa masuk kedalam lift yang menuju keruangan bosnya.
Selama berada didalam lift,anisa sangat terlihat cemas dan takut. Takut akan amukan yang pasti akan dia terima oleh bosnya. Dan takut jika kejadian ini akan memperberat
hutangnya pada sang bos.Lift terbuka, dengan langkah ragu anisa berjalan menuju ruangan bosnya.
__ADS_1