GADIS DESA DAN CEO GANTENG

GADIS DESA DAN CEO GANTENG
Eps 24


__ADS_3

Rendi yang sedang dalam perjalanan pulang untuk mengantar sang bos, tak sengaja melihat sosok yang dia kenal dari kejauhan.


"Tuan,coba lihat. Gadis itu seperti nona anisa" Kata Rendi membuyarkan lamunan reyhan.


"Jangan mengada-ada kamu. Mana mungkin dia masih berkeliaran jam segini" Ucap reyhan.


"Tapi saya yakin itu nona anisa tuan" Ucap Rendi.


"Coba dekati" Titah reyhan pada sang asisten.


Saat Rendi menepikan mobilnya tepat


didepan anisa, baru reyhan percaya jika itu benar-benar anisa. Reyhan pun turun dari mobilnya dan mendekati anisa. Anisa yang melihat bosnya turun dari mobil, langsung menghapus air matanya. Berharap bosnya tidak melihat anisa menangis.


"Gadis yang baik tidak akan berkeliaran dimalam hari" Kata Reyhan dengan cueknya.


"Kenapa tuan ada disini?" Tanya anisa.


"Kenapa? Harusnya saya yang bertanya. Kau perempuan,kenapa masih berkeliaran jam segini?" Kata Reyhan.


"Aku..."


"Ternyata kamu tak sepolos yang saya kira" Kata Reyhan tersenyum sinis.


"Apa maksudmu?" Tanya anisa.


"Pura-pura gak ngerti lagi. Mukanya aja yang terlihat polos, tapi kenyataannya murahan" Kata Reyhan.


"Tuan Reyhan yang terhormat, jika anda tidak tau permasalahannya, tolong diam saja" Kata anisa. Anisa yang tau kemana arah pembicaraan Reyhan, sangat merasa


terhina dan tidak Terima.


"Emang berapa sih harganya? Apa sebanyak itu orderan kamu sampai bawa tas besar segala" Reyhan masih tetap berfikir negatif tentang anisa.


"Saya bilang jangan bicara jika tidak tau permasalahannya!" Bentak anisa.


"Semua perempuan yang keluar malam tanpa ada pasangan atau keluarganya saya pastikan bukan perempuan baik-baik" Ucap Reyhan dengan penuh penekanan.


"Jaga mulutmu! Saya bukan perempuan rendahan seperti apa yang anda tuduhkan!" Bentak anisa. Anisa pegi meninggalkan reyhan dan asistennya.


"Sepertinya nona anisa pergi dari rumah tuan" Ucap Rendi.


"Maksudmu?" Reyhan mengerutkan keningnya, mencoba mengingat apa yang dia ketahui tentang gadis itu.

__ADS_1


"Ren, kejar dia" Reyhan masuk kedalam mobil dan meminta Rendi untuk mengejar anisa. Mobil reyhan berhenti tepat disamping anisa. Membuat gadis itu menghentikan langkahnya.


"Masuk!" Ucap Reyhan setelah menurunkan kaca mobilnya. Anisa mengerutkan keningnya heran.


"Tadi dia menghina dan sekarang malah memintaku ikut dengannya" Pikir anisa.


"Masuk cepat!" Tegasnya lagi.


"Tidak perlu,terimakasih" Ujar anisa.


"Buruan masuk sebelum saya berubah


pikiran" Bentak Reyhan. Anisa pun akhirnya masuk kedalam mobil bosnya.Hening, tidak ada sepatah katapun yang terlontar dari


ketiga orang tersebut. Mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing.


"Aku harus kemana? Apa aku minta bantuan sindi aja ya? Tapi, aku gak mau ngerepotin keluarganya,"Batin anisa. Reyhan yang melihat kegelisahan diwajah anisa, mengerti bahwa gadis itu sedang mengalami masalah.


"Ren, ketempat itu" Ucap Reyhan pada sang asisten.


"Baik tuan" Asistennya langsung memutar arah menuju tempat yang tuannya perintahkan. Anisa yang sedang melamun menatap jalanan yang gelap tidak mendengar apa yang Reyhan bicarakan dengan asistennya. Sehingga saat mobil berhenti, dia baru sadar bahwa dia berada didepan sebuah rumah yang sangat asing


baginya.


"Ini...Ini rumah siapa?" Tanya anisa bingung. Tanpa menjawab, Reyhan berjalan


memasuki rumah itu diikuti oleh anisa dan Rendi.


