
Anisa mengetok ruang Reyhan tetapi tidak ada jawaban sama sekali, dia membuka pintu ruangan itu lalu memunculkan setelah kepalanya melihat Reyhan tidak ada dikursi kebesarannya, anisa memberanikan diri membuka pintu dengan lebar.Dia masuk dan mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan yang ada disini.
"Tuan reyhan.. Tuan.." Anisa memanggil takut jika tuannya berada di salah satu sudut. Namun nihil, tak ada jawaban dari reyha sama sekali.
"Mungkin dia sedang meeting" pikirnya.
Anisa pergi pantai dan mengambil peralatan untuk membersihkan ruangan bosnya.di
Diperjalanan menuju ruangan bosnya, anisa melihat asisten bosnya sedang berjalan menuju ruangan.
"Pak rendi, maaf mau tanya" Panggil anisa
"Ya? Anisa kamu udah datang? Syukurlah" Rendi yang melihat anisa
sudah datang bernafas sangat lega.
"Emng ada apa pak? Apa tuan marah besar?" Tanya anisa
"Sepertinya begitu. Saya yang kena kalo kamu ga dateng" Ucap Reyhan
"Maksud bapak?" Tanya nisa bingung
"Bukan apa2. Oya, kamu cepat bersihin ruangan tuan Reyhan sebelum dia kembali. Inget jangan ada debu yang tersisa kalau kamu ga mau tuan tambah marah" Jelas Rendi
"Memang sekarang tuan Reyhan kemana pak?" Tanya anisa
"Tuan lagi keluar. Mungkin bentar lagi dateng.Kamu cepat beresin ruangannya. Inget pesen saya tadi" Ucap Rendi mengingatkan
"Baik Pak, saya kerjakan sekarang juga. Saya pastikan semua kinclong tanpa ada debu yang tersisa" Ucap anisa menekuk jarinya membentuk huruf O dengan tersenyum ramah.
"Ya sudah, saya keruangan saya dulu. Kalo ada apa2 kamu boleh cari saya diruangan atau pake telepon yang ada diruangan tuan"Jelas Rendi.
__ADS_1
"Baik Pak" Jawab nisa.
Rendi pergi menuju ruangannya sedangkan anisa bernafas lega karna bosnya tidak ada dikantor. Setidaknya dia tidak langsung disuguhi amarah dari sang bos. Nisa berjalan menuju ruangan bosnya.
Setelah masuk kedalam, dia mulai membersihkan ruangan itu sampai bersih, membereskan kertas2 yang ada dimeja kerja bosnya dan menata buku2 yang ada dirak buku. Tak lupa, anisa mengganti bunga yang ada divas bunga dengan bunga yang baru.
Memang sudah kebiasaan dari dulu diruangan Reyhan selalu ada satu tangkai bunga mawar putih. Anisa juga heran kenapa harus mawar putih, tapi dia tidak berani menanyakan hal itu pada Reyhan.
Nisa berfikir mungkin bunga mawar putih itu adalah bunga kesukaan kekasihnya atau istrinya jadi dia sengaja memasang bunga itu agar selalu mengingat wanita yang dicintainya itu. beli sesuatu" Batin nisa.
Kemudian dia melanjutkan pekerjaanya, menyapu dan mengepel ruangan itu setelah selesai dan bosnya belum datang, akhirnya anisa keluar ruangan dan pergi menuju pantri setelah meletakkan alat pembersih ditempatnya.
Dia mengambil air minum dan duduk dikursi pantri. Saat sedang meneguk air minum, bu Ana kepala pantri datang dan menyapa anisa
"Anisa lagi ngapain kamu?" Tanya ibu Ana yang melihat anisa sedang duduk santai di pantri
"Ini saya harus bu jadi minum dulu,
Pokoknya jangan sampai kamu membuat saya dihukum atau dipotong gajinya gara2 kamu. Paham!" Jelas bu Ana.
Ya, dari dulu memang Reyhan selalu melimpahkan kesalahan para pekerja yang
melayaninya bukan hanya kepada pekerja itu tapi ibu Ana kepala pantri itu juga mendapatkan hukuman yang sama.
"Maafin saya bu, saya janji tidak akan
membuat bu Ana terlibat dalam masalah ini jika tuan Reyhan marah. Saya bener2 minta maaf bu" Nisa yang merasa bersalah meminta maaf berkali2 kepada bu Ana.
"Ya sudah, kamu disini aja siapin mentalmu buat menghadapi tuan. merasa bosan, anisa berinisiatif untuk membantu OB lainnya yang sedang bekerja.
"Mba, saya bantu kerjaannya ya" Anisa menawarkan diri kepada salah satu office girl yang sedang mengelap kaca.
__ADS_1
"Boleh. Kamu OG baru? Kok aku baru
liat? Baru berapa hari" Tanya perempuan itu yang anisa pikir umurnya lebih tua diatas dia.
"Iya mba, baru setengah bulan. Saya ditugaskan membersihkan ruangan tuan Reyhan" Jawab nisa jujur
"Waah...keren kamu, bisa kerja diruangan tuan bos. Emang kamu pake jurus apa buat masuk kesana? Tanya perempuan itu penasaran
"Ga pake jurus apa2 mba, cuma kebetulan aja ditempatin disana" jawab nisa. Dia tidak mungkin menceritakan alasan apa yang
membuat dia bekerja dikantor ini.
"Kamu beruntung si, aku yang udah kerja 3 taun aja disini ga pernah direkomendasiin buat bersihin ruangan tuan bos. Katanya emang ga boleh ada perempuan yang..."
Ucapan prempuan itu terhenti ketika mendengar teguran dari bu Ana
"Kalian mau kerja atau ngerumpi? Kalau tuan Rendi atau tuan bos melihat kalian kerja sambil ngobrol, kalian bakal dipecat. Dan kamu anisa, ngapain kamu disini?" Omel ibu Ana kepada mereka berdua
"Saya bosen nunggu tuan bos ga dateng2 daripada ga ada kerjaan mending bantuin yang lain bu" Jawab nisa
"Ya sudah, tapi jangan sampai tuan bos/tuan Rendi lihat. Nanti aku yang kena marah" Ujar bu Ana kemudian pergi meninggalkan mereka bedua
"Dia memang galak, kamu jangan masukin ke hati ya, tapi segalak2nya dia, dia yang paling depan kalo kita lagi ada masalah" Ujar perempuan itu. Anisa hanya menganggug paham.
"Namamu siapa? Kita udah ngobrol panjang lebar tpi aku belum tau namamu" Tanya perempuan itu
"Aku anisa, panggil aja nisa mba" Jawab nisa
"Aku Atika orang2 biasanya manggil aku tika kalo ga atik. Kamu bebas mau panggil aku apa" Jawab perempuan itu yang ternyata
bernama Atika. Mereka berdua terus mengerjakan pekerjaan dengan sesekali bercanda ketika tak ada siapapun di tempat itu.
__ADS_1