"Ini rumah siapa tuan?" Tanya anisa


lagi.


"Ini rumah saya, kamu tinggal saja disini sampai kamu dapat tempat baru,"Ujar Reyhan.


"Tapi nanti kalau keluarga tuan dateng?" Tanya anisa lagi.


"Tidak ada yang tau tempat ini selain saya dan Rendi," Ucap Reyhan.


"Saya tidak bisa tinggal disini tuan, lebih baik saya cari kontrakan aja," Tolak anisa.


"Ini sudah malam, jika ingin mencari kontrakan seperti yang kamu mau, besok siang saja," Ucap Reyhan.


"Disini ada 3 kamar, kami boleh pilih salah satu dari dua kamar, tapi jangan pernah masuk kekamar yang ada dipojok lantai dua. Semua fasilitas sudah lengkap, kamu boleh

__ADS_1


memakainya,"Jelas Reyhan.


"Terimakasih banyak tuan, tuan sudah baik banget selama ini. Saya tidak tau harus membalasnya pakai apa," Kata anisa.


"Ini semua memang tidak gratis, suatu saat saya akan meminta balasan dari kamu," Ujar Reyhan.


"Apapun akan saya lakukan jika itu tidak melanggar norma tuan, saya bersedia menjadi karyawan tuan sampai kapanpun jika itu bisa membalas kebaikan tuan pada saya," Ujar anisa.


"Sudah malam, kamu istirahatlah, saya pergi dulu. Ini kunci rumah ini," Reyhan menyerahkan beberapa kunci pada anisa.


Setelah kepergian Reyhan, anisa berjalan menuju satu kamar yang berada di lantai dua, dia memilih kamar disebelah pojok kiri. Anisa masuk kekamar itu dan meletakkan


tasnya di tempat tidur.


"Terimakasih ya Tuhan, Engkau memberikan pertolongan padaku," Anisa terus mengucap syukur pada Sang Pencipta, karna dia bisa tidur dengan baik malam ini.


"Laper ya, dirumah kosong seperti ini ada makanan gak ya?" Gumam anisa. Anisa bergegas meninggalkan kamar dan turun menuju dapur. Dia melihat dapur itu terlihat bersih dan rapih, diapun melihat kulkas besar berada disana.


"Bersih dan rapih, sepertinya rumah ini rutin dibersihkan," Gumamnya. Anisa membuka kulkas yang ternyata penuh dengan bahan makanan dan beberapa buah-buahan.Anisa


mengambil beberapa bahan makanan untuk dimasak.


"Semua sayuran masih fresh, apa dia juga tinggal disini? Bukannya dia punya keluarga? Ah bodo amat lah, yang penting malam ini aku gak tidur dijalanan. Besok aku bisa cari


kontrakan yang murah biar gak tinggal disini," Anisa bicara sendiri sambil terus meracik masakan yangcdia masak. Setelah selesai masak dan makan, anisa merapihkan dapur itu lalu kembali kekamar. Anisa


memperhatikan setiap sudut kamar yang besarnya tiga kali lipat dibanding kamar dia di rumah pamannya itu.


"Aku gak nyangka bisa tidur kasur yang empuk lagi seperti ini. Nyaman sekali," Anisa merebahkan tubuhnya, merasakan kenyamanan dari kasur tersebut dan akhirnya diapun tertidur. Reyhan yang sudah sampai rumah, langsung menuju kamar tanpa menyapa adiknya yang sedang bersantai diruang tamu. Sedangkan sang adik yang merasa kesal karna selalu dicuekin, mengejarnya sampai kekamar.


"Kak, sesil mau bicara sama kakak," Ujarnya.


"Apa?" Jawab Reyhan singkat.


"Kakak mau sampai kapan seperti ini terus?" Tanya sesil.


"Selamanya,"Ujarnya sembari meletakkan tas dan jasnya keatas sofa.


"Yang salah mama sama papa, tapi kenapa sesil juga ikut dicuekin sama kakak? Sesil gak suka dicuekin terus kaya gini," Ujarsesil dengan wajah cemberut.Sesil duduk diatas ranjang sang kakak dengan melipat kedua


tangannya.


"Sudah malam, waktunya kamu belajar," Reyhan bukannya menjawab pertanyaan sang adik, malah mengusir adiknya secara halus.

__ADS_1


__ADS_2